Kelas Ibu Hamil RS Panti Rapih – “Tips Sehat Paska Persalinan dan Sukses Menyusui” 5/5 (1)

Pada hari Jumat, 16 Februari 2024, RS Panti Rapih menyelenggarakan Kelas Ibu Hamil dengan fokus pada dua materi penting yaitu; “Sehat dan Bugar Paska Melahirkan” serta “Sukses Menyusui”. Acara berlangsung selama 2 jam di Ruang Senam Hamil, Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus, dihadiri oleh 10 peserta ibu hamil dan 3 pendamping yang antusias.

Nara sumber untuk materi pertama yaitu; Bidan Respati Dwiwidyaningtyas, S.STr.Keb, seorang Konselor Laktasi di RS Panti Rapih. Bidan Respati membahas terkait “Sehat dan Bugar Paska Melahirkan”. Materi ini membahas sejumlah aspek penting terkait kesehatan ibu paska persalinan. Bidan Respati memberikan penjelasan mendalam mengenai periode ibu nifas, menggambarkan tanda-tanda bahaya yang perlu diwaspadai, membongkar mitos-mitos seputar ibu nifas, dan mengulas depresi paska persalinan beserta penanganannya.

Dalam materi ini, peserta kelas diajak untuk memahami betapa pentingnya perawatan diri ibu pasca melahirkan. Penjelasan mengenai tanda-tanda bahaya nifas memberikan wawasan yang sangat diperlukan bagi ibu hamil untuk mengenali gejala yang perlu segera mendapat perhatian medis. Selain itu, pembahasan tentang mitos pada ibu nifas membantu memilah informasi yang benar dan salah, menghindari kesalahpahaman yang bisa berdampak negatif pada kesehatan mental ibu.

Materi ini juga membahas depresi paska persalinan, sebuah masalah serius yang perlu diatasi dengan perhatian khusus. Bidan Respati memberikan wawasan mengenai penanganan depresi pada ibu nifas, memberikan panduan bagi peserta dan pendamping dalam memberikan dukungan yang dibutuhkan.

Untuk materi kedua disampaikan oleh Bidan Y. Tri Murtini, AMd.Keb.(Konselor Laktasi RS Panti Rapih Yogyakarta), terkait dengan topik “Sukses Menyusui”. Materi ini fokus pada pentingnya menyusui dan memberikan tips untuk mencapai keberhasilan dalam menyusui. Bidan Tri Murtini membahas manfaat menyusui untuk ibu dan bayi, teknik menyusui yang benar, dan solusi untuk mengatasi tantangan yang mungkin dihadapi oleh ibu menyusui.

Dalam materi ini, peserta diajak untuk memahami bahwa menyusui bukan hanya memberikan nutrisi yang optimal bagi bayi, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi ibu. Bidan Tri Murtini memberikan tips praktis untuk memastikan ibu hamil dapat memulai proses menyusui dengan lancar, meminimalkan ketidaknyamanan, dan mencapai keberhasilan dalam memberikan ASI eksklusif. Para Ibu juga diajak untuk praktek terkait pelekatan yang benar saat menyusui.

Kelas Ibu Hamil yang diadakan oleh RS Panti Rapih ini tidak hanya memberikan pengetahuan yang berharga, tetapi juga menciptakan ruang untuk saling bertukar pengalaman dan dukungan antar ibu hamil. Harapa kami, melalui acara ini, para ibu dan pendamping dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk masa persalinan dan perawatan paska melahirkan, serta mencapai kesuksesan dalam menyusui.

Artikel ditulis oleh :
Anjar Pintosasi
(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Lokasi Pelayanan :
Klinik Kebidanan dan Penyakit Kandungan
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Mewujudkan Kesejahteraan Bayi Melalui ASI Eksklusif 5/5 (8)

Air Susu Ibu (ASI) telah dikenal sebagai makanan terbaik bagi bayi baru lahir, menjadi sumber energi dan zat gizi penting. Pertumbuhan dan perkembangan bayi sebagian besar ditentukan oleh pemberian ASI. ASI eksklusif dapat memenuhi kebutuhan pertumbuhan bayi hingga usia sekitar enam bulan. Untuk mencapai keberhasilan dalam menyusui, dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan.

Mengacu pada Standar Emas Makanan Bayi (WHA no 55.25 tahun 2002), proses menyusui sebaiknya dimulai sesegera mungkin (IMD). Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi diikuti dengan pemberian makanan pendamping ASI setelah usia enam bulan. ASI dianjurkan untuk diteruskan hingga bayi mencapai usia dua tahun.

Berikut merupakan bebepara point penting dalam teknik sukses menyusui:

Posisi Menyusui :

  1. Posisi Badan Ibu
  2. Posisi Badan Ibu dan Bayi
  3. Posisi Mulut Bayi dan Payudara Ibu (pelekatan)

Posisi Benar :

  1. Perut dan dada bayi menempel pada perut dan dada ibu
  2. Seluruh badan bayi menghadap ke badan ibu, puting berhadapan dengan hidung bayi
  3. Telinga bayi pada garis lurus dengan lengan bayi, dan leher bayi lurus
  4. Pegang atau topang belakang bahu bayi bukan kepala bayi

Posisi Kurang Tepat :

  1. Kepala bayi terletak di siku, hingga bayi menundu
  2. Badan bayi tidak menghadap badan ibu
  3. Hanya bahu yang ditopang oleh tangan ibu
  4. Leher bayi terputar
  5. Badan ibu condong ke depan

Tanda-tanda Pelekatan Benar :

  1. Aerola bagian atas terlihat lebih banyak dari bagian bawah.
  2. Mulut terbuka lebar.
  3. Bibir atas terputar keluar arah atas dan bibir bawah terputar keluar ke arah bawah.
  4. Dagu bayi melekat pada payudara ibu.

 

Pelekatan “Kunci Keberhasilan Menyusui”

  1. Bayi datang dari arah bawah.
  2. Hidung bayi berhadapan dengan puting.
  3. Dagu bayi merupakan bagian terdepan yang melekat pada payudara (contact point).
  4. Puting diarahkan ke atas ke arah langit-langit bayi.
  5. Telusuri langit-langit bayi dengan puting sampai berada di antara uvula dan pangkal lidah.
  6. Puting susu hanya 1/3 atau 1/4 dari bagian “dot” jaringan payudara yang terbentuk.

Mengisap :

  1. Refleks mengisap: Bayi akan mengisap jika ada sesuatu yang menyentuh langit-langit bayi.
  2. Dengan menggunakan tekanan negatif menyedot payudara, akan terbentuk “dot” dari payudara.

Kunci keberhasilan menyusui adalah pelekatan yang benar. Posisi yang benar menjadi kunci utama dalam mencapai pelekatan yang optimal. Dengan menerapkan teknik-teknik ini, ibu dapat memberikan ASI eksklusif dengan nyaman dan mendukung pertumbuhan optimal bayi. Dukungan dari keluarga, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjamin keberhasilan pemberian ASI eksklusif.

 

Artikel ditulis oleh :

Bidan Y. Tri Murtini, A.Md.Keb

(Konselor Laktasi RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Lokasi Pelayanan :
Klinik Laktasi
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Informasi & Pendaftaran :
Telepon : 0274 – 514014, 514845, 563333 ext 1204
Whatsapp Klinik Anak Terpadu Yacinta: 0811-2848-446

Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Air Susu Ibu (ASI) Nutrisi Terbaik Untuk Buah Hati No ratings yet.

Air Susu Ibu (ASI) adalah pilihan nutrisi terbaik untuk bayi khususnya dalam enam bulan pertama. Kandungan zat gizi yang terdapat di dalam ASI mengandung gizi seimbang yang meliputi karbohidrat, lemak,protein, mineral dan vitamin yang dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan bayi secara optimal. Asi awal yang disebut kolustrum, cairan ini banyak mengandung antibodi penghambat pertumbuhan virus dan bakteri,serta  mengandung enzim enzim pencernaan yang belum mampu diproduksi sendiri oleh tubuh bayi sehingga  sangat berperan penting bagi daya tahan tubuh bayi.

ASI akan menurunkan risiko penyakit infeksi pada bayi seperti diare, ISPA (infeksi saluran pernapasan akut), radang otak (meningitis) dan juga menurunkan risiko penyakit non infeksi seperti obesitas maupun diabetes.

Manfaat memberikan Asi tidak hanya untuk bayi saja melainkan bermanfaat juga bagi kesehatan ibu, diantaranya adalah :

  1. Mengurangi kehilangan darah pasca melahirkan

Hisapan bayi pada payudara akan bermanfaat menstimulasi hormon Oksitosin ibu. Hormon ini akan membuat rahim berkontraksi baik sehingga lebih cepat mengembalikan rahim ke ukuran semula, dan mencegah terjadinya perdarahan pasca lahir

  1. Mengurangi depresi pasca melahirkan, dengan menyusui akan tercipta ikatan emosional antara ibu dan bayi menjadi lebih kuat.
  2. Mengurai risiko penyakit kanker servik, payudara maupun ovarium

 

Kapan ASI diproduksi ?

Asi berbentuk kolustrum akan diproduksi pada trimeser kedua kehamilan ( minggu ke 16 ) dan akan terus diproduksi sampai kelahiran bayi. Pada sebagian ibu, terkadang kolustrum sudah keluar pada kehamilan trimester ketiga, tetapi banyak ibu kolustrum baru keluar pada hari ke 2 atau hari ke 3  setelah kelahiran dan hal ini adalah kondisi normal, Karena pada 48-72 jam paska kelahiran, tubuh ibu mulai meningkatkan produksi ASI, sehingga ibu akan merasakan sensasi ASI dimana payudara mulai mengencang dan mengeluarkan kolustrum.

Berapa lama bayi akan bertahan tanpa asupan apapun ?

Bayi baru lahir memiliki cadangan makanan di dalam tubuhnya yang diperoleh dari plasenta selama berada di rahim ibu. Sehingga bayi baru lahir dalam 48 jam pertama belum memerlukan minuman apapun. Satu satunya zat yang diperlukan ketika baru lahir adalah kolustrum (ASI) awal.

Berapa kebutuhan minum pada bayi baru lahir ?

untuk diketahui bahwa ukuran lambung bayi baru lahir pada hari pertama adalah sebesar buah cerry yang akan betahap membesar dalam 1 bulan pertama, sehingga kebutuhan minum bayi pun betahap sesuai perkembangan usianya seperti digambarkan dalam gambar dibawah ini :

Gambar ukuran lambung bayi

Bagi ibu yang baru melahirkan bayinya tidak perlu khawatir bila ASI/ kolustrum belum tampak keluar di hari 1 atau hari ke 2 setelah kelahiran. Hal ini dikarenakan jumlah kolustrum yang sangat sedikit dan warnanya bening atau kekuningan sehingga membuat keluar kolustrum pertama kali tidak terasa atau tidak terlihat oleh ibu.

Dengan kontak erat (skin to skin) yang sering dan bayi berada dalam satu ruang dengan ibu, akan mempercepat keluarnya kolustrum/asi, sehingga proses menyusui dapat semakin lancar. Semakin sering ibu menyusui bayinya dihari hari pertama setelah kelahiran, semakin banyak kolustrum/ASI yang akan diproduksi

Posisi ibu saat memberikan ASI sangat berpengaruh pada kenyamanan bayi saat menyusu, selain itu posisi yang benar juga penting untuk kenyamanan ibu dan terhidar dari rasa nyeri dan puting lecet.

Berikut ini posisi yang benar saat memberikan ASI pada Si Kecil:

  • Pastikan ibu duduk dengan nyaman, dan menatap bayi. Sebaiknya punggung ibu bersandar dan kaki tidak menggantung. Bila perlu dapat disediakan penyangga untuk kaki.
  • Kepala dan tubuh bayi harus dalam garis lurus, peluk bayi dekat badan ibu. Sebaiknya seluruh badan bayi ditopang, sehingga bayi dapat mendekat ke payudara dan hidung berhadapan dengan puting.
  • Ibu juga perlu menstimulasi refleks hisap bayi dengan menyentuh sudut bibirnya. Ketika mulut bayi terbuka lebar, masukkan puting dan areola ke dalam mulut bayi.
  • Perlu diingat, pelekatan yang baik terjadi jika mulut bayi terbuka lebar dengan bibir bawah terlipat keluar. Bayi dapat dianggap efektif menyusu jika ia mengisap secara perlahan, dan sesekali berhenti untuk menelan AS

Kunci keberhasilan menyusui :

  • Yakinlah bahwa ASI adalah yang terbaik bagi bayi
  • Memiliki motivasi yang kuat
  • Inisiasi Menyusu Dini  (IMD) dan Rawat Gabung
  • Ketahuilah tehnik dasar menyusui seawal mungkin
  • Pentingnya dukungan suami/keluarga dalam mendampingi ibu menyusui
  • Percaya bahwa ASI juga bermanfaat bagi ibu, bayi dan keluarga
  • Tetap menyusui meskipun bekerja
  • Perhatikan kesehatan ibu dan bayi dan kesehatan payudara
  • Kontak dengan konselor ASI

 

Artikel ini ditulis oleh :

dr. Maria Rulina Yudi Artanti, MSc, Sp.A

(Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih & Konselor ASI)

 

Klinik Tumbuh Kembang
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

REFERENSI
IDAI. Mengapa ASI Eksklusif Sangat DIanjurkan pada Usia di Bawah 6 bulan. 2013.    https://www.idai.or.id/artikel/kli nik/asi/mengapa-asi-eksklusif- sangat-dianjurkan-pada-usia-di- bawah 6-bulan

Wijaya FA. ASI Eksklusif: Nutrisi Ideal untuk Bayi 0-6 Bulan. CDK- 275/ vol. 46 no. 4 th. 2019
Suradi R. Spesifisitas Biologis Air Susu Ibu, Sari Pediatri. 2001; 125′ 129.

Roesli, U., & Yohmi, E. 2013. Buku Bedah ASI IDAI.

 

Mohon dapat memberikan rating