Risiko Jatuh Pada Pasien Lanjut Usia 5/5 (1)

Keseimbangan Postur

Tubuh memiliki mekanisme untuk mempertahankan postur tetap tegak saat anda duduk, berdiri, maupun beraktivitas. Mekanisme ini merupakan kerja sama antara organ mata, vestibuler dan proploseptif yang diatur oleh pusat keseimbangan di otak kita. Apabila terjadi kerusakan atau kelainan pada salah satu organ tersebut maka akan terjadi gangguan keseimbangan. Gangguan keseimbangan mengakibatkan anda berisiko mudah jatuh. Kondisi lingkungan, seperti permukaan tanah tidak rata, lantai basah, atau banyak undakan, juga akan mempengaruhi sistem keseimbangan anda.

Apakah Anda Berisiko Mudah Jatuh?

Apabila anda memiliki satu atau lebih tanda-tanda di bawah ini, maka anda memiliki risiko gangguan keseimbangan dan mudah jatuh.

  • Gangguan pola berjalan: berjalan dengan diseret, menghentak, berayun
  • Gangguan pendengaran dan/atau penglihatan
  • Vertigo, mudah pusing, atau pingsan pada posisi tegak
  • Kelemahan otot sebagian atau seluruh tubuh, dengan/tanpa menggunakan alat bantu jalan
  • Buang air kecil atau besar yang tidak terkontrol
  • Sakit sedang atau berat
  • Delirium atau kebingungan terhadap kondisi sekitar
  • Konsumsi obat-obat berisiko tinggi (misal: obat penenang, obat hipertensi, obat diabetes, obat pencahar, obat deuretik)
  • Riwayat jatuh dalam waktu 12 bulan terakhir
  • Usia 70 tahun ke atas

 

Apa yang Harus Anda Lakukan untuk Mencegah Jatuh?

Saat di Rumah

  • Gunakan alas kaki yang tidak licin
  • Jaga lantai agar tidak licin atau basah
  • Gunakan alas pijakan karet di kamar mandi
  • Pasang hand rail di toilet atau kamar mandi
  • Pastikan pencahayaan di rumah cukup terang
  • Bila anda sedang sakit atau vertigo, jangan mengunci pintu di kamar mandi

Saat di Luar Rumah

  • Gunakan alas kaki yang tidak licin
  • Gunakan selalu alat bantu berjalan (tongkat, tripod/quadripod, walker, kursi roda, dll) sesuai yang telah direkomendasikan oleh dokter anda
  • Gunakan selalu alat bantu penglihatan dan/atau pendengaran sesuai yang telah direkomendasikan oleh dokter anda
  • Hindari jalan yang licin, basah, atau gelap
  • Minta keluarga atau teman anda mendampingi saat keluar rumah apabila gangguan keseimbangan anda cukup berat dan sangat mengganggu

Saat di Rumah Sakit

  • Perawat akan melakukan asesmen risiko jatuh setiap anda datang ke pelayanan geriatri
  • Apabila anda termasuk berisiko jatuh tinggi, perawat akan memasang stiker pada lengan bagian luar anda sebagai penanda anda berisiko jatuh tinggi
  • Stiker tanda risiko jatuh harus dipakai selama anda berada di lingkungan rumah sakit
  • Beritahukan dokter jenis obat-obatan yang rutin anda minum

 

 

Klinik Golden Care
Pelayanan Geriatri – Lantai 1 Gedung Lukas RS Panti Rapih
Jl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta 55223
Telepon : 0274 – 514014, 514845, 563333 ext 292
Senin – Sabtu pk 07.00 – 14.00 WIB
Wa : 08112869710

Mohon dapat memberikan rating

Hipertiroidisme dan Manifetasi Klinisnya 5/5 (3)

Suatu ketika datang kepada saya seorang wanita muda usia 24 tahun dengan keluhan berat badan yang menurun hampir 4 kg dalam 1 bulan dan cepat capai disertai frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali sehari tanpa diare. Pasien merasa bahwa dirinya terkena penyakit kencing manis, tetapi pada saat dilakukan pemeriksaan gula darah sesaat, ternyata hanya 95 mg/dL. Dengan pemeriksaan fisik dan laboratorium akhirnya didapatkan diagnose pasien tersebut adalah penderita Hipertiroid dan dengan penanganan yang tepat, gejala yang dirasakannya membaik dan berat badan kembali normal.

Kondisi seperti pasien tersebut banyak didapatkan dalam praktek sehari-hari. Hipertiroid adalah istilah yang menggambarkan adanya produksi hormone tiroid yang berlebihan sehingga menimbulkan gejala klinis. Kelenjar tiroid merupakan salah satu kelenjar hormone yang terletak di leher, berbentuk seperti kupu-kupu. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon yang dikenal sebagai Free T4 dan Free T3 atas stimulasi dari Tiroid Stimulating Hormone (TSH) dari kelenjar hipofise. Hormon tiroid bertanggung jawab atas berbagai metabolisme dalam tubuh. Apabila tubuh mengalami kelebihan hormone ini disebut hipertiroid dan bila kekurangan disebut hipotiroid.

Penderita dengan hipertiroid akan menunjukkan gejala-gejala penurunan berat badan, tidak tahan terhadap cuaca panas, rambut rontok, jantung berdebar-debar, sering buang air besar, dan tangan gemetar. Mata yang tampak menonjol (exopthalmus) juga sering ditemukan pada penyakit Graves’ . Kondisi seperti ini disebabkan tertimbunnya jaringan lemak di belakang bola mata yang akan mendorong mata keluar sehingga batas atas kornea tidak tertutup kelopak mata. Sekilas terlihat seperti orang yang sedang marah.  Untuk menegakkan diagnosis biasanya dilakukan pemeriksaan laboratorium yaitu pemeriksaan kadar Free T4 dan TSHs.  Apabila didapatkan kadar Free T4 yang meningkat dan kadar TSHs yang rendah, maka disebut Hipertiroidisme. Peningkatan kadar free T4 tidak selalu berkorelasi dengan besar-kecilnya kelenjar tiroid. Penyebab hipertiroidisme ini antara lain karena penyakit Graves’ atau autoimun dan  peradangan pada kelenjar tiroid (tiroiditis). Pembesaran kelenjar tiroid pada penyakit Graves’ umumnya bersifat difus atau merata dan teraba lunak. Pada tumor tiroid benjolan teraba keras, bahkan tidak disertai kelainan fungsi tiroid.

Kegawatan yang terjadi pada kondisi hipertiroid disebab Krisis tiroid atau badai tiroid. Kasus ini jarang dijumpai, bahkan pengalaman penulis selama menjalani tugas sebagai dokter penyakit dalam baru dua kasus yang dijumpai. Krisi tiroid terjadi akibat pengeluaran hormone tiroid yang berlebihan, biasanya dipicu oleh infeksi berat, tindakan operasi atau manipulasi kelenjar tiroid yang berlebihan. Kondisi ini memerlukan perawatan di ruang perawatan intensif dan pasien selalu disertai demam.

Penanganan hipertiroid dapat dilakukan dengan obat-obatan, iodium radioaktif atau pembedahan. Obat yang sering digunakan adalah Propil Thyouracil atau Metimazole yang bisa diberikan sampai jangka waktu yang lama. Monitoring kadar free T4 secara periodik diperlukan untuk mengevaluasi dosis obat yang diberikan. Apabila dengan dosis terkecil, kadar Free T4 berada pada kisaran normal, obat bisa diberhentikan dulu tetapi monitoring kadar Free T4 tetap dilakukan karena ada kalanya kondisi tersebut relaps (kambuh). Pengobatan dengan Iodium radioaktif masih sering dikhawatirkan oleh sebagian pasien. Pengobatan ini tidak perlu dikhawatirkan karena pada prinsipnya hanya memberikan Iodium radioaktif dengan dosis kecil di mana radioaktif tersebut akan mematikan sel-sel kelenjar tiroid yang memproduksi hormon secara berlebihan. Efek samping yang mungkin timbul apabila semua sel-sel kelenjar tiroid tidak berfungsi, maka akan timbul kondisi Hipotiroid atau kekurangan hormon tiroid dan harus minum Levothyroxin seumur hidup. Pengobatan ini menjadi kompetensi dokter spesialis kedokteran nuklir. Operasi atau pembedahan pada dasarnya hanya untuk mengurangi volume atau besarnya kelenjar tiroid, jadi lebih bersifat kosmetik. Berbeda pada tumor ganas tiroid, pembedahan sifatnya harus dilakukan dan secara radikal atau total dan semua jaringan tiroid akan diambil beserta kelenjar getah bening di sekitarnya,  selanjutnya juga dilakukan pengobatan dengan iodium radioaktif untuk mematikan sel-sel ganas yang masih tersisa.

Hal yang terpenting bagi pasien hipertiroid apapun sebabnya, minum obat secara teratur dan monitoring kadar hormone tiroid secara berkala sangat diperlukan. Konsultasi dengan dokter yang menangani akan membantu keberhasilan terapi.

Ditulis oleh:
dr. FX. Suharnadi, SpPD-KEMD
(Dokter Spesialis Penyakit Dalam-Endokrinologi Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Penyakit Dalam
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Rating untuk artikel/halaman ini : 5/5 (3)

Mohon dapat memberikan rating