{"id":6243,"date":"2024-01-12T07:41:44","date_gmt":"2024-01-12T07:41:44","guid":{"rendered":"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/?p=6243"},"modified":"2025-04-22T02:45:17","modified_gmt":"2025-04-22T02:45:17","slug":"keterlambatan-bicara-speech-delayed-pada-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/keterlambatan-bicara-speech-delayed-pada-anak\/","title":{"rendered":"Keterlambatan Bicara (Speech Delayed) pada Anak"},"content":{"rendered":"<p>Bicara dapat di artikan sebagai suatu bentuk komunikasi dengan artikulasi verbal dalam menyampaikan maksud. Oleh sebab itu, diperlukan segenap komponen organ anak yang berperan dalam membentuk suara, lewat komponen respirasi, fonasi dan artikulasi. Kejadian kasus keterlambatan bicara anak di Indonesia tercatat 5-8% pada rentang usia 2-4,5 tahun (2006). \u00a0Keterlambatan berbicara dalam fase perkembangan anak akan berdampak pada pola komunikasi anak.<\/p>\n<p>Keterlambatan bicara sendiri juga erat kaitannya dengan bahasa, dimana perkembangannya sangat tergantung dengan faktor perkembangan fungsi anatomis fisiologis sistem saraf, organ audio visual, kemampuan atensi anak serta stimulus dari lingkungan anak (orangtua \/ caregiver). Pemantauan tumbuh kembang anak, deteksi dini faktor resiko terkait fungsi bicara ini akan menjadi pintu awal yang penting dalam mencegah ataupun meminimalisir dan mengkoreksi gangguan bicara pada anak-anak.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><b>Tahapan Perkembangan Kemampuan Bicara Anak sesuai Usia<\/b><\/strong><\/p>\n<p><strong>0-2 bulan<\/strong><\/p>\n<p>bayi merespon dengan menangis<\/p>\n<p><strong>2-3 bulan<\/strong><\/p>\n<p>bayi mulai membuat suara seperti aaah, uuu , eee, ooo (<em><i>cooing<\/i><\/em>)<\/p>\n<p><strong>3-6 bulan<\/strong><\/p>\n<p>bayi mulai <em><i>babbling<\/i><\/em>, dimanan mulai menggunakan suku kata tunggal yang diulang, misal papapapapap, dadadadadada, mamamamamama<\/p>\n<p><strong>6-9 bulan<\/strong><\/p>\n<p>mulai muncul mama, papa, meski kadang tanpa arti, mulai memahami konsep sederhana seperti ya\/tidak, habis<\/p>\n<p><strong>9-12 bulan<\/strong><\/p>\n<p>panggilan lebih spesifik untuk orangtua atau yang caregiver utamanya,merespon panggilan namanya, serta mulai memahami perintah sederhana, serta mulai menggunakan isyarat (gerakan tangan) untuk meminta sesuatu. Bayi mulai membeo, menirukan kata-kata yang familiar<\/p>\n<p><strong>12-18 bulan<\/strong><\/p>\n<p>mulai membentuk kalimat 2 kata, memahami anggota tubuhnya, dapat menggeleng atau menganggukan kepala, melambaikan tangan, suara yang ditirukan menjadi lebih akurat, serta semakin mampu menyampaikan keinginannya dengan kata-kata.<\/p>\n<p><strong>18-24 bulan<\/strong><\/p>\n<p>dalam usia emas pertumbuhan ini, penambahan kosakata sangat pesat , berbicara dengan kalimat 2 kata dengan jelas, 50% bicaranya dapat dipahami, \u00a0dan dapat mengikuti perintah 2 langkah, serta anak senang mendengarkan cerita<\/p>\n<p><strong>2-3 tahun<\/strong><\/p>\n<p>semua kata-kata anak jelas dan dimengerti, serta mulai membuat kalimat tanya, mengenali benda-benda dan fungsinya, mengenal warna dan senang dengan nyanyian<\/p>\n<p><strong>3-4 tahun<\/strong><\/p>\n<p>mulai bercerita, bernyanyi, mulai membentuk kalimat 3-5 kata<\/p>\n<p><strong>4-5 tahun<\/strong><\/p>\n<p>memahami konsep arah (atas, belakang, kanan, kiri), memahami konsep lawan kata, mampu diarahkan untuk tugas terstruktur setidaknya 30 menit<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><b>Tanda-Tanda Deteksi Awal Adanya Gangguan Keterlambatan Bicara pada Anak bagi Orang Tua<\/b><\/strong><\/p>\n<p><strong>Usia 0-6 bulan<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Respon terhadap stimulus suara yang kurang (pertimbangkan gangguan pendengaran pada anak)<\/li>\n<li>Tidak munculnya cooing, babbling serta terbatasnya suara konsonan anak<\/li>\n<li>Anak kurang mampu menirukan bunyi atau suara dan selalu bergantung dengan perintah<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Usia 6-12 bulan<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Kurangnya gestur interaksi<\/li>\n<li>Kurangnya atensi anak<\/li>\n<li>Tidak merespon panggilan nama<\/li>\n<li>Tidak memahami perintah sederhana<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Usia 1-2 tahun<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Perkembangan kosakata yang minim<\/li>\n<li>Tidak terbentuk kalimat 2 kata<\/li>\n<li>Tidak mampu menunjuk atau menyebutkan anggota tubuhnya<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><b>Peran Rehabilitasi Medik pada Gangguan Keterlambatan Bicara Anak <\/b><\/strong><\/p>\n<p>Deteksi dini menjadi penting agar dapat mengenali penyebab utama timbulnya keterlambatan bicara anak. Skrining tumbuh kembang anak yang akurat akan mendeteksi tanda-tanda keterlambatan, selain itu pemeriksaan medis mampu mendeteksi kelainan anatomis ataupun fungsi organ yang berdampak pada kemampuan bicara anak. Program Terapi Rehabilitasi Medik akan disesuaikan dengan faktor penyebab keterlambatan bicara yang ditemukan.<\/p>\n<p>Beberapa kondisi medis yang erat kaitannya dengan keterlambatan bicara pada anak adalah Autisme, Gangguan pendengaran (otitis), Gangguan kognisi anak. Selain itu, faktor lingkungan juga perlu dideteksi sebagai penyebab, seperti pola asuh orang tua dengan bilingual (monolingual, keterikatan dengan gadget\/ screen time anak (tidak boleh pada usia &lt; 2 tahun).<\/p>\n<p>Pada gangguan kondisi fungsi anatomis, tatalaksana dengan terapi Fisik oleh Fisioterapis dapat diprogramkan, seperti memperbaiki postur atau memperbaiki kemampuan respirasi anak akan membantu dalam memproduksi suara anak.<\/p>\n<p>Faktor gangguan atensi, atau gangguan sensorik pada anak seperti halnya pada kasus Autisme anak, program rehabilitasi medik melibatkan terapi okupasi dalam memberikan koreksi dan stimulus sensorik. Dengan perbaikan di faktor ini, anak diharapkan mampu menangkap stimulus sensorik (visual, audio) dengan lebih baik dan fokus, sehingga dapat merangsang peningkatan interaksi dan kemampuan bicaranya.<\/p>\n<p>Terapi wicara berperan dalam memberikan stimulasi dan koreksi pada gangguan keterlambatan bicara anak, dengan kolaborasi yang baik dan simultan bersama komponen terapi Rehabilitasi Medik lainnya (Terapi Fisik dan\/ Terapi Okupasi), target terapi pada anak dengan keterlambatan bicara anak dapat lebih maksimal dalam hal fonasi, artikulasi, pengayaan kosakata, stimualsi oromotor, kemampuan sintaks (membentuk kalimat) sampai dengan semantic (pemahaman makna kata).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Artikel ini ditulis oleh :<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>dr. John Hartono, Sp.KFR<\/strong><br \/>\n<strong>(Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi <a href=\"http:\/\/www.pantirapih.or.id\">RS Panti Rapih Yogyakarta<\/a>)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Informasi\u00a0 :<\/p>\n<p><strong>Klinik Rehabilitasi Medik<\/strong><\/p>\n<p>Lantai 4, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus<\/p>\n<p>Jl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta 55223<br \/>\nTelepon: 0274-563333 ext 1204<\/p>\n<p>Pendaftaran 24 jam : 0274 \u2013 514004, 514006<\/p>\n<p>Aplikasi PantiRapihKu di Google Play Store atau App Store<\/p>\n<table style=\"width: 400px;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.rspr.rspr_online\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-4902\" src=\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-300x113.png\" alt=\"\" width=\"162\" height=\"61\" srcset=\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-300x113.png 300w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-1024x384.png 1024w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-768x288.png 768w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-1536x576.png 1536w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-2048x768.png 2048w\" sizes=\"(max-width: 162px) 100vw, 162px\" \/><\/a><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/apps.apple.com\/id\/app\/pantirapihku\/id1670092715\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-4903\" src=\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-300x113.png\" alt=\"\" width=\"162\" height=\"61\" srcset=\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-300x113.png 300w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-1024x384.png 1024w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-768x288.png 768w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-1536x576.png 1536w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-2048x768.png 2048w\" sizes=\"(max-width: 162px) 100vw, 162px\" \/><\/a><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bicara dapat di artikan sebagai suatu bentuk komunikasi dengan artikulasi verbal dalam menyampaikan maksud. Oleh sebab itu, diperlukan segenap komponen organ anak yang berperan dalam membentuk suara, lewat komponen respirasi, fonasi dan artikulasi. Kejadian kasus keterlambatan bicara anak di Indonesia tercatat 5-8% pada rentang usia 2-4,5 tahun (2006). \u00a0Keterlambatan berbicara dalam fase perkembangan anak akan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":6247,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rating_form_position":"","rating_results_position":"","mr_structured_data_type":""},"categories":[2,1528,1533],"tags":[191,1303,1131,1300,1302,1301,1027],"multi-rating":{"mr_rating_results":[{"adjusted_star_result":0,"star_result":0,"total_max_option_value":5,"adjusted_score_result":0,"score_result":0,"percentage_result":0,"adjusted_percentage_result":0,"count":0,"post_id":6243}]},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v15.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Keterlambatan Bicara (Speech Delayed) pada Anak - Rumah Sakit Panti Rapih<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Rumah Sakit Panti Rapih Keterlambatan Bicara (Speech Delayed) pada Anak Artikel Kesehatan\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/keterlambatan-bicara-speech-delayed-pada-anak\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Keterlambatan Bicara (Speech Delayed) pada Anak - Rumah Sakit Panti Rapih\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Rumah Sakit Panti Rapih Keterlambatan Bicara (Speech Delayed) pada Anak Artikel Kesehatan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/keterlambatan-bicara-speech-delayed-pada-anak\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Rumah Sakit Panti Rapih\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/pantirapihhospital\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-01-12T07:41:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-04-22T02:45:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Terapi-Wicara-3.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2084\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1424\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Est. reading time\">\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"4 minutes\">\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#organization\",\"name\":\"Rumah Sakit Panti Rapih\",\"url\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/pantirapihhospital\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/rspantirapihyogyakarta\/\",\"https:\/\/www.youtube.com\/c\/RSPantiRapih\",\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Rumah_Sakit_Umum_Panti_Rapih\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#logo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/RS-Panti-Rapih-Thumbnail.jpg\",\"width\":400,\"height\":400,\"caption\":\"Rumah Sakit Panti Rapih\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/\",\"name\":\"Rumah Sakit Panti Rapih\",\"description\":\"Sahabat Untuk Hidup Sehat\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/keterlambatan-bicara-speech-delayed-pada-anak\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Terapi-Wicara-3.jpg\",\"width\":2084,\"height\":1424},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/keterlambatan-bicara-speech-delayed-pada-anak\/#webpage\",\"url\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/keterlambatan-bicara-speech-delayed-pada-anak\/\",\"name\":\"Keterlambatan Bicara (Speech Delayed) pada Anak - Rumah Sakit Panti Rapih\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/keterlambatan-bicara-speech-delayed-pada-anak\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2024-01-12T07:41:44+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-22T02:45:17+00:00\",\"description\":\"Rumah Sakit Panti Rapih Keterlambatan Bicara (Speech Delayed) pada Anak Artikel Kesehatan\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/keterlambatan-bicara-speech-delayed-pada-anak\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/keterlambatan-bicara-speech-delayed-pada-anak\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/keterlambatan-bicara-speech-delayed-pada-anak\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/\",\"url\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/keterlambatan-bicara-speech-delayed-pada-anak\/\",\"url\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/keterlambatan-bicara-speech-delayed-pada-anak\/\",\"name\":\"Keterlambatan Bicara (Speech Delayed) pada Anak\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/keterlambatan-bicara-speech-delayed-pada-anak\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/keterlambatan-bicara-speech-delayed-pada-anak\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#\/schema\/person\/ebd3c6e970277a0d919272e0b90f1b84\"},\"headline\":\"Keterlambatan Bicara (Speech Delayed) pada Anak\",\"datePublished\":\"2024-01-12T07:41:44+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-22T02:45:17+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/keterlambatan-bicara-speech-delayed-pada-anak\/#webpage\"},\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/keterlambatan-bicara-speech-delayed-pada-anak\/#primaryimage\"},\"keywords\":\"pantirapih,rehabilitasimedik,rspantirapih,speechdelayed,terapiwicara,terlambatbicara,tumbuhkembanganak\",\"articleSection\":\"Artikel Kesehatan,Kesehatan Anak,Rehabilitasi Medik\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/keterlambatan-bicara-speech-delayed-pada-anak\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#\/schema\/person\/ebd3c6e970277a0d919272e0b90f1b84\",\"name\":\"Humas Panti Rapih\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/88d4650d3f25c26b006e984e04be3115?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Humas Panti Rapih\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6243"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6243"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6243\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6245,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6243\/revisions\/6245"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6247"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6243"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6243"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6243"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}