{"id":310,"date":"2020-11-13T05:33:35","date_gmt":"2020-11-13T05:33:35","guid":{"rendered":"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/?p=310"},"modified":"2023-06-28T04:58:31","modified_gmt":"2023-06-28T04:58:31","slug":"memahami-kejang-pada-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/memahami-kejang-pada-anak\/","title":{"rendered":"Memahami Kejang pada Anak"},"content":{"rendered":"<div id=\"pl-310\"  class=\"panel-layout\" ><div id=\"pg-310-0\"  class=\"panel-grid panel-no-style\" ><div id=\"pgc-310-0-0\"  class=\"panel-grid-cell\" ><div id=\"panel-310-0-0-0\" class=\"so-panel widget widget_sow-editor panel-first-child panel-last-child\" data-index=\"0\" ><div\n\t\t\t\n\t\t\tclass=\"so-widget-sow-editor so-widget-sow-editor-base\"\n\t\t\t\n\t\t>\n<div class=\"siteorigin-widget-tinymce textwidget\">\n\t<p><strong>Kejang Demam<\/strong> merupakan bentuk kejang akut, yang sering dijumpai. Kejang demam terjadi pada 2 \u2013 4 % anak usia 6 bulan \u2013 5 tahun. Kejadian kejang ini sering menakutkan bagi orang tua. Sebenarnya dalam 25 tahun terakhir diketahui bahwa kejang demam tidaklah menakutkan. Kejang Demam tidak berhubungan dengan adanya kerusakan otak dan hanya sebagian kecil saja yang akan berkembang menjadi epilepsi.<\/p>\n<p><strong>Definisi Kejang Demam<\/strong> adalah kejang yang disebabkan oleh kenaikan suhu tubuh minimal 37,8 derajat Celcius atau lebih dari 38,4 derajat Celcius tanpa adanya infeksi susunan saraf pusat atau gangguan elektrolit pada anak berusia 6 bulan \u2013 5 tahun, dan tidak ada riwayat kejang tanpa demam sebelumnya.<\/p>\n<p>Kejang demam diklasifikasikan sebagai <strong>Kejang Demam Kompleks<\/strong> bila bersifat fokal, berlangsung lama (&gt;10 - 15 menit), atau berulang (&gt; 1 kali serangan selama 24 jam demam). Sebaliknya <strong>Kejang Demam Sederhana<\/strong> adalah kejang yang berlangsung satu kali, singkat, dan bersifat umum. Anak dapat saja normal atau mempunyai kelainan neurologis. Anak biasanya berusia antara 6 bulan sampai 3 tahun dan paling sering pada usia 18 bulan. Bila kejang demam berlangsung terus sampai diatas usia 6 tahun atau pernah mengalami kejang tanpa demam maka dapat diklasifikasikan sebagai epilepsi<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignleft\" src=\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Suhu-Anak-Panas-dan-Kejang-Rumah-Sakit-Panti-Rapih-Yogyakarta.jpg\" alt=\"Kejang pada anak - RS Panti Rapih Yogyakarta\" width=\"364\" height=\"265\" \/><\/p>\n<p>Penyebab demam tersering pada anak-anak adalah infeksi saluran pernafasan, radang telinga, diare, infeksi saluran kemih, dll.<\/p>\n<p>Penyebab kejang demam tidak diketahui, faktor genetik memegang peranan penting. Menurut Berg et all, 24% anak yang menderita kejang demam, di keluarga dekatnya juga ada yang menderita kejang demam dan hanya 20% yang di keluarga dekatnya tidak menderita kejang demam.<\/p>\n<p>Apakah kejang demam mempengaruhi kognitif ? Anak yang mengalami kejang demam jarang yang mengalami gangguan intelek dan belajar. IQ pada 42 anak dengan kejang demam tidak berbeda dengan saudara kandungnya (Ellenberg &amp; Nelson). Tetapi kejang demam lama mengakibatkan IQ lebih rendah, dan kasus retardasi mental 5 kali lebih sering terjadi bila diikuti kejang tanpa demam.<br \/>\nFaktor risiko berulangnya kejang demam, adalah (1) riwayat kejang dalam keluarga; (2) usia kurang dari 18 bulan; (3) temperatur tubuh saat kejang, dimana makin rendah temperatur saat kejang makin sering berulang; dan (4) lamanya kejang sebelum kejang.<\/p>\n<p>Adapun faktor risiko terjadinya epilepsi dikemudian hari adalah (1) sebelum kejang demam yang pertama sudah ada kelainan neurologis atau perkembangan; (2) adanya riwayat kejang tanpa demam (epilepsi) pada orang tua atau saudara kandung; (3) kejang berlangsung &gt; 15 menit atau fokal.<\/p>\n<p>Pada umumnya kejang akan berlangsung singkat, kurang dari 5 menit, dan berhenti sendiri. Pengobatan saat kejang adalah suntikan diazepam intravena atau diazepam per rectal. Oleh karena demam merupakan pencetus terjadinya kejang, maka pencegahan kenaikan suhu tubuh adalah pendekatan yang utama.<\/p>\n<p>Pengobatan yang dianjurkan saat ini adalah pemberian antipiretik dan diazepam oral atau diazepam rectal pada saat demam diatas 38,5 derajat Celcius. Pengobatan jangka panjang telah ditinggalkan akan tetapi pengobatan angka panjang dapat dipertimbangkan pada keadaan pasien dengan kelainan neurologis yang menetap, kejang fokal, kejang demam sering berulang, atau tinggal jauh dari fasilitas kesehatan. Obat yang digunakan adalah fenobarbital atau asam valproat. Serangan kejang sangat menakutkan bagi orangtua pasien, oleh karenanya edukasi dan dukungan empati yang cukup pada orang tua sangatlah diperlukan. Orang tua sebaiknya mengenali pada suhu berapa anak mulai kejang, menyediakan termometer pengukur suhu badan, obat penurun panas, dan obat penghenti kejang. Tindakan pada saat anak kejang perlu dipahami pada anak dan keluarga.<\/p>\n<p><strong>Kapan anak dibawa ke rumah sakit?<\/strong><\/p>\n<p>Ketika kejang berlangsung lebih dari 10 menit, kejang fokal, kejang berulang dalam 24 jam, demam tinggi lebih dari 39 derajat Celcius, jenis kejang lain dari biasanya, atau setelah kejang berhenti anak menjadi tidak sadar.<\/p>\n<h3>Tips atasi kejang demam untuk orang tua<\/h3>\n<ol>\n<li>Segera beri penurun panas pada anak yang demam<\/li>\n<li>Suhu tubuh normal adalah 36-37 derajat Celcius<\/li>\n<li>Dinyatakan demam apabila suhu melalui termometer ketiak &gt;37,2 derajat Celcius, melalui mulut\/telinga &gt;37,8 derajat Celcius dan melalui anus &gt;38 derajat Celcius<\/li>\n<li>Kompres dengan air hangat<\/li>\n<li>Jangan diselimuti dengan selimut yang tebal<\/li>\n<li>Bila terjadi kejang jangan panik, segera longgarkan pakaiannya, buang semua yang menghambat saluran napas, miringkan posisi tubuh anak agar tidak tersedak, berikan obat antikejang yang disarankan dokter bila anak pernah riwayat kejang.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Kunjungi <a href=\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/klinik-penyakit-anak\/\">Klinik Tumbuh Kembang<\/a> atau <a href=\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/klinik-anak-terpadu\/\">Klinik Anak Terpadu Yacinta<\/a> <a href=\"http:\/\/www.pantirapih.or.id\">Rumah Sakit Panti Rapih<\/a> untuk mengetahui informasi lebih lanjut seputar kesehatan anak.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Ditulis oleh:<strong><br \/>\ndr. Th. Noor Widiastuti, Sp.A.<\/strong><br \/>\nDokter Spesialis Anak <a href=\"http:\/\/www.pantirapih.or.id\">Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta<\/a><\/p>\n<p><strong>Informasi Pelayanan :\u00a0<\/strong><br \/>\n<strong>Klinik Anak\u00a0<\/strong><br \/>\nLantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus <a href=\"http:\/\/www.pantirapih.or.id\/\">RS Panti Rapih<\/a> Yogyakarta<\/p>\n<p><strong>Pendaftaran :<\/strong><br \/>\nPendaftaran 24 Jam (0274) 514004 \/ 514006<br \/>\nAplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)<\/p>\n<table style=\"width: 400px;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.rspr.rspr_online\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-4902\" src=\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-300x113.png\" alt=\"\" width=\"162\" height=\"61\" srcset=\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-300x113.png 300w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-1024x384.png 1024w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-768x288.png 768w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-1536x576.png 1536w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-2048x768.png 2048w\" sizes=\"(max-width: 162px) 100vw, 162px\" \/><\/a><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/apps.apple.com\/id\/app\/pantirapihku\/id1670092715\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-4903\" src=\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-300x113.png\" alt=\"\" width=\"162\" height=\"61\" srcset=\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-300x113.png 300w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-1024x384.png 1024w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-768x288.png 768w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-1536x576.png 1536w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-2048x768.png 2048w\" sizes=\"(max-width: 162px) 100vw, 162px\" \/><\/a><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p style=\"text-align: center;\">Rating untuk artikel\/halaman ini : <span class=\"rating-result  mr-shortcode rating-result-310\">\t<span class=\"mr-star-rating\">\t\t\t    <i class=\"fas fa-star mr-star-full\"><\/i>\t    \t    <i class=\"fas fa-star mr-star-full\"><\/i>\t    \t    <i class=\"fas fa-star mr-star-full\"><\/i>\t    \t    <i class=\"fas fa-star mr-star-full\"><\/i>\t    \t    <i class=\"fas fa-star mr-star-full\"><\/i>\t    <\/span><span class=\"star-result\">\t5\/5<\/span>\t\t\t<span class=\"count\">\t\t\t\t(2)\t\t\t<\/span>\t\t\t<\/span><\/p>\n<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kejang Demam merupakan bentuk kejang akut, yang sering dijumpai. Kejang demam terjadi pada 2 \u2013 4 % anak usia 6 bulan \u2013 5 tahun. Kejadian kejang ini sering menakutkan bagi orang tua. Sebenarnya dalam 25 tahun terakhir diketahui bahwa kejang demam tidaklah menakutkan. Kejang Demam tidak berhubungan dengan adanya kerusakan otak dan hanya sebagian kecil [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":312,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rating_form_position":"","rating_results_position":"","mr_structured_data_type":""},"categories":[2],"tags":[11,13,14,12],"multi-rating":{"mr_rating_results":[{"adjusted_star_result":5,"star_result":5,"total_max_option_value":5,"adjusted_score_result":5,"score_result":5,"percentage_result":100,"adjusted_percentage_result":100,"count":2,"post_id":310}]},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v15.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Memahami Kejang pada Anak - Rumah Sakit Panti Rapih<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kejang Demam pada anak merupakan bentuk kejang akut, yang sering dijumpai. Kejadian kejang ini sering menakutkan bagi orang tua. Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta membagi edukasi kesehatan tentang kejang pada anak.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/memahami-kejang-pada-anak\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Memahami Kejang pada Anak - Rumah Sakit Panti Rapih\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kejang Demam pada anak merupakan bentuk kejang akut, yang sering dijumpai. Kejadian kejang ini sering menakutkan bagi orang tua. Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta membagi edukasi kesehatan tentang kejang pada anak.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/memahami-kejang-pada-anak\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Rumah Sakit Panti Rapih\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/pantirapihhospital\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-11-13T05:33:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-06-28T04:58:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Suhu-Anak-Panas-Kejang-Rumah-Sakit-Panti-Rapih-Yogyakarta.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"650\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"433\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Est. reading time\">\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"4 minutes\">\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#organization\",\"name\":\"Rumah Sakit Panti Rapih\",\"url\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/pantirapihhospital\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/rspantirapihyogyakarta\/\",\"https:\/\/www.youtube.com\/c\/RSPantiRapih\",\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Rumah_Sakit_Umum_Panti_Rapih\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#logo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/RS-Panti-Rapih-Thumbnail.jpg\",\"width\":400,\"height\":400,\"caption\":\"Rumah Sakit Panti Rapih\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/\",\"name\":\"Rumah Sakit Panti Rapih\",\"description\":\"Sahabat Untuk Hidup Sehat\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/memahami-kejang-pada-anak\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Suhu-Anak-Panas-Kejang-Rumah-Sakit-Panti-Rapih-Yogyakarta.jpg\",\"width\":650,\"height\":433},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/memahami-kejang-pada-anak\/#webpage\",\"url\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/memahami-kejang-pada-anak\/\",\"name\":\"Memahami Kejang pada Anak - Rumah Sakit Panti Rapih\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/memahami-kejang-pada-anak\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2020-11-13T05:33:35+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-28T04:58:31+00:00\",\"description\":\"Kejang Demam pada anak merupakan bentuk kejang akut, yang sering dijumpai. Kejadian kejang ini sering menakutkan bagi orang tua. Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta membagi edukasi kesehatan tentang kejang pada anak.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/memahami-kejang-pada-anak\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/memahami-kejang-pada-anak\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/memahami-kejang-pada-anak\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/\",\"url\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/memahami-kejang-pada-anak\/\",\"url\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/memahami-kejang-pada-anak\/\",\"name\":\"Memahami Kejang pada Anak\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/memahami-kejang-pada-anak\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/memahami-kejang-pada-anak\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#\/schema\/person\/d7acf36edcf433ab004818e7e464871a\"},\"headline\":\"Memahami Kejang pada Anak\",\"datePublished\":\"2020-11-13T05:33:35+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-28T04:58:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/memahami-kejang-pada-anak\/#webpage\"},\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/memahami-kejang-pada-anak\/#primaryimage\"},\"keywords\":\"anak,anak panas,anak sakit,kesehatan anak\",\"articleSection\":\"Artikel Kesehatan\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/memahami-kejang-pada-anak\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#\/schema\/person\/d7acf36edcf433ab004818e7e464871a\",\"name\":\"administrator\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdfa7c3cd10fd8e9d71acdf1f251d7b3?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"administrator\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/310"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=310"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/310\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5126,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/310\/revisions\/5126"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/media\/312"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=310"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=310"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=310"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}