TIPS: Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

Melakukan kontak kulit Ibu dengan kulit bayi segera setelah lahir selama paling sedikit satu jam. Peraturan Pemerintah RI No. 33 tahun 2021 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif BAB III Bagian Kedua Inisiasi Menyusu Dini Pasal 9. IMD dilakukan pada bayi bugar di kamar bersalin dan di kamar operasi jika lahir sesar.

Lalu apa saja Keuntungan melakukan IMD?

Untuk Ibu:

  • Merangsang produksi oksitosin dan prolaktin
  • Meningkatkan keberhasilan produksi ASI
  • Meningkatkan jalinan kasih sayang antara ibu dan bayi

Untuk Bayi:

  • Mengurangi 22% kematian bayi berusia 28 hari ke bawah
  • Meningkatkan keberhasilan menyusu secara eksklusif
  • Meningkatkan lamanya bayi menyusui
  • Merangsang produksi susu
  • Memperkuat reflek menghisap bayi

Apa saja manfaat IMD?

  • Menurunkan risiko kedinginan (hypothermia)
  • Membuat pernapasan dan detak jantung bayi lebih stabil
  • Bayi akan memiliki kemampuan melawan bakteri
  • Bayi mendapat kolostrum dengan konsentrasi protein dan immunoglobulin paling tinggi
  • Mendukung keberhasilan ASI eksklusif
  • Membantu pengeluaran plasenta dan mencegah perdarahan
  • Ibu dan ayah akan sangat bahagia bertemu dengan bayinya pertama kali di dada ibunya

Bagaimana langkah melakukan IMD?

  1. Segera setelah bayi lahir, tali pusat dipotong, bayi dikeringan
  2. Lakukan penilaian kebugaran bayi
  3. Meleteakkan Bayi tengkurap di dada diantara kedua payudara ibu dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu
  4. Kedua tangan ibu memeluk bayi
  5. Selimutkan ibu dan bayi dengan kain basah dan kering
  6. Lama kontak minimal satu jam

Selamat mengASIhi bagi seluruh ibu Sahabat Sehat Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta

 

ūüŹ• Kunjungi Klinik Kebidanan Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

ūüď≤ Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 0274-514004, 514006, 521009 (24 jam)

 

 

Panduan Memberikan ASI Kepada Bayi Bagi Ibu dengan Positif COVID-19

Ibu menyusui yang positif terinfeksi COVID-19 masih tetap boleh memberikan ASI untuk buah hatinya. Namun, yang perlu diperhatikan adalah saat memberikan ASI, ibu harus tetap melakukan protokol kesehatan ketat dan tidak mengalami gejala yang berat, jadi ibu masih bisa menyusui langsung.

Yang perlu ibu lakukan agar dapat menyusui langsung secara aman yaitu:

  • Selalu memakai masker saat menyusui dan merawat bayi
  • Mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang bayi
  • Membersihkan dan mendisinfeksi permukaan dan benda yang sering disentuh Ibu dan bayi
  • Menyusui dengan aman. IMD dan menyusui eksklusif membantu tumbuh kembang bayi secara optimal
  • Melakukan IMD. Kontak kulit dengan kulit saat Ibu dan bayi dalam keadaan stabil
  • Rawat gabung bersama bayi pasca melahirkan
  • Jika Ibu tidak kuat menyusui langsung, berikan ASI perah (ASIP) pada bayi
  • Pastikan kebersihan saat memerah ASI
  • Gunakan cangkir bermulut lebar untuk memberikan ASIP pada bayi
  • Gunakan wadah dengan tutup untuk menyimpan ASI perah

Ibu juga harus memperhatikan kualitas ASI perah dengan penyimpanan yang baik dan benar supaya tetap aman dan tidak rusak.

Lalu bagaimana cara menyimpan ASI perah yang tepat?

  1. Jika ASI Perah disimpan dalam lemari pendingin bawah dengan suhu 4 derajat hingga 5 derajat Celsius maka ASI akan mampu bertahan selama 3-4 hari
  2. Bila menggunakan Ice Pack dengan suhu 15 derajat Celsius maka ASI akan mampu bertahan selama 24 jam
  3. Dalam suhu kamar/ruang ASI bertahan selama 3-4 jam
  4. Jika di dalam Freezer dengan suhu -18 derajat Celsius dan -20 derajat Celsius maka ASI akan mampu bertahan selama 4 bulan

Semoga tips diatas dapat membantu ibu dalam memberikan yang terbaik bagi buah hati. Tetap semangat mengASIhi yaa moms.