Pemeriksaan Kultur Darah dengan Alat Otomatis

Kultur mikrobiologi, adalah suatu metoda memperbanyak mikroba pada media kultur dengan pembiakan di laboratorium yang terkendali. Microbial cultures atau kultur mikrobiologi digunakan untuk menentukan jenis dari organisme tersebut, keberlimpahannya, atau keduanya. Ini adalah metode diagnostik utama dari mikrobiologi dan digunakan sebagai alat untuk menentukan penyebab dari penyakit infeksi dengan membiarkannya berkembangbiak di medium tertentu. Sebagai contoh, kultur tenggorokan mengambil contoh dengan menyapu bagian ujung dalam tenggorokan dengan cotton bud yang panjang dan membiakkannya pada cawan petri dengan agar, sehingga dapat diketahui mikroba yang berbahaya, misalnya Streptococcus pyogenes, yang menyebabkan penyakit strep throat. Selanjutnya, terma kultur lebih umum digunakan secara tak resmi untuk “pengembangbiakan secara selektif (selectively growing)” mikroba tertentu di laboratorium.

Untuk melakukan pemeriksaan kultur darah, dokter akan mengambil sampel darah dan mengirimkannya ke laboratorium untuk dilakukan pengujian. Dimana hasilnya baru dapat diketahui dalam beberapa hari. Jika seorang sakit parah, dokter mungkin akan memulai perawatan sebelum mendapatkan hasil lengkap kultur darah, pengobatan dilakukan berdasarkan penyebab infeksi.

yang paling mungkin atau kalau dirumah sakit memakai pedoman pola kuman. Kemudian setelah hasil kultur keluar pengobatannya dapat diubah disesuaikan dengan hasil pemeriksaan kultur dan sensitivitas.

Secara ideal untuk pemeriksaan kultur darah dibutuhkan dua atau lebih sampel darah yang diambil pada interval waktu tertentu dari tempat pengambilan yang terpisah (biasanya vena lengan yang berbeda). Hal ini dilakukan supaya pemeriksaan masih dapat mendeteksi mikroorganisme yang mungkin ada dalam jumlah yang sedikit dan atau dilepaskan ke dalam aliran darah secara intermiten, juga membantu memastikan bahwa mikroorganisme yang terdeteksi adalah yang menyebabkan infeksi dan bukan hanya sebagai kontaminan.

Tiga tujuan utama kultur darah yaitu :

  • Mengetahui penyebab dari infeksi
  • Mengidentifikasi agen penyebab
  • Menentukan pemberian terapi antibiotik

Kenapa dilakukan kultur darah?

Selama perjalanan penyakit, beberapa bakteri dan jamur penyebab infeksi dapat menyerang aliran darah dan menyebar ke bagian lain dari tubuh, jauh dari lokasi infeksi aslinya. Tujuan kultur darah adalah untuk mengungkapkan sejumlah infeksi atau adanya masalah, seperti endokarditis, masalah berat dan berpotensi mengancam nyawa yang terjadi ketika bakteri dalam aliran darah ke katup jantung.

Kultur darah mungkin juga mendeteksi organisme penyebab infeksi lain seperti osteomyelitis, infeksi tulang sering disebabkan oleh Staphylococcus aureus, dan selulitis, suatu infeksi kulit yang melibatkan jaringan tepat di bawah permukaan kulit.

Bagaimana proses mengambil kultur darah?

Idealnya kulit harus dibersihkan dengan sabun dan dibilas dengan air steril yang diikuti pemberian cairan yodium berbasis solusi. Kemudian dicuci dengan larutan alkohol 70% dan dikeringkan sekitar 30 detik. Setiap usaha untuk menggunakan teknik aseptik harus dilakukan, misalnya Betadine dan / atau alkohol semprot dan sarung tangan. Beberapa studi menunjukkan tingkat kontaminasi mungkin tergantung pada jenis larutan antiseptik digunakan.

Sterilisasi kulit harus dilakukan dengan hati-hati karena penting untuk mencegah kontaminasi dari darah yang sedang ditarik. Dengan begini dapt membunuh bakteri yang mungkin berada di permukaan kulit sehingga mereka tidak muncul dalam kultur darah dan mengganggu identifikasi kuman penyebab infeksi.

Kadang-kadang terlihat seperti banyak darah diambil untuk dilakukan kultur, tetapi penting bahwa darah cukup untuk mendapatkan hasil yang akurat. Darah yang diambil mungkin kurang lebih 5 mL  pada bayi dan sekitar 5-10 mL pada anak-anak yang lebih tua. Jumlah darah yang diambil sangat kecil dibandingkan dengan jumlah darah dalam tubuh, dan itu akan diperbaharui dalam waktu 24-48 jam. Setelah kultur darah yang diambil, harus diberi label dan dikirim ke laboratorium tanpa penundaan. Kultur dasar diinkubasi selama 14 hari dan blind culture dilakukan setelah 3, 7 dan 14 hari atau segera setelah ada tandatanda pertumbuhan (misalnya kekeruhan, hemolisis, koloni di lereng agar dalam wadah. Cara pemeriksaan kultur darah dengan mencari hasil positif, dilakukan minimal dua kali sehari saat menggunakan sistem manual.

Sistem otomatis yang dipakai di laboratorium rumah sakit Panti Rapih adalah BacT/Alert Blood Culture System di mana pertumbuhan positif melepaskan CO2 yang dideteksi oleh sensor yang memberitahu staf laboratorium (wadah ditempatkan dalam lemari khusus dan terkait dengan barcode pasien). Jika dideteksi adanya pertumbuhan, wadah dilakukan subkultur dan stain Gram. Dari sini, sensitivitas yang relevan dapat ditentukan. Dalam beberapa kasus organisme dapat diidentifikasi dalam hitungan jam untuk mendeteksi hasil yang positif dengan menggunakan tes pewarnaan Gram dan tes lebih lanjut.

Pemeriksaan lebih lanjut yang mungkin dilakukan langsung pada biakan darah untuk mempercepat identifikasi seperti pengelompokan streptokokus, tes koagulasi, tes antigen untuk pneumococcus dan meningococcus, dll. Metode modern seperti di laboratorium dilakukan secara otomatic dengan alat Vitek telah membantu dalam mempercepat identifikasi organisme dan dapat dilakukan langsung dari wadah kaldu. Biasanya, jika harus ada pertumbuhan, umumnya hanya ada satu organisme, namun sangat jarang, mungkin ada lebih dari satu organisme dan laboratorium akan melakukan tes kepekaan dan tes lanjutan untuk semuanya.

Fitur dan Keuntungan dengan Alat Otomatic

  • Pengerjaannya sangat mudah digunakan, sehingga menghemat waktu, membantu mencegah kesalahan, sehingga bisa mengurangi lama rawat inap
  • Sistem ini menggunakan botol langsung, sehingga mengurangi kontaminasi pada pekerjanya atau menjaga keselamatan pada pekerja
  • Bisa dilakukan kontrol kualitas
  • Bisa mengeliminasi antibiotik yang sudah diberikan oleh dokter yang merawatnya sebelum dilakukan pemeriksaan mikrobiologi, sehingga angka kepositipannya lebih tinggi dibandingkan pemeriksaan manual. Untuk neutralisasi antimikrobial disini digunakan Adsorbent Polymetric  Beads (APB)
  • Bisa mendeteksi beberpa mikroba secara langsung, misalnya bakteri dan jamur  bisa langsung diperiksa bersama-sama
  • Bisa sekalian memeriksa kuman salmonella typhi langsung bersamaan dengan kuman lain

Sampel yang digunakan:

  • Darah
  • Cairan tubuh yang steril

 

Artikel ditulis oleh: Ririn Maretawati