Telemedicine RS Panti Rapih 5/5 (2)

Halo Sahabat Sehat RS Panti Rapih!

Salah satu cara untuk kami tetap dekat dengan Anda dalam pelayanan kesehatan adalah Konsultasi Online (Telemedicine). Konsultasi dapat anda lakukan dimanapun anda berada secara mudah dan praktis dengan Telemedicine RS Panti Rapih. Ketahui kesehatan Anda dan anak Anda bersama dokter-dokter RS Panti Rapih, cukup dari rumah saja menggunakan Video Call.

Alur pelayanan Telemedicine RS Panti Rapih:

1. Informasi pendaftaran (pilih salah satu)

  • hubungi RS Panti Rapih di nomor 0895-2917-8877 dan pastikan nomor Anda dapat dihubungi melalui Whatsapp
  • menggunakan link registro pantirapih.id/registro
  • menggunakan aplikasi PantiRapihKu
  • menghubungi telp pendaftaran (0274) 514004/514006

Khusus untuk pendaftaran via Registro, PantiRapihKU, website dan telepon : Pendaftaran minimal 3 jam sebelumnya. Jika kurang dari 3 jam, mohon pendaftaran menggunakan Whatsapp

2.  Anda akan mendapatkan informasi dari petugas kami mengenai Jadwal Konsultasi dan Cara Pembayaran

3. Lakukan Pembayaran via Transfer

4. Informasikan bukti pembayaran dan tunggu notifikasi selanjutnya

5. Pasien akan dihubungi oleh RS Panti Rapih untuk melakukan Konsultasi Online pada jadwal yang sudah ditentukan, via Video Call Whatsapp

6. Jika terdapat resep maka Farmasi akan menghubungi anda. Pemberian informasi obat oleh Apoteker dan obat dikirim oleh petugas Farmasi 

 

Untuk tahu informasi mengenai jadwal dokter dapat dilihat diaplikasi PantiRapihKu atau aplikasi Registro.

RS Panti Rapih Sahabat Untuk Hidup Sehat

Informasi & Pendaftaran Telemedicine, klik tombol dibawah

Mohon dapat memberikan rating

Apa Itu Demensia? No ratings yet.

Lupa adalah hal yang manusiawi. Akan tetapi, terkadang kita menjumpai seseorang yang amat pelupa hingga mengganggu aktivitasnya sehari-hari dan mengganggu interaksinya dengan lingkungan sekitar. Masyarakat menyebut kondisi tersebut dengan istilah “pikun”. Dalam ilmu kedokteran, kepikunan ini disebut sebagai demensia. Sebenarnya, apakah yang dimaksud dengan kepikunan atau demensia?

Demensia adalah suatu kondisi yang ditandai dengan adanya gangguan pada “fungsi luhur” manusia, yang meliputi atensi/perhatian, bahasa, memori/daya ingat, pengenalan ruang dan waktu, serta fungsi eksekutif (perencanaan dan pengorganisasian). Gangguan “fungsi luhur” pada demensia tersebut pada akhirnya akan mengganggu aktivitas sehari-hari dan interaksi sosial. Orang yang mengalami demensia akan sering mengucapkan hal yang sama berulang-ulang, kesulitan untuk mengingat atau mempelajari hal baru, kesulitan dalam berkomunikasi atau merangkai kata, kebingungan terhadap waktu atau tempat, dan kesulitan dalam mengambil keputusan. Aktivitas sehari-hari yang biasanya dapat dilakukan dengan mudah, seperti berpakaian, makan, dan mandi, menjadi hal yang lebih sulit bagi seseorang dengan demensia. Bahkan terkadang mereka dapat tersesat bahkan ketika sedang berjalan menuju rumahnya sendiri. Seseorang dengan demensia juga akan mengalami perubahan perilaku dan emosi, seperti mudah curiga, dan menjadi lebih sering menyendiri. Hal tersebut tidak disadari oleh penderitanya, tetapi dirasakan oleh orang-orang di sekelilingnya. Apabila tidak ditangani dengan baik, kondisi ini akan semakin memburuk seiring waktu.

Demensia lebih sering muncul pada usia lanjut, sehingga tidaklah heran jika demensia sering disebut sebagai “penyakit tua”. Meningkatnya populasi lansia secara tidak langsung juga meningkatkan angka kejadian demensia secara umum. Demensia tidak dapat diobati, tetapi dapat dicegah. Gaya hidup sehat adalah kunci utama untuk mencegah demensia. Makan makanan dengan gizi seimbang, olahraga teratur, dan mengelola stress adalah tiga hal yang dapat dilakukan untuk mencegah demensia. Gaya hidup sehat akan menurunkan risiko penyakit hipertensi, memperbaiki keseimbangan lemak darah (kolesterol, trigliserida, LDL, dan HDL), mencegah obesitas, dan memperbaiki keseimbangan kadar gula darah, sehingga secara tidak langsung juga akan menurunkan risiko demensia. Bagi seseorang yang telah terdiagnosis demensia, upaya-upaya di atas tetap harus dilakukan untuk mencegah semakin memburuknya demensia yang dialami. Dukungan sosial adalah faktor lain yang sangat penting bagi penderita demensia. Pengabaian dari orang-orang di sekeliling akan semakin memperburuk demensia yang dialami.

Terdapat beberapa pemeriksaan untuk mendeteksi dini demensia. Mini Mental Satte Examination dan Clock Drawing Test adalah dua pemeriksaan yang paling sering digunakan untuk mendeteksi demensia. Pada pemeriksaan tersebut, pasien akan diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan dan melakukan beberapa instruksi yang dipandu oleh dokter atau tenaga terlatih. Setiap jawaban yang disampaikan akan menentukan derajat kepikunan seseorang. Apabila kita menjumpai seseorang yang kita curigai mengalami demensia, segeralah bawa mereka ke dokter spesialis saraf atau ke klinik memori. Semakin lama tidak terdeteksi dan tidak tertangani, maka akan semakin buruk demensia yang dialami. Semakin buruk demensia yang dialami, maka akan semakin menurun kualitas hidup penderitanya.

 

di susun oleh:

dr. Rosa De Lima Renita Sanyasi (Dokter Rumah Sakit Panti Rapih)

Mohon dapat memberikan rating