Menuju Zona Integritas: RS Panti Rapih Yogyakarta Berkomitmen Wujudkan Wilayah Bebas Korupsi dan Birokrasi Bersih Melayani (WBK/WBBM) No ratings yet.

Yogyakarta, 2024 – Pembangunan Zona Integritas mendasarkan pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 10 Tahun 2019 sebagai perubahan dari Permenpan RB Nomor 52 tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK/WBBM).

Zona Integritas Zona Integritas (ZI) merupakan sebutan atau predikat yang diberikan kepada institusi yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) melalui upaya pencegahan korupsi, reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Sedangkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) adalah predikat yang diberikan kepada suatu unit kerja yang memenuhi sebagian besar manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, dan penguatan akuntabilitas kinerja. Sedangkan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) adalah predikat yang diberikan kepada suatu unit kerja yang memenuhi sebagian besar manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, penguatan akuntabilitas kinerja, dan penguatan kualitas pelayanan publik.

Tahun 2024 ini sejalan dengan Code of conduct RS Panti Rapih yaitu ICARE dengan menjiwai nilai INTEGRITY maka perlu secara bersama-sama untuk mewujukan zona integritas yang bebas korupsi dan birokrasi bersih serta melayani. Hal ini demi mewujudkan pelayanan yang baik bagi pasien yang dilayani di RS Panti Rapih. Dalam rangka mewujudkan Zona integritas tersebut maka diperlukan sosialisasi kepada seluruh pegawai RS, sebagai tahap awal maka diperlukan sosialisasi pada jajaran structural RS Panti Rapih maka kami mengagendakan kegiatan pencanangan Zona Integritas (ZI) ini, untuk menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBK/WBBM).

Selain upaya menuju Zona Integritas, RS Panti Rapih juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan etik. Sumber daya yang mumpuni dalam pengelolaan etik menjadi kunci utama, antara lain pemahaman terhadap perilaku etik, pemahaman hukum, internalisasi nilai I CARE, serta kemampuan memberikan solusi yang efektif dan tepat waktu terkait permasalahan etik. Dengan begitu, diharapkan rasa kepercayaan diri dan mawas diri dalam melakukan pelayanan kesehatan di RS Panti Rapih dapat semakin ditingkatkan.

 

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

Mohon dapat memberikan rating

Flu Singapura ( Hand, Foot, and Mouth Disease / HFMD) 5/5 (1)

Flu Singapura adalah penyakit yang sering mengenai anak anak,  terutama di usia 1-5 th  yang disebabkan oleh virus, atau dalam medis disebut  Hand, foot, and mouth disease (HFMD), penyakit tangan kaki mulut. Virus ini dari golongan  Enterovirus dan  paling sering adalah Coxsackievirus dan Human Enterovirus 71 (HEV 71).

Gejala HFMD

  • HFMD umumnya diawali dengan demam dalam 24-48 jam , tetapi beberapa kasus tidak disertai dengan demam.
  • nyeri tenggorokan/ menelan dan sering kali pada anak yang lebih kecil ditandai dengan adanya air liur yang berlebihan dan sulit makan.
  • Bintik bintik merah di rongga mulut atau langit langit mulut bagian belakang
  • Kemerahan ditelapak tangan dan telapak kaki, dan bisa juga ditemui hingga tungkai, lengan, pantat dan di sekitar kemaluan, yang pada umumnya muncul di hari ke 3- 6.
  • Orang dewasa dan orang dengan sistem kekebalan tubuh baik mungkin saja terinfeksi virus HFMD namun tidak menunjukkan gejala sama sekali (asimtomatik), atau menunjukkan gejala ringan. Keluhan yang seringkali muncul dari HFMD setelah beberapa minggu fase akut adalah lepasnya kuku jari tangan dan kaki atau dapat  berupa kulit yang mengelupas pada ujung jari tangan dan kaki, kelainan  ini bersifat sementara dan akan membaik kembali

 

Penularan HFMD

Penyakit ini mudah sekali menular. Penderita HFMD dapat menyebarkan virus melalui sekret/cairan hidung (ingus), tenggorokan (ludah, dahak), lesi kulit yang pecah, dan dari kotorannya. Penyebaran ini mudah terjadi bila terdapat kontak erat dengan penderita (berbicara, memeluk, mencium), melalui udara (bersin, batuk), kontak dengan kotoran pasien, dan kontak dengan objek atau permukaan yang tercemar oleh virus HFMD (memegang gagang pintu, permukaan meja, mainan, perabotan yang tercemar virus tersebut, dll). Penderita HFMD umumnya sangat menularkan virus pada minggu pertama sakit, beberapa kasus masih bisa menularkan virus beberapa hari atau minggu setelah gejala atau tanda infeksi menghilang.

Pengobatan dan Pencegahan

Tidak ada pengobatan khusus untuk HFMD, pengobatan bersifat simptomatik untuk mengatasi keluhan yang ditimbulkannya. Obat yang dengan kandungan Parasetamol dapat diberikan untuk mengatasi demam dan nyeri. Kompres hangat dan pemberian minum yang lebih sering juga membantu menurunkan demam anak. Pada anak yang lebih besar, diberikan obat kumur untuk mengurangi nyeri akibat luka di mulut dan dapat diberikan multivitamin, saat ini belum tersedia vaksin untuk mencegah HFMD, sehingga  perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) perlu dipraktekkan untuk mencegah penularan.

HFMD umumnya dapat sembuh dalam 7-10 hari. Dengan perawatan yang tepat, anak akan segera pulih dan kembali beraktivitas. Bila kondisi anak tampak sakit berat atau kondisi yang meragukan, segeralah untuk dibawa  periksa.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Maria Rulina Yudi Artanti, MSc, Sp.A

(Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

 

REFERENSI
IDAI. Hand, foot, and mouth disease (HFMD). 2016.

 

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Anak
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

 

 

 

 

 

Mohon dapat memberikan rating

WASPADA DEMAM BERDARAH PADA ANAK   5/5 (1)

Dengue masih menjadi tantangan masalah kesehatan publik. Pada musim hujan, jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) mengalami kenaikan yang sangat bermakna. Curah hujan tinggi menimbulkan potensi genangan air dan meningkatkan populasi nyamuk, selain itu kelembaban tinggi memudahkan nyamuk berkembang biak. Proporsi penderita DBD menurut golongan umur paling besar adalah golongan usia 0 – 14 tahun pada tahun 2022, begitu pula dengan kematian terbanyak pada golongan usia tersebut.

Penyakit DBD adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Terminologi DBD sebenarnya tidak tepat karena bila seseorang terinfeksi virus dengue tidak selamanya akan menjadi DBD. Payung besarnya dinamakan infeksi dengue. Msanifestasi infeksi dengue luas, mulai dari infeksi tanpa gejala (asimtomatik), demam tidak khas, demam dengue (dengue fever) dengan atau tanpa tanda bahaya (warning signs) dan severe dengue dengan kebocoran plasma yang berat, perdarahan hebat atau adanya keterlibatan organ.

Gejala DBD terbagi dalam tiga fase, yaitu:

  1. Fase demam (3-4 hari pertama demam), yang ditandai dengan
  • demam mendadak tinggi terus menerus,
  • nyeri kepala,
  • nyeri otot seluruh tubuh,
  • nyeri sendi, dan
  • wajah kemerahan.
  1. Fase kritis (hari ke-4 hingga 6 sejak mulai demam).

Pada fase ini suhu penderita mulai turun. Kebanyakan penderita mengira sudah sembuh, padahal kebocoran plasma terjadi di sini. Bila tidak mendapat terapi cairan yang memadai, dapat terjadi syok sampai kematian. Tanda bahaya (warning signs) yang perlu diwaspadai antara lain: muntah, nyeri perut, perdarahan kulit, hidung, gusi, muntah darah hingga buang air besar berdarah.

  1. Fase penyembuhan atau konvalesen (mulai hari ke-7), yang ditandai dengan
  • Perbaikan keadaan umum,
  • Nafsu makan anak pulih, dan
  • Anak lebih ceria.

Penegakan infeksi dengue adalah dengan pemeriksaan antigen NS1 dengue pada hari demam ke-1 dan 2, atau antibodi IgM Dengue pada hari demam ke-5 dan seterusnya.

Belum ada obat antivirus yang spesifik untuk DBD. Pengobatan yang utama adalah pemberian cairan. Pada fase demam, penderita dapat berobat rawat jalan bila tidak ada muntah dan mau minum. Cairan yang dianjurkan adalah cairan yang mengandung mineral seperti cairan isotonic kaleng, air putih dengan garam dan gula, atau oralit. Obat penurun demam, seperti Paracetamol, dapat diberikan bila suhu si kecil 38oC ke atas. Pemberian jus jambu, angkak, atau kurma pada penderita DBD belum terbukti bermanfaat secara ilmiah dan belum bisa dijadikan pedoman.

Pencegahan DBD adalah dengan 3M yaitu:

  1. menguras tempat penampungan air minimal 7 hari sekali;
  2. menutup rapat tempat penampungan air;
  3. mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Pencegahan lainnya antara lain menggunakan kelambu saat tidur, menghindari kebiasaan menggantung baju, mengoleskan lotion anti nyamuk, dan imunisasi dengue. Saat ini, vaksin dengue dapat diberikan mulai anak berumur 6 tahun hingga 45 tahun.

 

Artikel ini ditulis oleh :

dr. Galuh Martin Maytasari, M.Sc., Sp.A

(Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Anak
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating