{"id":915,"date":"2021-03-29T02:25:41","date_gmt":"2021-03-29T02:25:41","guid":{"rendered":"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/?p=915"},"modified":"2023-07-03T07:20:37","modified_gmt":"2023-07-03T07:20:37","slug":"peran-procalsitonin-dalam-diagnosa-sepsis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/peran-procalsitonin-dalam-diagnosa-sepsis\/","title":{"rendered":"Peran Procalsitonin dalam Diagnosa Sepsis"},"content":{"rendered":"<p>Sepsis adalah tanggap tubuh terhadap infeksi. Infeksi bisa disebabkan oleh mikroorganisme yang masuk kedalam tubuh dan terbatas dibagian tubuh atau menyebar keseluruh peredaran darah. \u00a0Sepsis sering terjadi di rumah sakit, dimana sampai saat ini sepsis masih merupakan masalah di dunia medis dan sering menyebabkan kematian, karena itu perlu diketahui dan dipahami keberadaan petandanya yang bertujuan untuk menemukannya sedini mungkin. Petanda diagnosis sepsis yang ideal adalah: sangat khas dan peka, mudah penggunaanya, cepat dan murah serta berbanding lurus dengan kegawatannya. Sampai sekarang standart baku untuk diagnosis infeksi adalah kultur, tetapi ada beberapa kelemahan dari pemeriksaan kultur, yaitu dibutuhkannya waktu yang lama, sehingga diagnosis sepsis sering terlambat penentuannya.<\/p>\n<p>Dalam beberapa tahun terakhir, PCT (procalcitonin) telah diakui sebagai petanda sensitif dan spesifik yang membantu dokter dalam deteksi dan terapi pemantauan awal infeksi bakteri yang berat atau sepsis. Selain itu pemeriksaan ini dapat pula digunakan untuk memantau hasil pengobatan.<br \/>\nProcalcitonin merupakan protein fase akut yang konsentrasinya meningkat pada penderita sepsis. Procalcitonin meningkat juga pada keadaan Systemic Inflammantory Response Syndrome (SIRS) pada penderita trauma yang mengalami disfungsi organ, akan tetapi kadarnya jauh lebih rendah dari pada penderita SIRS dengan infeksi (sepsis).<\/p>\n<p>Procalcitonin merupakan penanda yang memungkinkan diferensiasi secara spesifik antara infeksi bakteri dengan sebab-sebab lain dari reaksi inflamasi untuk diagnosis laboratorium.<\/p>\n<p><strong>PROCALSITONIN<\/strong><\/p>\n<p>Procalsitonin merupakan prohormon cakcitonin, mengandung 3 fragmen, yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li>fragmen N terminal aminoprocalcitonin (57 asam amino)<\/li>\n<li>calcitonin (32asam amino) terletak pada pusat peptida<\/li>\n<li>calcitonin caarboxyterminal peptide-1 (CG-1) atau katacalcin (21 asam amino) pada ujung terminal karboksil.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-916\" src=\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/SIRS-2-300x203.jpg\" alt=\"\" width=\"334\" height=\"226\" srcset=\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/SIRS-2-300x203.jpg 300w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/SIRS-2.jpg 400w\" sizes=\"(max-width: 334px) 100vw, 334px\" \/><\/p>\n<p>Gambar 1. Struktur molekul procalcitonin<\/p>\n<p>Sejak awal tahun 1990-an procalcitonin pertama kali digambarkan sebagai tanda spesifik infeksi bakteri. Kepekaan serum procalcitonin meningkat saat infeksi sistemik, khususnya ketika hal tersebut disebabkan oleh infeksi bakteri. Procalcitonin ialah prohormon calcitonin, kadarnya meningkat saat sepsis dan sudah dikenali sebagai petanda penyakit infeksi yang berat. Kadar procalcitonin dapat mencapai 1000 ng\/ml saat sepsis berat dan syok sepsis. Pada keadaan fisiologis, kadar procalcitonin rendah dan bahkan tidak terdeteksi (dalam ng\/ml), tetapi akan meningkat bila terjadi bakteriemia atau fungimia yang timbul sesuai dengan beratnya infeksi.<\/p>\n<p>Pelepasan procalcitonin kedalam sirkulasi dengan kadar yang tinggi dalam berbagai keadaan penyakit tidak disertai dengan peningkatan kadar calcitonin secara bermakna. Waktu paruh procalcitonin adalah 25 sampai 35 jam dan secara signifikan tidak berubah pada gagal ginjal, oleh karena itu kadar dalam serum dapat digunakan untuk tujuan diagnostik pada penderita yang fungsi ginjalnya terganggu. Procalcitonin diinduksi oleh endotoksin yang dihasilkan oleh bakteri selama terjadi infeksi sistemik. Infeksi yang disebabkan oleh protozoa, infeksi non bakteri\u00a0 (virus) dan penyakit autoimun tidak menginduksi procalcitonin. Kadar procalcitonin muncul cepat dalam 2 jam setelah rangsangan, mencapai puncaknya setelah 12 sampai 48 jam dan secara perlahan menurun dalam waktu 48 sampai 72 jam.<\/p>\n<p>Peran Procalcitonin terhadap sepsis adalah menghambat prostaglandin dan sintesis trmboksan pada limfosit in vitro dan mengurangi hubungan stimulasi LPS terhadap produksi TNF pada kultur darah. Menurut Whicher, pemberian rekombinan human procalcitonin terhadap sepsis pada tupai menghasilkan peningkatan mortalitas yang berbanding terbalik dengan pemberian netralisasi antibodi. Kemungkinan procalcitonin mempunyai peran dalam fisiologi sepsis yang didukung oleh untaian antara procalcitonin dan sitokin seperti TNF, IL-6 dan granulocyte colony-stimulaating factor.<\/p>\n<p><strong>Kegunaan Pemeriksaan Procalcitonin<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Mendiagnosis sepsis lebih dini atau dapat mebedakan antara infeksi dan non infeksi pada SIRS. Karena seringkali diagnosis sepsis sulit ditetapkan karena tanda-tanda awal sulit dikenali dan serupa dengan berbagai proses non infeksi. Sulitnya penegakan diagnosis menyebabkan diagnosis menjadi terlambat, pemberian antibiotika menjadi tidak efektif, angka mortalitas dan kebutuhan biaya perawatan tetap tinggi serta lama perawatan (mondok) lebih lama.<\/li>\n<li>Pengamatan kadar Procalcitonin bermanfaat untuk menilai perlu tidaknya biakan darah dilakukan serta penetapan penggunaan antibiotik.<\/li>\n<li>Mengetahui prognosis dari sepsis<\/li>\n<li>mengevaluasi hasil pengobatan.<\/li>\n<li>Pemeriksaan Procalcitonin meningkatkan sensitivitas dan spesifisitas dalam mendiagnosis sepsis akibat bakteri.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Waktu Pemeriksaan Procalcitonin<\/strong><br \/>\nPemerksaan Procalcitonin direkomendasikan sesegera mungkin dilakukan untuk semua pasien dengan dugaan SIRS atau sepsis.<\/p>\n<p><strong>Indikasi Pemeriksaan Procalcitonin<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Pasien di rumah sakit baik di UGD, ICU maupun diruangan dengan kecurigaan SIRS atau sepsis.<\/li>\n<li>Pasien Sepsis yang diterapi antibiotik, untuk mengevaluasi hasil pengobatan dan juga mengetahui prognosis penyakit.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Informasi Teknis<br \/>\n<\/strong>Nama Pemeriksaan : Procalcitonin<br \/>\nMetode Pemeriksaan : Enzyme Linked<br \/>\nJenis Sampel : Serum atau Plasma<br \/>\nStabilitas : 48 jam pada 2-8\u00b0C atau 6 bulan pada -25 \u00b1 6\u00b0C<br \/>\nNilai Rujukan : &lt;0,05 ng\/mL<\/p>\n<ul>\n<li>Pembekuan dan pencairan dari plasma atau serum yang disimpan\/dibekukan difreezer pada pemeriksaan procalcitonin tidak mempengaruhi kadarnya, tetapi sesudah penyimpanan plasma selama 24 jam pada suhu ruang akan mengurangi kadarnya sampai 12,4% dan bila disimpan pada suhu 4<sup>o <\/sup>C akan mengurangi kadarnya sampai 6,3%.<\/li>\n<li>Kepekatan kadar procalcitonin dari sampel darah arteri dan vena tidak ada perbedaan, paling baik menggunakan plasma EDTA. Untuk pemeriksaan procalcitonin ini sebaiknya dilakukan sebelum 4 jam setalah penngambilan sampel.<\/li>\n<li>Pemeriksaan ini tidak dipengaruhi noleh kadar hemoglobin, bilirubin ataupun trigliserida, tetapi untuk kasus hemolisis berat tidak disarankan.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Keterangan Hasil dan Intepretasi<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-917\" src=\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/SIRS-3-300x178.jpg\" alt=\"\" width=\"397\" height=\"235\" srcset=\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/SIRS-3-300x178.jpg 300w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/SIRS-3.jpg 440w\" sizes=\"(max-width: 397px) 100vw, 397px\" \/><\/p>\n<ul>\n<li>Hasil &lt; 0,5 ng\/mL menunjukan bukan sepsis, tetapi tidak menyingkirkan adanya infeksi lokal<\/li>\n<li>Hasil 0,5-2 ng\/mL harus diinterpretasi bersamaan dengan riwayat pasien<\/li>\n<li>Pemeriksaan Procalcitonin harus diulang dalam 6-24 jam kemudian jika diperoleh hasil &lt; 2 ng\/mL<\/li>\n<li>Hasil &gt; 2 ng\/mL menunjukkan risiko tinggi adanya sepsis<\/li>\n<li>Hasil &gt; 2 sampai dengan 10 menggambarkan adanya sepsis yang berat<\/li>\n<li>Hasil &gt; 10 kemungkinan sudah terjadi shock septic<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pada infeksi lokal, tidak ada peningkatan kadar procalcitonin, penurunan yang tajam terhadap terapi antibiotika tidak secara langsung menyatakan penghilangan infeksi, tetapi semata-mata merupakan reaksi sistemik yang terkendali<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Artikel ini ditulis oleh :<br \/>\n<strong>dr Tri Djoko Endro Susilo, Sp.PK<br \/>\n<\/strong>(Instalasi Laboratorium <a href=\"http:\/\/www.pantirapih.or.id\">RS Panti Rapih<\/a> Yogyakarta)<\/p>\n<p><strong>Informasi Pelayanan :\u00a0<\/strong><br \/>\n<strong>Laboratorium<\/strong><br \/>\nLantai 1 Gedung Rawat Jalan Borromeus <a href=\"http:\/\/www.pantirapih.or.id\/\">RS Panti Rapih<\/a>\u00a0Yogyakarta<\/p>\n<p><strong>Pendaftaran :<\/strong><br \/>\nPendaftaran 24 Jam (0274) 514004 \/ 514006<br \/>\nAplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)<\/p>\n<table style=\"width: 400px;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.rspr.rspr_online\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-4902\" src=\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-300x113.png\" alt=\"\" width=\"162\" height=\"61\" srcset=\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-300x113.png 300w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-1024x384.png 1024w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-768x288.png 768w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-1536x576.png 1536w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-2048x768.png 2048w\" sizes=\"(max-width: 162px) 100vw, 162px\" \/><\/a><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/apps.apple.com\/id\/app\/pantirapihku\/id1670092715\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-4903\" src=\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-300x113.png\" alt=\"\" width=\"162\" height=\"61\" srcset=\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-300x113.png 300w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-1024x384.png 1024w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-768x288.png 768w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-1536x576.png 1536w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-2048x768.png 2048w\" sizes=\"(max-width: 162px) 100vw, 162px\" \/><\/a><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p style=\"text-align: center;\">Rating untuk artikel\/halaman ini : <span class=\"rating-result  mr-shortcode rating-result-915\">\t<span class=\"mr-star-rating\">\t\t\t    <i class=\"fas fa-star mr-star-full\"><\/i>\t    \t    <i class=\"fas fa-star mr-star-full\"><\/i>\t    \t    <i class=\"fas fa-star mr-star-full\"><\/i>\t    \t    <i class=\"fas fa-star mr-star-full\"><\/i>\t    \t    <i class=\"fas fa-star-half-alt mr-star-half\"><\/i>\t    <\/span><span class=\"star-result\">\t4.5\/5<\/span>\t\t\t<span class=\"count\">\t\t\t\t(2)\t\t\t<\/span>\t\t\t<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sepsis adalah tanggap tubuh terhadap infeksi. Infeksi bisa disebabkan oleh mikroorganisme yang masuk kedalam tubuh dan terbatas dibagian tubuh atau menyebar keseluruh peredaran darah. \u00a0Sepsis sering terjadi di rumah sakit, dimana sampai saat ini sepsis masih merupakan masalah di dunia medis dan sering menyebabkan kematian, karena itu perlu diketahui dan dipahami keberadaan petandanya yang bertujuan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":918,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rating_form_position":"","rating_results_position":"","mr_structured_data_type":""},"categories":[2],"tags":[215,214,217,216],"multi-rating":{"mr_rating_results":[{"adjusted_star_result":4.5,"star_result":4.5,"total_max_option_value":5,"adjusted_score_result":4.5,"score_result":4.5,"percentage_result":90,"adjusted_percentage_result":90,"count":2,"post_id":915}]},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v15.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Peran Procalsitonin dalam Diagnosa Sepsis - Rumah Sakit Panti Rapih<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Rumah Sakit Panti Rapih Peran Procalsitonin dalam Diagnosa Sepsis Artikel Kesehatan\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/peran-procalsitonin-dalam-diagnosa-sepsis\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Peran Procalsitonin dalam Diagnosa Sepsis - Rumah Sakit Panti Rapih\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Rumah Sakit Panti Rapih Peran Procalsitonin dalam Diagnosa Sepsis Artikel Kesehatan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/peran-procalsitonin-dalam-diagnosa-sepsis\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Rumah Sakit Panti Rapih\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/pantirapihhospital\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-03-29T02:25:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-07-03T07:20:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/SIRS-4-PCT.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"612\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"344\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Est. reading time\">\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"5 minutes\">\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#organization\",\"name\":\"Rumah Sakit Panti Rapih\",\"url\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/pantirapihhospital\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/rspantirapihyogyakarta\/\",\"https:\/\/www.youtube.com\/c\/RSPantiRapih\",\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Rumah_Sakit_Umum_Panti_Rapih\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#logo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/RS-Panti-Rapih-Thumbnail.jpg\",\"width\":400,\"height\":400,\"caption\":\"Rumah Sakit Panti Rapih\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/\",\"name\":\"Rumah Sakit Panti Rapih\",\"description\":\"Sahabat Untuk Hidup Sehat\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/peran-procalsitonin-dalam-diagnosa-sepsis\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/SIRS-4-PCT.jpg\",\"width\":612,\"height\":344,\"caption\":\"Recovering Little Child Lying in the Hospital Bed Sleeping, Mother Holds Her Hand Comforting. Focus on the Hands. Emotional Family Moment.\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/peran-procalsitonin-dalam-diagnosa-sepsis\/#webpage\",\"url\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/peran-procalsitonin-dalam-diagnosa-sepsis\/\",\"name\":\"Peran Procalsitonin dalam Diagnosa Sepsis - Rumah Sakit Panti Rapih\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/peran-procalsitonin-dalam-diagnosa-sepsis\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2021-03-29T02:25:41+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-03T07:20:37+00:00\",\"description\":\"Rumah Sakit Panti Rapih Peran Procalsitonin dalam Diagnosa Sepsis Artikel Kesehatan\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/peran-procalsitonin-dalam-diagnosa-sepsis\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/peran-procalsitonin-dalam-diagnosa-sepsis\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/peran-procalsitonin-dalam-diagnosa-sepsis\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/\",\"url\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/peran-procalsitonin-dalam-diagnosa-sepsis\/\",\"url\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/peran-procalsitonin-dalam-diagnosa-sepsis\/\",\"name\":\"Peran Procalsitonin dalam Diagnosa Sepsis\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/peran-procalsitonin-dalam-diagnosa-sepsis\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/peran-procalsitonin-dalam-diagnosa-sepsis\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#\/schema\/person\/11b91a9705a3fa42038bdb3adf2ad9db\"},\"headline\":\"Peran Procalsitonin dalam Diagnosa Sepsis\",\"datePublished\":\"2021-03-29T02:25:41+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-03T07:20:37+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/peran-procalsitonin-dalam-diagnosa-sepsis\/#webpage\"},\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/peran-procalsitonin-dalam-diagnosa-sepsis\/#primaryimage\"},\"keywords\":\"PCT,procalcitonin,prohormon cakcitonin,Systemic Inflammantory Response Syndrome (SIRS)\",\"articleSection\":\"Artikel Kesehatan\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/peran-procalsitonin-dalam-diagnosa-sepsis\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#\/schema\/person\/11b91a9705a3fa42038bdb3adf2ad9db\",\"name\":\"admin pantirapih\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2550f0e0274cea6119ffb0dbeae56f7?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin pantirapih\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/915"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=915"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/915\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5236,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/915\/revisions\/5236"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/media\/918"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=915"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=915"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=915"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}