{"id":4488,"date":"2023-03-03T08:03:11","date_gmt":"2023-03-03T08:03:11","guid":{"rendered":"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/?p=4488"},"modified":"2025-04-22T05:04:08","modified_gmt":"2025-04-22T05:04:08","slug":"mother-wound-luka-warisan-dari-ibu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/mother-wound-luka-warisan-dari-ibu\/","title":{"rendered":"Mother Wound: Luka \u201cWarisan\u201d dari Ibu"},"content":{"rendered":"<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong><em><b><i>\u201cSaya sungguh mencintai ibu saya, tetapi\u2026.\u201d <\/i><\/b><\/em><\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sebelum membaca artikel ini, secara spontan dan jujur isilah titik-titik di atas sesuai kondisi anda, tanpa banyak berpikir.<\/p>\n<p>Kita semua memiliki ikatan yang begitu mendalam secara emosional dengan ibu. Hal ini dikarenakan seorang anak menjalin interaksi yang intens dengan ibu sejak di dalam kandungan. Seiring berjalannya kehidupan, sebagian dari kita memiliki relasi yang\u00a0kompleks, tidak konsisten dan terdiri dari benang-benang kusut, misalnya karena rasa kecewa dan tidak puas dengan perlakuan figur ibu. Disisi lain, kita menyadari bahwa\u00a0figur ibu adalah sosok yang seharusnya bijaksana, patut dihargai dan dihormati atas pengorbanannya.<\/p>\n<p>Di balik pintu ruang konseling yang tertutup, penulis sebagai Psikolog Klinis menyadari bagaimana beberapa dari kita mengalami\u00a0emosi yang terperangkap dalam diri, rasa dendam dan menyalahkan \u00a0diri ataupun figur ibu atas perlakuan dan kasih sayang yang tidak diterima.<\/p>\n<p>Ada yang tidak bisa berhenti menyalahkan hidup dan figur ibunya, ada juga yang menutupi hal tersebut karena tidak mau memberi cap negatif pada figur ibunya. Tanpa disadari, ini justru berdampak pada <em><i>mental health<\/i><\/em>\u00a0dan kemampuan kita bertanggung jawab atas diri kita untuk menyembuhkan diri <em><i>(self healing).<\/i><\/em><\/p>\n<p>Sesuai judul tulisan ini, <em><i>m<\/i><\/em><em><i>other wound<\/i><\/em>\u00a0terdiri dari dua kata, <em><i>mother<\/i><\/em>\u00a0yang artinya Ibu dan <em><i>wound<\/i><\/em>\u00a0artinya luka, jadi diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia adalah <strong><b>Luka Ibu<\/b><\/strong>. <strong><em><i>Mother wound<\/i><\/em><\/strong>\u00a0adalah luka emosional yang disebabkan kurang dan hilangnya <em><i>support<\/i><\/em>\u00a0dan kasih sayang dari figur ibu.<\/p>\n<p><em><i>Mother wound<\/i><\/em>\u00a0adalah istilah konseling untuk luka psikologis yang didapat seseorang selama masa pengasuhan, jadi <em><i>mother wound<\/i><\/em>\u00a0bukanlah suatu diagnosa. Luka pengasuhan adalah kenangan seseorang tentang masa kecil yang buruk, atau dapat dikatakan memiliki <em><i>inner-child<\/i><\/em>\u00a0atau masa kecil menyakitkan (Mahmudah, 2020). Pengasuhan adalah proses membesarkan, menjaga dan membimbing anak melalui seluruh tahap perkembangannya (Martin dan Colbert, 1997). Lebih lanjut, figur ibu mempunyai dampak yang besar terhadap kemampuan anaknya dalam menyelesaikan masalah, ekspresi kasih sayang, kayakinan dan nilai diri.<\/p>\n<p><strong>Dampak <em><i>Mother Wound<\/i><\/em><\/strong><\/p>\n<p>Menurut Baumrind, pengasuhan orang tua berdampak pada perilaku anak (dalam Santrock, 2012). \u00a0<em><i>Mother wound<\/i><\/em>\u00a0dapat dialami oleh anak perempuan dan laki-laki dengan dampak diantaranya sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Tidak nyaman bersama ibu, misal muncul rasa gelisah, gugup atautakut ketika bersama ibu<\/li>\n<li>Menghindari interaksi dengan ibu, baik secara sadar maupun tidak sadar.<\/li>\n<li>Tidak menjadikan ibu sebagai figur yang dapat dipercaya atau diandalkansaat membutuhkan bantuan<\/li>\n<li>Ragu dan terus menerus mengharapkan penerimaan dari figur ibu, sehingga terus berusaha menjadi anak yang sempurna<\/li>\n<li>Adanya perasaan ditinggalkan dan perasaan tidak aman<\/li>\n<li>Kurang mampu mengendalikan emosi<\/li>\n<li>Perasaan hampa, kesulitan membangun hubungan hangat dan bermakna<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Faktor Penyebab <em><i>Mother Wound<\/i><\/em><\/strong><\/p>\n<p>Pola asuh dan komunikasi yang kurang hangat, kurang terbuka, kekerasan secara verbal maupun fisik, ibu yang ketika ada konflik melakukan<em><i>\u00a0silent treatment <\/i><\/em>(terus menerus mendiamkan anak untuk menghukum ketika ibu marah atau kecewa), absennya figur ibu, <em><i>child neglect<\/i><\/em>\u00a0(menelantarkan anak), ibu yang manipulatif, gaya komunikasi ibu yang mengkritik dan menyindir berlebihan.<\/p>\n<p>Selain itu, pendekatan ibu yang kurang suportif dan kurang empati di saat anak stress atau melakukan kesalahan, tidak memperbolehkan anak mengekspresikan emosi negatif, kondisi ibu yang tidak sehat mentalnya, baik yang terdiagnosis maupun tidak terdiagnosis dan ibu yang mengalami adiksi alkohol, merokok, judi, dsb.<\/p>\n<p><strong>Bagaimana Mengatasi <em><i>Mother Wound?<\/i><\/em><\/strong><\/p>\n<p>Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi <em><i>mother wound<\/i><\/em>:<\/p>\n<ol>\n<li>Mencari bantuan profesional dengan melakukankonseling dengan Psikolog Klinis<\/li>\n<li>Membentuk relasi baru antara anda yang sekarang sebagai seorang dewasa dan ibu anda sekarang di usianya.<\/li>\n<li>Berbicaralah dengan diri <em><i>(self talk)<\/i><\/em>dengan cara yang anda harapkan sebagaimana seorang ibu akan berkomunikasi dengan Anda, dengan <em><i>style<\/i><\/em>\u00a0komunikasi yang tidak pernah anda dapatkan dari figur ibu anda.<\/li>\n<li>Sadarilah bahwa wajar jika anda bisa mempunyai perasaan cinta pada ibu anda, <strong><b>sekaligus <\/b><\/strong>mempunyai perasaan negatif (sedih, kecewa, malu, marah, dll) terhadapnya akibat konflik antara pikiran dan perasaan dalam diri.<\/li>\n<li>Berdamailah dengan <em><i>m<\/i><\/em><em><i>o<\/i><\/em><em><i>ther wound <\/i><\/em>Anda, caranya:<\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li>Di usia anda yang sudah dewasa sekarang ini, temukan semua dampak <em><i>mother wound <\/i><\/em>pada diri anda, tuliskan dalam buku<em><i>\u00a0journaling <\/i><\/em><\/li>\n<li>Pahami perjalanan hidup ibu anda, dari masa kecilnya hingga usia mudanya dan sekarang: bagaimana relasi ibu anda dengan ibunya sendiri?, apakah masa kecilnya bahagia?, bagaimana perlakuan suaminya ke dirinya?, dsb<\/li>\n<li>Terus ingatkan diri bahwa ibu anda adalah manusia, yang bisa dan pernah melakukan kesalahan, baik sengaja mapun tidak sengaja.<\/li>\n<li>Perbolehkan diri ada merasa sedih akan hal-hal yang tidak anda dapatkan dari figur ibu anda di masa anak-anak. Tidak perlumelawan perasaan negatif tersebut karena justru akan berdampak pada <em><i>mental health<\/i><\/em>.<\/li>\n<li>Selanjutnya, perasaan sedih tersebut direlakan, dilepas dan dikelola menjadi <em><i>recovery journey<\/i><\/em>untuk berdamai dengan <em><i>mother wound<\/i><\/em>.<\/li>\n<li>Pada proses ini konseling akan sangat diperlukan<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Artikel ini ditulis oleh :<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong> Veenu, S.Psi., M.Psi., Psikolog<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>(Clinical Psychologist RS. Panti Rapih Yogyakarta)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Daftar Pustaka<\/p>\n<p>Mahmudah, D. (2020). Membasuh Luka Pengasuhan. Bogor: Zenawa Media Digitama<\/p>\n<p>Martin, C.A., &amp; Colbert, K.K. (1997). Parenting: A life span perspective. New Yowk: McGraw-Hill<\/p>\n<p>Santrock, J. W. (2012) Life span development. Alih bahasa: B. Widyasinta &amp; N. I. Sallama. Jakarta: Penerbit Erlangga.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Info Pelayanan :<br \/>\n<strong>Klinik Psikologi<\/strong><br \/>\nLantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus <a href=\"http:\/\/www.pantirapih.or.id\/\">Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta<\/a><br \/>\nJl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta 55223<br \/>\nSenin, Rabu, Kamis, Jumat pk 14.00 \u2013 15.00 WIB<br \/>\nSelasa pk 18.00 \u2013 19.00 WIB<br \/>\nSabtu pk 16.00 \u2013 17.00 WIB<\/p>\n<p><strong>Pendaftaran :<\/strong><br \/>\nPendaftaran 24 Jam (0274) 514004 \/ 514006<br \/>\nAplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)<\/p>\n<table style=\"width: 400px;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.rspr.rspr_online\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-4902\" src=\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-300x113.png\" alt=\"\" width=\"162\" height=\"61\" srcset=\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-300x113.png 300w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-1024x384.png 1024w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-768x288.png 768w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-1536x576.png 1536w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-2048x768.png 2048w\" sizes=\"(max-width: 162px) 100vw, 162px\" \/><\/a><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/apps.apple.com\/id\/app\/pantirapihku\/id1670092715\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-4903\" src=\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-300x113.png\" alt=\"\" width=\"162\" height=\"61\" srcset=\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-300x113.png 300w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-1024x384.png 1024w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-768x288.png 768w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-1536x576.png 1536w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-2048x768.png 2048w\" sizes=\"(max-width: 162px) 100vw, 162px\" \/><\/a><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cSaya sungguh mencintai ibu saya, tetapi\u2026.\u201d &nbsp; Sebelum membaca artikel ini, secara spontan dan jujur isilah titik-titik di atas sesuai kondisi anda, tanpa banyak berpikir. Kita semua memiliki ikatan yang begitu mendalam secara emosional dengan ibu. Hal ini dikarenakan seorang anak menjalin interaksi yang intens dengan ibu sejak di dalam kandungan. Seiring berjalannya kehidupan, sebagian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":4489,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rating_form_position":"","rating_results_position":"","mr_structured_data_type":""},"categories":[2,1536],"tags":[1078,1077,191,1079,1010,1064],"multi-rating":{"mr_rating_results":[{"adjusted_star_result":4.79999999999999982236431605997495353221893310546875,"star_result":4.79999999999999982236431605997495353221893310546875,"total_max_option_value":5,"adjusted_score_result":4.79999999999999982236431605997495353221893310546875,"score_result":4.79999999999999982236431605997495353221893310546875,"percentage_result":96,"adjusted_percentage_result":96,"count":5,"post_id":4488}]},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v15.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mother Wound: Luka \u201cWarisan\u201d dari Ibu - Rumah Sakit Panti Rapih<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Rumah Sakit Panti Rapih Mother Wound: Luka \u201cWarisan\u201d dari Ibu Artikel Kesehatan\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/mother-wound-luka-warisan-dari-ibu\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mother Wound: Luka \u201cWarisan\u201d dari Ibu - Rumah Sakit Panti Rapih\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Rumah Sakit Panti Rapih Mother Wound: Luka \u201cWarisan\u201d dari Ibu Artikel Kesehatan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/mother-wound-luka-warisan-dari-ibu\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Rumah Sakit Panti Rapih\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/pantirapihhospital\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-03-03T08:03:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-04-22T05:04:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/WhatsApp-Image-2023-03-03-at-14.42.22.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1041\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Est. reading time\">\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"4 minutes\">\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#organization\",\"name\":\"Rumah Sakit Panti Rapih\",\"url\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/pantirapihhospital\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/rspantirapihyogyakarta\/\",\"https:\/\/www.youtube.com\/c\/RSPantiRapih\",\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Rumah_Sakit_Umum_Panti_Rapih\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#logo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/RS-Panti-Rapih-Thumbnail.jpg\",\"width\":400,\"height\":400,\"caption\":\"Rumah Sakit Panti Rapih\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/\",\"name\":\"Rumah Sakit Panti Rapih\",\"description\":\"Sahabat Untuk Hidup Sehat\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/mother-wound-luka-warisan-dari-ibu\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/WhatsApp-Image-2023-03-03-at-14.42.22.jpeg\",\"width\":1600,\"height\":1041},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/mother-wound-luka-warisan-dari-ibu\/#webpage\",\"url\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/mother-wound-luka-warisan-dari-ibu\/\",\"name\":\"Mother Wound: Luka \\u201cWarisan\\u201d dari Ibu - Rumah Sakit Panti Rapih\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/mother-wound-luka-warisan-dari-ibu\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2023-03-03T08:03:11+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-22T05:04:08+00:00\",\"description\":\"Rumah Sakit Panti Rapih Mother Wound: Luka \\u201cWarisan\\u201d dari Ibu Artikel Kesehatan\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/mother-wound-luka-warisan-dari-ibu\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/mother-wound-luka-warisan-dari-ibu\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/mother-wound-luka-warisan-dari-ibu\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/\",\"url\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/mother-wound-luka-warisan-dari-ibu\/\",\"url\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/mother-wound-luka-warisan-dari-ibu\/\",\"name\":\"Mother Wound: Luka \\u201cWarisan\\u201d dari Ibu\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/mother-wound-luka-warisan-dari-ibu\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/mother-wound-luka-warisan-dari-ibu\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#\/schema\/person\/ebd3c6e970277a0d919272e0b90f1b84\"},\"headline\":\"Mother Wound: Luka \\u201cWarisan\\u201d dari Ibu\",\"datePublished\":\"2023-03-03T08:03:11+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-22T05:04:08+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/mother-wound-luka-warisan-dari-ibu\/#webpage\"},\"commentCount\":2,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/mother-wound-luka-warisan-dari-ibu\/#primaryimage\"},\"keywords\":\"lukaibu,motherwound,pantirapih,psikolog,RSPantiRapihYogyakarta,rsyogyakarta\",\"articleSection\":\"Artikel Kesehatan,Psikolog\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/mother-wound-luka-warisan-dari-ibu\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#\/schema\/person\/ebd3c6e970277a0d919272e0b90f1b84\",\"name\":\"Humas Panti Rapih\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/88d4650d3f25c26b006e984e04be3115?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Humas Panti Rapih\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4488"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4488"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4488\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5632,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4488\/revisions\/5632"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4489"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4488"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4488"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4488"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}