{"id":6705,"date":"2024-07-22T07:31:45","date_gmt":"2024-07-22T07:31:45","guid":{"rendered":"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/?p=6705"},"modified":"2025-04-22T02:39:17","modified_gmt":"2025-04-22T02:39:17","slug":"pantau-tumbuh-kembang-baduta-untuk-cegah-stunting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/pantau-tumbuh-kembang-baduta-untuk-cegah-stunting\/","title":{"rendered":"PANTAU TUMBUH KEMBANG BADUTA UNTUK CEGAH STUNTING"},"content":{"rendered":"<p>Seribu hari pertama kehidupan merupakan masa terpenting dalam kehidupan anak. Periode emas yang dikenal sebagai HPK (seribu hari pertama kehidupan) ini dimulai saat konsepsi atau pembuahan hingga anak berusia 2 tahun. Kekurangan asupan gizi pada periode ini menyebabkan <em><i>stunting.<\/i><\/em><\/p>\n<p><em><i>Stunting, <\/i><\/em>menurut WHO (2015),<em><i>\u00a0<\/i><\/em>adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar, yaitu panjang\/ tinggi badan menurut usia kurang dari -2 standar deviasi (SD) menurut kurva pertumbuhan WHO. Tidak semua balita (bawah lima tahun) pendek itu <em><i>stunting, <\/i><\/em>namun anak <em><i>stunting<\/i><\/em>\u00a0itu pasti pendek, sehingga perlu dibedakan oleh dokter anak. <em><i>Stunting<\/i><\/em>\u00a0memiliki dampak pada menurunnya kualitas sumber daya manusia Indonesia, produktivitasnya, serta terhadap daya saing bangsa. Dampak <em><i>stunting <\/i><\/em>jangka pendek antara lain terganggunya perkembangan otak, kecerdasarn berkurang, gangguan pertumbuhan fisik, dan gangguan metabolisme dalam tubuh. Dampak <em><i>stunting <\/i><\/em>jangka panjang antara lain menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar, menurunnya kekebalan tubuh sehingga mudah sakit, dan risiko tinggi munculnya penyakit diabetes, obesitas, dan penyakit jantung pada usia tua.<\/p>\n<p>Cara mencegah <em><i>stunting <\/i><\/em>pada baduta antara lain: (1) memantau dan deteksi dini adanya gangguan tumbuh kembang; (2) memastikan baduta mendapat asupan nutrisi yang adekuat dan optimal; (3) mengenali tanda bahaya penyakit \u201cred flag\u201d sebagai penyebab <em><i>stunting.<\/i><\/em>\u00a0Pemantauan pertumbuhan baduta dilakukan dengan: (1) menimbang berat badan setiap bulan; (2) mengukur panjang badan setiap bulan pada usia 0-12 bulan, setiap 3 bulan pada usia 1-2 tahun; (3) mengukur lingkar kepala setiap bulan pada usia 0-12 bulan, setiap 2 bulan pada usia 1-2 tahun. Pemantauan perkembangan baduta dilakukan setiap 3 bulan pada usia 0-12 bulan dan setiap 6 bulan pada usia 1-2 tahun.<\/p>\n<p>Pertumbuhan dikatakan normal apabila arah garis pertumbuhan sesuai atau mengikuti arah garis baku. Deteksi dini gangguan pertumbuhan adalah dengan mengenali arah garis pertumbuhan yang menjauhi median. Apabila tren pertumbuhan menjauhi garis median, maka intervensi gizi dan mengenali \u201cred flag\u201d perlu dilakukan. Perkembangan dinilai dalam 4 aspek, yaitu: personal sosial dan kemandirian, motorik kasar, motorik halus, serta bahasa. Deteksi dini penyimpangan perkembangan meliputi penilaian <em><i>milestone <\/i><\/em>(tahap perkembangan) dan kuesioner pra skrining perkembangan (KPSP). Pada bayi yang lahir prematur, penilaian pertumbuhan dan perkembangan dilakukan berdasarkan usia koreksi hingga 2 tahun. Berikut adalah \u201cred flag\u201d perkembangan secara umum:<\/p>\n<ul>\n<li>Usia 2 bulan : belum mengikuti objek di depannya<\/li>\n<li>Usia 3 bulan : belum mengoceh<\/li>\n<li>Usia 9-10 bulan : belum duduk sendiri tanpa bantuan<\/li>\n<li>Usia 16 bulan : belum berdiri sendiri tanpa bantuan<\/li>\n<li>Usia 18 bulan : belum jalan sendiri tanpa bantuan<\/li>\n<li>Usia 18 bulan : belum ada 1 kata bermakna<\/li>\n<li>Usia 3 tahun : belum bisa bermain peran\/ <em><i>role play<\/i><\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p>Pemenuhan asupan nutrisi baduta dimulai saat lahir yaitu dengan menerapkan IMD (inisiasi menyusu dini), dilanjutkan dengan pemberian ASI (air susu ibu) eksklusif hingga anak berusia 6 bulan, lalu diteruskan dengan MPASI yang sehat dan bergizi. ASI dapat diteruskan hingga bayi berusia 2 tahun atau lebih. Imunisasi rutin perlu diberikan supaya anak terlindungi dari berbagai macam penyakit infeksi.<\/p>\n<p><em><i>Stunting <\/i><\/em>selalu diawali dengan kenaikan berat badan yang kurang (<em><i>weight faltering<\/i><\/em>)<em><i>. <\/i><\/em>Kondisi <em><i>weight faltering <\/i><\/em>ini dapat disebabkan oleh: (1) asupan kalori yang tidak adekuat, seperti pada pemberian ASI yang kurang atau perlekatan tidak efektif, kebiasaan makan yang buruk, gangguan oromotor, dll; (2) masalah penyerapan nutrisi seperti anemia karena kekurangan zat besi, alergi susu sapi, dll; (3) metabolisme yang meningkat seperti pada infeksi tuberkulosis, infeksi saluran kencing, kelainan jantung bawaan, dll. Penyebab potensial perlambatan pertumbuhan tersebut yang harus segera diidentifikasi oleh dokter anak supaya tidak berlanjut menjadi <em><i>stunting <\/i><\/em>(malnutrisi kronik).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Artikel ditulis oleh :<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>dr. Galuh Martin Matasari, M.Sc, Sp.A<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>(Dokter Spesialis Anak <a href=\"http:\/\/www.pantirapih.or.id\">RS Panti Rapih Yogyakarta<\/a>)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Referensi:<\/p>\n<p>Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07\/Menkes\/1928\/2022 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tatalaksana Stunting. Jakarta. 2022.<\/p>\n<p>WHO. 2014. Global Nutrition Targets 2025: Stunting Policy Brief. <a href=\"https:\/\/iris.who.int\/bitstream\/handle\/10665\/149019\/WHO_NMH_NHD_14.3_eng.pdf?sequence=1\"><u>https:\/\/iris.who.int\/bitstream\/handle\/10665\/149019\/WHO_NMH_NHD_14.3_eng.pdf?sequence=1<\/u><\/a>\u00a0(diakses pada 23 Juni 2024)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Informasi Pelayanan :\u00a0<\/strong><br \/>\n<strong>Klinik Tumbuh Kembang Anak<br \/>\n<\/strong>Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus <a href=\"http:\/\/www.pantirapih.or.id\/\">RS Panti Rapih<\/a>\u00a0Yogyakarta<\/p>\n<p><strong>Pendaftaran :<\/strong><br \/>\nPendaftaran 24 Jam (0274) 514004 \/ 514006<br \/>\nAplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)<\/p>\n<table style=\"width: 400px;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.rspr.rspr_online\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-4902\" src=\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-300x113.png\" alt=\"\" width=\"162\" height=\"61\" srcset=\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-300x113.png 300w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-1024x384.png 1024w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-768x288.png 768w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-1536x576.png 1536w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-2048x768.png 2048w\" sizes=\"(max-width: 162px) 100vw, 162px\" \/><\/a><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/apps.apple.com\/id\/app\/pantirapihku\/id1670092715\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-4903\" src=\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-300x113.png\" alt=\"\" width=\"162\" height=\"61\" srcset=\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-300x113.png 300w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-1024x384.png 1024w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-768x288.png 768w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-1536x576.png 1536w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-2048x768.png 2048w\" sizes=\"(max-width: 162px) 100vw, 162px\" \/><\/a><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seribu hari pertama kehidupan merupakan masa terpenting dalam kehidupan anak. Periode emas yang dikenal sebagai HPK (seribu hari pertama kehidupan) ini dimulai saat konsepsi atau pembuahan hingga anak berusia 2 tahun. Kekurangan asupan gizi pada periode ini menyebabkan stunting. Stunting, menurut WHO (2015),\u00a0adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":6706,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rating_form_position":"","rating_results_position":"","mr_structured_data_type":""},"categories":[2,1528],"tags":[1373,1374,1375,191,1010,1360,1027],"multi-rating":{"mr_rating_results":[{"adjusted_star_result":0,"star_result":0,"total_max_option_value":5,"adjusted_score_result":0,"score_result":0,"percentage_result":0,"adjusted_percentage_result":0,"count":0,"post_id":6705}]},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v15.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>PANTAU TUMBUH KEMBANG BADUTA UNTUK CEGAH STUNTING - Rumah Sakit Panti Rapih<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Rumah Sakit Panti Rapih PANTAU TUMBUH KEMBANG BADUTA UNTUK CEGAH STUNTING Artikel Kesehatan\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/pantau-tumbuh-kembang-baduta-untuk-cegah-stunting\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"PANTAU TUMBUH KEMBANG BADUTA UNTUK CEGAH STUNTING - Rumah Sakit Panti Rapih\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Rumah Sakit Panti Rapih PANTAU TUMBUH KEMBANG BADUTA UNTUK CEGAH STUNTING Artikel Kesehatan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/pantau-tumbuh-kembang-baduta-untuk-cegah-stunting\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Rumah Sakit Panti Rapih\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/pantirapihhospital\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-07-22T07:31:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-04-22T02:39:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/WhatsApp-Image-2024-07-17-at-9.25.25-AM.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"743\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"417\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Est. reading time\">\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"4 minutes\">\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#organization\",\"name\":\"Rumah Sakit Panti Rapih\",\"url\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/pantirapihhospital\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/rspantirapihyogyakarta\/\",\"https:\/\/www.youtube.com\/c\/RSPantiRapih\",\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Rumah_Sakit_Umum_Panti_Rapih\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#logo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/RS-Panti-Rapih-Thumbnail.jpg\",\"width\":400,\"height\":400,\"caption\":\"Rumah Sakit Panti Rapih\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/\",\"name\":\"Rumah Sakit Panti Rapih\",\"description\":\"Sahabat Untuk Hidup Sehat\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/pantau-tumbuh-kembang-baduta-untuk-cegah-stunting\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/WhatsApp-Image-2024-07-17-at-9.25.25-AM.jpeg\",\"width\":743,\"height\":417},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/pantau-tumbuh-kembang-baduta-untuk-cegah-stunting\/#webpage\",\"url\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/pantau-tumbuh-kembang-baduta-untuk-cegah-stunting\/\",\"name\":\"PANTAU TUMBUH KEMBANG BADUTA UNTUK CEGAH STUNTING - Rumah Sakit Panti Rapih\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/pantau-tumbuh-kembang-baduta-untuk-cegah-stunting\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2024-07-22T07:31:45+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-22T02:39:17+00:00\",\"description\":\"Rumah Sakit Panti Rapih PANTAU TUMBUH KEMBANG BADUTA UNTUK CEGAH STUNTING Artikel Kesehatan\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/pantau-tumbuh-kembang-baduta-untuk-cegah-stunting\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/pantau-tumbuh-kembang-baduta-untuk-cegah-stunting\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/pantau-tumbuh-kembang-baduta-untuk-cegah-stunting\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/\",\"url\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/pantau-tumbuh-kembang-baduta-untuk-cegah-stunting\/\",\"url\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/pantau-tumbuh-kembang-baduta-untuk-cegah-stunting\/\",\"name\":\"PANTAU TUMBUH KEMBANG BADUTA UNTUK CEGAH STUNTING\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/pantau-tumbuh-kembang-baduta-untuk-cegah-stunting\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/pantau-tumbuh-kembang-baduta-untuk-cegah-stunting\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#\/schema\/person\/ebd3c6e970277a0d919272e0b90f1b84\"},\"headline\":\"PANTAU TUMBUH KEMBANG BADUTA UNTUK CEGAH STUNTING\",\"datePublished\":\"2024-07-22T07:31:45+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-22T02:39:17+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/pantau-tumbuh-kembang-baduta-untuk-cegah-stunting\/#webpage\"},\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/pantau-tumbuh-kembang-baduta-untuk-cegah-stunting\/#primaryimage\"},\"keywords\":\"baduta,balita,bayi,pantirapih,RSPantiRapihYogyakarta,stunting,tumbuhkembanganak\",\"articleSection\":\"Artikel Kesehatan,Kesehatan Anak\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/pantau-tumbuh-kembang-baduta-untuk-cegah-stunting\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#\/schema\/person\/ebd3c6e970277a0d919272e0b90f1b84\",\"name\":\"Humas Panti Rapih\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/88d4650d3f25c26b006e984e04be3115?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Humas Panti Rapih\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6705"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6705"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6705\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6707,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6705\/revisions\/6707"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6706"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6705"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6705"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6705"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}