{"id":2247,"date":"2022-03-29T06:25:11","date_gmt":"2022-03-29T06:25:11","guid":{"rendered":"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/?p=2247"},"modified":"2025-06-26T08:12:25","modified_gmt":"2025-06-26T08:12:25","slug":"bersahabat-dengan-diabetes-mellitus-dengan-pengaturan-makan-yang-tepat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/bersahabat-dengan-diabetes-mellitus-dengan-pengaturan-makan-yang-tepat\/","title":{"rendered":"Bersahabat dengan Diabetes Mellitus dengan Pengaturan Makan yang Tepat"},"content":{"rendered":"<p><strong><em>Saat ini masyarakat sudah sering mendengar tentang penyakit Diabetes Melitus (DM) yang memang prevalensinya di Indonesia mulai meningkat.<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Meningkatnya prevalensi diabetes melitus di beberapa negara berkembang akibat dari peningkatan kemakmuran di negara bersangkutan. Di Indonesia penyandang DM tipe I sangat jarang. Kasus DM tipe 1 mempunyai latar belakang berupa kurangnya insulin secara absolut akibat proses autoimun. Lain halnya dengan DM tipe 2 yang meliputi lebih 90% dari semua populasi diabetes. Pada tipe ini umumnya mempunyai latar belakang kelainan berupa resistensi insulin.<\/p>\n<p>Banyak pasien yang telah terdiagnosis diabetes tidak mengetahui apa yang harus dilakukan agar diabetes ini terkelola dengan baik dan kualitas hidup tetap terjaga. Yang banyak terjadi adalah pasien hanya mengandalkan sepenuhnya pada obat berkhasiat hipoglikemik, tanpa memperhatikan pilar lain yang juga berpengaruh<br \/>\npada pengelolaan DM. Menurut konsensus PERKENI (Perhimpunan Endokrinologi Indonesia) tahun 2006, penanganan diabetes terdiri dari 4 pilar utama yaitu perencanaan makan, latihan jasmani, obat berkhasiat hipoglikemi, dan penyuluhan\/edukasi.<\/p>\n<p><strong>Bagaimana merencanakan makan bagi diabetisi (penderita diabetes mellitus)?<\/strong><br \/>\nUntuk merencanakan makan pada diabetisi, pasien dapat berkonsultasi gizi dengan ahli gizi yang mereka temui. Ahli Gizi akan memandu pasien mengatur makanan sesuai dengan kebutuhan gizi masing-masing individu. Sebelum merencanakan makan bagi diabetisi, pasien harus mengetahui tujuan dari perencanaan makan pada diabetisi. Tujuan dari perencanaan makan ini adalah mengendalikan atau mengatur kadar gula darah dan lipida darah pada kondisi normal sehingga dapat menghindari atau mengurangi resiko terjadinya komplikasi kronis, mendapatkan dan mempertahankan berat badan normal\/ideal, dan mengusahakan status gizi yang baik. Ada 3 prinsip dalam merencanakan makan pada diabetisi yang biasa disebut prinsip tepat <strong>3J yaitu, tepat Jadwal, tepat Jumlah, dan tepat Jenis<\/strong>.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-2249\" src=\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/DM-2-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/DM-2-300x200.jpg 300w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/DM-2-272x182.jpg 272w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/DM-2.jpg 550w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><strong>1. Tepat Jadwal<\/strong><br \/>\nJadwal makan harus teratur yang terdiri dari 3 kali makanan utama dan 3 kali makanan selingan \/ cemilan dengan interval\/ jarak waktu sekitar 3 jam. Jadwal makan ini<br \/>\ndapat bersifat fleksibel disesuaikan dengan kebiasaan pasien sehari-harinya.<\/p>\n<p><strong>2. Tepat Jumlah<\/strong><br \/>\nJumlah makanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan energi masing-masing.<\/p>\n<p>Faktor-faktor yang menentukan kebutuhan energi adalah :<br \/>\n1) Jenis kelamin<br \/>\nKebutuhan kalori basal untuk wanita adalah 25 kcal\/kg BBI (berat badan ideal) dan untuk pria 30 kcal\/kg BBI.<br \/>\n2) Umur<br \/>\nAda penurunan kebutuhan kalori dari kalori basal sesuai umur,<br \/>\nyaitu umur 40-59 tahun dikurangi 5%, 60-69 tahun dikurangi 10%, dan \u2265 70 tahun dikurangi 20% dari kalori basal.<br \/>\n3) Aktivitas fisik atau pekerjaan<br \/>\nAda penambahan kebutuhan kalori dari kalori basal sesuai jenis aktivitas, yaitu :<br \/>\n\u2022 Keadaan istirahat, ditambah 10%<br \/>\n\u2022 Aktivitas ringan seperti pegawai kantor, pegawai toko, guru, ahli hukum, ibu rumah tangga, ditambah 20%<br \/>\n\u2022 Aktivitas sedang seperti pegawai di industri ringan, mahasiswa, militer yang tidak sedang perang, ditambah 30%<br \/>\n\u2022 Aktivitas berat seperti petani, buruh, militer dalam keadaan latihan, penari, atlit, ditambah 40%<br \/>\n\u2022 Sangat berat seperti tukang becak, tukang gali, pandai besi, kebutuhan ditambah 50%<br \/>\n4) Kehamilan\/menyusui<br \/>\n\u2022 Awal kehamilan ditambah 150 kcal\/hari<br \/>\n\u2022 Pada trimester II dan III ditambah 350kcal\/hari<br \/>\n\u2022 Menyusui ditambah 550 kcal\/hari<br \/>\n5) Adanya komplikasi yang menyebabkan kenaikan suhu seperti demam memerlukan tambahan kalori sebesar 13% untuk setiap kenaikan suhu 1 derajat celsius.<br \/>\n6) Berat badan<br \/>\nBila kegemukan\/terlalu kurus, dikurangi\/ditambahan sekitar 20-30%. Untuk komposisi zat gizi dibagi menjadi 45-65 % dari karbohidrat, 10-20 % dari protein, dan 20-25% dari lemak.<\/p>\n<p><strong>3. Tepat Jenis<\/strong><br \/>\n1) Jenis makanan yang dihindari adalah gula murni\/sederhana seperti gula pasir (sukrosa), gula merah, gula aren, gula batu. Hindari juga makanan dan minuman yang dibuat dengan gula murni seperti selai, manisan, cake\/bolu, wajik, sirup, susu kental manis, minuman mengandung gula. Sebagai pengganti gula murni dapat digunakan gula pengganti yang mengandung aspartam atau sukralose, tetapi penggunaannya tidak berlebihan.<br \/>\nPenggunaan gula murni sedikit dalam bumbu diperbolehkan yaitu tidak boleh lebih dari 5% energi.<br \/>\n2) Jenis makanan yang dibatasi seperti makanan pokok bisa bervariasi seperti nasi (lebih baik nasi beras tumbuk atau nasi beras merah karena kandungan serat tinggi), havermut, jagung rebus, roti gandum\/bekatul, kentang, mie. Sumber karbohidrat ini dikonsumsi sesuai kebutuhan.<br \/>\n3) Pilih jenis cemilan atau selingan yang rendah kalori dan tinggi serat seperti cincau, camcau, agar-agar, puding, rumput laut, pisang rebus.<br \/>\n4) Sertakan rebusan sayuran dalam makanan seperti rebusan buncis, pare, labu siam atau sayur bening seperti terong, gambas\/ oyong, karena tinggi serat larut airnya.<br \/>\n5) Pilih buah dan sayur yang mengandung air dan banyak serat seperti apel dan pear dengan kulitnya, jeruk dengan ampasnya, belimbing, melon, semangka (bagian putih dekat kulit disertakan, timun dan tomat.<br \/>\n6) Batasi asupan lemak dan kolesterol dengan membiasakan membuang lemak atau gajih pada daging sebelum dimasak. Gunakan minyak goreng dalam jumlah<br \/>\nterbatas dengan cara menghindari kebiasaan menggoreng makanan dengan minyak banyak tetapi biasakan memasak dengan cara menumis, memepes, mengukus,<br \/>\nmerebus, dan memanggang. Setelah mengetahui prinsip 3 J tersebut, seorang diabetisi akan mudah menjalani diet DM. Tentu saja diabetisi masih harus rutin kontrol atau konsultasi gizi ulang mengenai diet yang sudah dijalankan. Melalui konsultasi gizi ini pasien dapat menjelaskan apa yang sudah dijalani dalam pengaturan diet ini, masalah apa yang timbul dalam menjalani diet ini, dan keberhasilan setelah menjalankan diet apakah sudah sesuai dengan tujuan dietnya. Ahli gizi akan mengevaluasi dan mendiskusikan kembali dengan pasien langkah atau komitmen selanjutnya agar masalah teratasi dan tujuan diet tercapai. Dengan pengaturan makan yang tepat, diabetisi akan lebih bersahabat dengan diabetesnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Artikel ini ditulis oleh:<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>E.Widi Risnawati, SST.<br \/>\n(Ahli Gizi RS Panti Rapih Yogyakarta)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Info Pelayanan :<br \/>\n<strong>Klinik Gizi <a href=\"http:\/\/www.pantirapih.or.id\">RS Panti Rapih Yogyakarta<\/a><\/strong><br \/>\nLantai 4 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus<\/p>\n<p><strong>Pendaftaran :<\/strong><br \/>\nPendaftaran 24 Jam (0274) 514004 \/ 514006<br \/>\nAplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)<\/p>\n<table style=\"width: 400px;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.rspr.rspr_online\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-4902\" src=\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-300x113.png\" alt=\"\" width=\"162\" height=\"61\" srcset=\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-300x113.png 300w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-1024x384.png 1024w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-768x288.png 768w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-1536x576.png 1536w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-2048x768.png 2048w\" sizes=\"(max-width: 162px) 100vw, 162px\" \/><\/a><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/apps.apple.com\/id\/app\/pantirapihku\/id1670092715\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-4903\" src=\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-300x113.png\" alt=\"\" width=\"162\" height=\"61\" srcset=\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-300x113.png 300w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-1024x384.png 1024w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-768x288.png 768w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-1536x576.png 1536w, https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-2048x768.png 2048w\" sizes=\"(max-width: 162px) 100vw, 162px\" \/><\/a><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat ini masyarakat sudah sering mendengar tentang penyakit Diabetes Melitus (DM) yang memang prevalensinya di Indonesia mulai meningkat. Meningkatnya prevalensi diabetes melitus di beberapa negara berkembang akibat dari peningkatan kemakmuran di negara bersangkutan. Di Indonesia penyandang DM tipe I sangat jarang. Kasus DM tipe 1 mempunyai latar belakang berupa kurangnya insulin secara absolut akibat proses [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2270,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rating_form_position":"","rating_results_position":"","mr_structured_data_type":""},"categories":[2,1537,1529],"tags":[55,58,592,29,591],"multi-rating":{"mr_rating_results":[{"adjusted_star_result":0,"star_result":0,"total_max_option_value":5,"adjusted_score_result":0,"score_result":0,"percentage_result":0,"adjusted_percentage_result":0,"count":0,"post_id":2247}]},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v15.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bersahabat dengan Diabetes Mellitus dengan Pengaturan Makan yang Tepat - Rumah Sakit Panti Rapih<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Rumah Sakit Panti Rapih Bersahabat dengan Diabetes Mellitus dengan Pengaturan Makan yang Tepat Artikel Kesehatan\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/bersahabat-dengan-diabetes-mellitus-dengan-pengaturan-makan-yang-tepat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bersahabat dengan Diabetes Mellitus dengan Pengaturan Makan yang Tepat - Rumah Sakit Panti Rapih\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Rumah Sakit Panti Rapih Bersahabat dengan Diabetes Mellitus dengan Pengaturan Makan yang Tepat Artikel Kesehatan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/bersahabat-dengan-diabetes-mellitus-dengan-pengaturan-makan-yang-tepat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Rumah Sakit Panti Rapih\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/pantirapihhospital\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-29T06:25:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-06-26T08:12:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/DM-3.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"675\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Est. reading time\">\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"5 minutes\">\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#organization\",\"name\":\"Rumah Sakit Panti Rapih\",\"url\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/pantirapihhospital\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/rspantirapihyogyakarta\/\",\"https:\/\/www.youtube.com\/c\/RSPantiRapih\",\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Rumah_Sakit_Umum_Panti_Rapih\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#logo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/RS-Panti-Rapih-Thumbnail.jpg\",\"width\":400,\"height\":400,\"caption\":\"Rumah Sakit Panti Rapih\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/\",\"name\":\"Rumah Sakit Panti Rapih\",\"description\":\"Sahabat Untuk Hidup Sehat\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/bersahabat-dengan-diabetes-mellitus-dengan-pengaturan-makan-yang-tepat\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/DM-3.jpg\",\"width\":1200,\"height\":675},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/bersahabat-dengan-diabetes-mellitus-dengan-pengaturan-makan-yang-tepat\/#webpage\",\"url\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/bersahabat-dengan-diabetes-mellitus-dengan-pengaturan-makan-yang-tepat\/\",\"name\":\"Bersahabat dengan Diabetes Mellitus dengan Pengaturan Makan yang Tepat - Rumah Sakit Panti Rapih\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/bersahabat-dengan-diabetes-mellitus-dengan-pengaturan-makan-yang-tepat\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-03-29T06:25:11+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-26T08:12:25+00:00\",\"description\":\"Rumah Sakit Panti Rapih Bersahabat dengan Diabetes Mellitus dengan Pengaturan Makan yang Tepat Artikel Kesehatan\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/bersahabat-dengan-diabetes-mellitus-dengan-pengaturan-makan-yang-tepat\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/bersahabat-dengan-diabetes-mellitus-dengan-pengaturan-makan-yang-tepat\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/bersahabat-dengan-diabetes-mellitus-dengan-pengaturan-makan-yang-tepat\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/\",\"url\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/bersahabat-dengan-diabetes-mellitus-dengan-pengaturan-makan-yang-tepat\/\",\"url\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/bersahabat-dengan-diabetes-mellitus-dengan-pengaturan-makan-yang-tepat\/\",\"name\":\"Bersahabat dengan Diabetes Mellitus dengan Pengaturan Makan yang Tepat\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/bersahabat-dengan-diabetes-mellitus-dengan-pengaturan-makan-yang-tepat\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/bersahabat-dengan-diabetes-mellitus-dengan-pengaturan-makan-yang-tepat\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#\/schema\/person\/11b91a9705a3fa42038bdb3adf2ad9db\"},\"headline\":\"Bersahabat dengan Diabetes Mellitus dengan Pengaturan Makan yang Tepat\",\"datePublished\":\"2022-03-29T06:25:11+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-26T08:12:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/bersahabat-dengan-diabetes-mellitus-dengan-pengaturan-makan-yang-tepat\/#webpage\"},\"commentCount\":1,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/bersahabat-dengan-diabetes-mellitus-dengan-pengaturan-makan-yang-tepat\/#primaryimage\"},\"keywords\":\"Diabetes mellitus,DM,Gizi pada Penderita Diabetes Mellitus,kesehatan lansia,Makan Tepat bagi Pasien Diabetes Mellitus\",\"articleSection\":\"Artikel Kesehatan,Kesehatan Gizi,Kesehatan Penyakit Dalam\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"http:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/bersahabat-dengan-diabetes-mellitus-dengan-pengaturan-makan-yang-tepat\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#\/schema\/person\/11b91a9705a3fa42038bdb3adf2ad9db\",\"name\":\"admin pantirapih\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2550f0e0274cea6119ffb0dbeae56f7?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin pantirapih\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2247"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2247"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2247\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5390,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2247\/revisions\/5390"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2270"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2247"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2247"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2247"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}