{"id":910,"date":"2021-03-26T04:27:08","date_gmt":"2021-03-26T04:27:08","guid":{"rendered":"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/?p=910"},"modified":"2023-07-03T07:03:49","modified_gmt":"2023-07-03T07:03:49","slug":"pemeriksaan-antinuclear-antibody-test-ana-test-untuk-penyakit-autoimun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/pemeriksaan-antinuclear-antibody-test-ana-test-untuk-penyakit-autoimun\/","title":{"rendered":"Pemeriksaan Antinuclear Antibody Test (ANA Test) untuk Penyakit Autoimun"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Kita secara normal mempunyai antibodi-antibodi dalam darah kita yang menolak\/mengusir penyerbu-penyerbu kedalam tubuh kita, seperti mikroba-mikroba virus dan bakteri. Anti-nuklir antibodi (juga dikenal sebagai anti-nuclear factor atau ANF) adalah autoantibodi yang mempunyai kemampuan mengikat pada struktur-struktur tertentu didalam inti (nukleus) dari sel-sel lekosit. ANA yang merupakan imunoglobulin (IgM, IgG, dan IgA) bereaksi dengan inti lekosit menyebabkan terbentuknya antibodi, yaitu anti-DNA dan anti-D-nukleoprotein (anti-DNP). Anti-DNA dan anti-DNP hampir selalu dijumpai pada penderita SLE. Temuan anti-DNA akan berfluktuasi bergantung pada proses penyakit ini, yang disertai dengan remisi dan eksaserbasi. Anti-DNA 95% dapat ditemukan pada penderita nefritis lupus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Uji ANA merupakan <a href=\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/paket-skrining-kesehatan-wanita\/\">skrining<\/a> untuk lupus eritematosus sistemik (SLE) dan penyakit kolagen lainnya. Kadar total ANA juga dapat meningkat pada penyakit skleroderma, rheumatoid arthritis, sirosis, leukemia, mononukleosis infeksiosa, dan malignansi. Untuk mendiagnosis lupus, temuan uji ANA harus dibandingkan dengan hasil uji lupus lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><br \/>\nMasalah Klinis<\/strong><br \/>\nPenyakit-penyakit autoimun adalah kondisi-kondisi dimana ada suatu kelainan dari sistim imun yang dikarakteristikan oleh produksi yang abnormal dari antibodi-antibodi (auto-antibodies) yang diarahkan terhadap jaringan-jaringan tubuh. Penyakit-penyakit autoimun secara khas mencirikan peradangan dari beragam jaringan-jaringan tubuh. ANAs ditemukan pada pasien-pasien dengan suatu jumlah dari penyakit-penyakit autoimun yang berbeda, seperti\u00a0 systemic lupus erythematosus, Sjogren&#8217;s syndrome, rheumatoid arthritis, polymyositis, scleroderma, Hashimoto&#8217;s thyroiditis, juvenile diabetes mellitus, Addison disease, vitiligo, pernicious anemia, glomerulonephritis, dan pulmonary fibrosis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">ANAs dapat juga ditemukan pada pasien-pasien dengan kondisi-kondisi yang tidak dipertimbangkan sebagai penyakit-penyakit autoimun yang klasik, seperti infeksi-infeksi kronis dan kanker.<br \/>\nBanyak obat yang bisa merangsang produksi ANA, seperti prokainamid (Procan SR), antihipertensi (hidralazin), dilantin, antibiotik (penisilin, streptomisin, tetrasiklin), metildopa, anti-TB (asam p-aminosalisilat, isoniazid), diuretik (asetazolamid, tiazid), kontrasepsi oral, trimetadion, fenitoin. ANA yang dipicu oleh obat-obatan disebut sebagai drug-induced ANA.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Prosedur<\/strong><br \/>\nUntuk mendeteksi ANA dapat menggunakan tes ANA. Tes ANA ini dapat mendeteksi auto-antibodies yang ada dalam serum darah penderita. Ada beberapa metode tes yang digunakan untuk mendeteksi dan menghitung banyaknya ANA dalam tubuh penderita, diantaranya <em>immunoflurescence <\/em>dan <em>enzyme linked immunosorbent assay <\/em>(ELISA). Saat ini metode ELISA adalah metode yang paling sering digunakan, karena metode ini memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang lebih tinggi dibanding <em>immunoflurescence<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Metode ELISA melibatkan interaksi antibodi dalam serum penderita dengan antigen yang ada kemudian akan membentuk reaksi kompleks yang ditunjukkan dengan adanya perubahan warna. Hasil yang diperoleh adalah sebuah nilai Optical Density dari pengukuran fotometer. Pembacaan hasil akan dibaca sebagai positif, negative atau equivocal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tes ANA diakatakan negative apabila hasil yang didapat kurang dari 20 Unit, yang berarti tidak terdeteksi penyakit autoimun. Sebaliknya, tes ANA dikatakan positif apabila hasil yang didapat &gt;60 Unit yang berarti adanya penyakit autoimun. Tes ANA yang positif tidak mendiagnosa penyakit secara spesifik, dikarenakan ada bebrapa kondisi yang membuat hasil tersebut menjadi positif, diantaranya SLE, chronic liver disease, rheumatoid arthtritis, collagen vascular disease, sjogren syndrome, scleroderma, dan thyroid disease.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tes ANA dapat ,menjadi suatu pilihan yang terutama dalam mendukung diagnose penyakit SLE. Sebab menurut <em>According to the American College of Rheumatology<\/em>, lenih dari 95% penderita penyakit SLE akan memberikan hasil positif pada tes ini. Tetapi perlu diingat bahwa tidak semua hasil tes ANA yang positif akan menunjukkan bahwa terdapat penyakit SLE, dan tidak semua orang yang menderita penyakit SLE memberikan hasil yang positif. Oleh karena itu, tes ini tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya diagnosis untuk penyakit SLE, tetapi dapat menjadi penunjang yang utama untuk mendeteksi adanya penyakit autoimun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Faktor yang Dapat Mempengaruhi Hasil <a href=\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/laboratorium\/\">Laboratorium<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2022 Obat-obatan tertentu yang mempengaruhi hasil pengujian (lihat pengaruh obat)<br \/>\n\u2022 Proses penuaan dapat menyebabkan peningkatan kadar ANA<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Artikel ini ditulis oleh:<br \/>\n<strong>Rosalina Dwi Astuti<br \/>\n<\/strong>Laboratorium <a href=\"http:\/\/www.pantirapih.or.id\">RS Panti Rapih<\/a> Yogyakarta<\/p>\n<p><strong>Informasi Pelayanan :\u00a0<\/strong><br \/>\n<strong>Laboratorium<\/strong><br \/>\nLantai 1 Gedung Rawat Jalan Borromeus <a href=\"http:\/\/www.pantirapih.or.id\/\">RS Panti Rapih<\/a>\u00a0Yogyakarta<\/p>\n<p><strong>Pendaftaran :<\/strong><br \/>\nPendaftaran 24 Jam (0274) 514004 \/ 514006<br \/>\nAplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)<\/p>\n<table style=\"width: 400px;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.rspr.rspr_online\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-4902\" src=\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-300x113.png\" alt=\"\" width=\"162\" height=\"61\" srcset=\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-300x113.png 300w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-1024x384.png 1024w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-768x288.png 768w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-1536x576.png 1536w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-2048x768.png 2048w\" sizes=\"(max-width: 162px) 100vw, 162px\" \/><\/a><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/apps.apple.com\/id\/app\/pantirapihku\/id1670092715\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-4903\" src=\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-300x113.png\" alt=\"\" width=\"162\" height=\"61\" srcset=\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-300x113.png 300w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-1024x384.png 1024w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-768x288.png 768w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-1536x576.png 1536w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-2048x768.png 2048w\" sizes=\"(max-width: 162px) 100vw, 162px\" \/><\/a><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p style=\"text-align: center;\">Rating untuk artikel\/halaman ini : <span class=\"rating-result  mr-shortcode rating-result-910\">\t<span class=\"mr-star-rating\">\t\t\t    <i class=\"fas fa-star mr-star-full\"><\/i>\t    \t    <i class=\"fas fa-star mr-star-full\"><\/i>\t    \t    <i class=\"fas fa-star mr-star-full\"><\/i>\t    \t    <i class=\"fas fa-star mr-star-full\"><\/i>\t    \t    <i class=\"fas fa-star mr-star-full\"><\/i>\t    <\/span><span class=\"star-result\">\t4.95\/5<\/span>\t\t\t<span class=\"count\">\t\t\t\t(22)\t\t\t<\/span>\t\t\t<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kita secara normal mempunyai antibodi-antibodi dalam darah kita yang menolak\/mengusir penyerbu-penyerbu kedalam tubuh kita, seperti mikroba-mikroba virus dan bakteri. Anti-nuklir antibodi (juga dikenal sebagai anti-nuclear factor atau ANF) adalah autoantibodi yang mempunyai kemampuan mengikat pada struktur-struktur tertentu didalam inti (nukleus) dari sel-sel lekosit. ANA yang merupakan imunoglobulin (IgM, IgG, dan IgA) bereaksi dengan inti lekosit [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":911,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rating_form_position":"","rating_results_position":"","mr_structured_data_type":""},"categories":[2],"tags":[210,211,212,213],"multi-rating":{"mr_rating_results":[{"adjusted_star_result":4.95000000000000017763568394002504646778106689453125,"star_result":4.95000000000000017763568394002504646778106689453125,"total_max_option_value":5,"adjusted_score_result":4.95000000000000017763568394002504646778106689453125,"score_result":4.95000000000000017763568394002504646778106689453125,"percentage_result":99.090000000000003410605131648480892181396484375,"adjusted_percentage_result":99.090000000000003410605131648480892181396484375,"count":22,"post_id":910}]},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v15.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pemeriksaan Antinuclear Antibody Test (ANA Test) untuk Penyakit Autoimun - Rumah Sakit Panti Rapih<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Uji ANA (ANA TEST) merupakan skrining untuk lupus eritematosus sistemik (SLE) dan penyakit kolagen lainnya. Kadar total ANA juga dapat meningkat pada penyakit skleroderma, rheumatoid arthritis, sirosis, leukemia, mononukleosis infeksiosa, dan malignansi. Untuk mendiagnosis lupus, temuan uji ANA harus dibandingkan dengan hasil uji lupus lainnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/pemeriksaan-antinuclear-antibody-test-ana-test-untuk-penyakit-autoimun\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pemeriksaan Antinuclear Antibody Test (ANA Test) untuk Penyakit Autoimun - Rumah Sakit Panti Rapih\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Uji ANA (ANA TEST) merupakan skrining untuk lupus eritematosus sistemik (SLE) dan penyakit kolagen lainnya. Kadar total ANA juga dapat meningkat pada penyakit skleroderma, rheumatoid arthritis, sirosis, leukemia, mononukleosis infeksiosa, dan malignansi. Untuk mendiagnosis lupus, temuan uji ANA harus dibandingkan dengan hasil uji lupus lainnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/pemeriksaan-antinuclear-antibody-test-ana-test-untuk-penyakit-autoimun\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Rumah Sakit Panti Rapih\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/pantirapihhospital\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-03-26T04:27:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-07-03T07:03:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/blood-test-ANA.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"860\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"569\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Est. reading time\">\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"4 minutes\">\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#organization\",\"name\":\"Rumah Sakit Panti Rapih\",\"url\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/pantirapihhospital\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/rspantirapihyogyakarta\/\",\"https:\/\/www.youtube.com\/c\/RSPantiRapih\",\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Rumah_Sakit_Umum_Panti_Rapih\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#logo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/RS-Panti-Rapih-Thumbnail.jpg\",\"width\":400,\"height\":400,\"caption\":\"Rumah Sakit Panti Rapih\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/\",\"name\":\"Rumah Sakit Panti Rapih\",\"description\":\"Sahabat Untuk Hidup Sehat\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/pemeriksaan-antinuclear-antibody-test-ana-test-untuk-penyakit-autoimun\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/blood-test-ANA.jpg\",\"width\":860,\"height\":569},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/pemeriksaan-antinuclear-antibody-test-ana-test-untuk-penyakit-autoimun\/#webpage\",\"url\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/pemeriksaan-antinuclear-antibody-test-ana-test-untuk-penyakit-autoimun\/\",\"name\":\"Pemeriksaan Antinuclear Antibody Test (ANA Test) untuk Penyakit Autoimun - Rumah Sakit Panti Rapih\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/pemeriksaan-antinuclear-antibody-test-ana-test-untuk-penyakit-autoimun\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2021-03-26T04:27:08+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-03T07:03:49+00:00\",\"description\":\"Uji ANA (ANA TEST) merupakan skrining untuk lupus eritematosus sistemik (SLE) dan penyakit kolagen lainnya. Kadar total ANA juga dapat meningkat pada penyakit skleroderma, rheumatoid arthritis, sirosis, leukemia, mononukleosis infeksiosa, dan malignansi. Untuk mendiagnosis lupus, temuan uji ANA harus dibandingkan dengan hasil uji lupus lainnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/pemeriksaan-antinuclear-antibody-test-ana-test-untuk-penyakit-autoimun\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/pemeriksaan-antinuclear-antibody-test-ana-test-untuk-penyakit-autoimun\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/pemeriksaan-antinuclear-antibody-test-ana-test-untuk-penyakit-autoimun\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/\",\"url\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/pemeriksaan-antinuclear-antibody-test-ana-test-untuk-penyakit-autoimun\/\",\"url\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/pemeriksaan-antinuclear-antibody-test-ana-test-untuk-penyakit-autoimun\/\",\"name\":\"Pemeriksaan Antinuclear Antibody Test (ANA Test) untuk Penyakit Autoimun\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/pemeriksaan-antinuclear-antibody-test-ana-test-untuk-penyakit-autoimun\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/pemeriksaan-antinuclear-antibody-test-ana-test-untuk-penyakit-autoimun\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#\/schema\/person\/11b91a9705a3fa42038bdb3adf2ad9db\"},\"headline\":\"Pemeriksaan Antinuclear Antibody Test (ANA Test) untuk Penyakit Autoimun\",\"datePublished\":\"2021-03-26T04:27:08+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-03T07:03:49+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/pemeriksaan-antinuclear-antibody-test-ana-test-untuk-penyakit-autoimun\/#webpage\"},\"commentCount\":12,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/pemeriksaan-antinuclear-antibody-test-ana-test-untuk-penyakit-autoimun\/#primaryimage\"},\"keywords\":\"Antinuclear Antibody Test,autoimun,ELISA method,tes ANA\",\"articleSection\":\"Artikel Kesehatan\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/pemeriksaan-antinuclear-antibody-test-ana-test-untuk-penyakit-autoimun\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#\/schema\/person\/11b91a9705a3fa42038bdb3adf2ad9db\",\"name\":\"admin pantirapih\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2550f0e0274cea6119ffb0dbeae56f7?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin pantirapih\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/910"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=910"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/910\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5233,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/910\/revisions\/5233"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/media\/911"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=910"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=910"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=910"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}