Melahirkan Tanpa Rasa Sakit dengan Metode Hypnobirthing

Persalinan merupakan suatu proses berakhirnya kehamilan yang sangat di nanti-nantikan setiap wanita dengan penuh harap dan suka cita. Namun nyeri yang menyertainya dapat merupakan siksaan tersendiri. Nyeri persalinan merupakan pengalaman subyektif tentang sensasi fisik yang terkait dengan kontraksi uterus, diltsi dan penipisan serviks, serta penurunan janin selama persalinan. Respon fisiologis terhadap, nyeri meliputi peningkatan tekanan darah, denyut nadi, pernafasan, keringat, diameter pupil dan ketegangan otot.

Berbagai upaya dilakukaan untuk menurunkan nyeri pada persalinanan, baik secara farmakologi maupun non farmakologi namun metode farmakologi lebih mahal dan berpotensi mempunyai efek yang kurang baik. Sedangkan metode non farmakologi bersifat nonintrusive, noinvasif, murah, simple, efektif dan tanpa efek yang merugikan. Metode non farmakologi juga dapat meningkatkan kepuasan selama persalinan karena ibu dapat mengontrol perasaannya dan kekuatannya.

Hypnobirthing merupakan salah satu metode pendekatan kejiwaan yang bermanfaat untuk mengurangi rasa nyeri dan tekanan emosi selama proses Persalinan dengan member kesempatan pada ibu yang akan melahirkan untuk berkonsentrasi, berfokus dan rileks. Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta adalah salah satu Rumah Sakit yang peduli dalam memberikan asuhan kehamilan dan persiapan persalinan dengan menerapkan Hypnobirthing RS Panti Rapih mempunyai komitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dan memfasilitasi kesehatan sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat, terlebih dalam masa kehamilan dan persalinan agar menjadi pengalaman yang indah dan menyenangkan untuk ibu, bayi yang di lahirkan dan untuk keluarganya.

Manfaat Hypnobirthing
1. Meminimalkan, dan bahkan menghilangkan keinginan untuk menggunakan obat bius dan obat penghilang rasa sakit saat bersalin.
2. Teknik untuk menghasilkan tenaga kerja sehingga terasa lebih pendek dan lebih nyaman, atau mempersingkat fase awal proses persalinan, yaitu pembukaan yang biasanya memakan waktu 10 sampai 24 jam (terutama untuk kelahiran anak pertama).
3. Menghilangkan keletihan yang amat sangat sehingga setelah proses kelahiran bayi, sang ibu tetap bertenaga.
4. Mengurangi kemungkinan terjadinya hiperventilasi (pernapasan yang cepat dan pendek karena menahan sakit) saat persalinan berlangsung.
5. Memungkinkan otot-otot syaraf dan badan di tubuh ibu bekerja secara selaras dan alamiah selama proses kelahiran terjadi.
6. Membuat proses kelahiran alami menjadi sesuatu yang indah dan tidak traumatis.
7. Proses menyusui dapat dengan cepat dilakukan karena bayi umumnya lebih tenang dan waspada saat lahir.
8. Mendapatkan pengalaman melahirkan yang positif (menyenangkan) karena terjadinya ikatan batin yang baik antara ibu terhadap bayi dan sang suami (pasangan hidup).
9. Memberikan peran penting bagi pendamping (aktif) selama proses kelahiran.
10. Membantu ibu untuk melahirkan bayinya dengan caranya sendiri.
11. Mempercepat masa pemulihan pasca persalinan.

Konsultasikan kandungan Anda ke Klinik Kandungan bersama Dokter Spesialis Obgin Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta.

Artikel ini ditulis oleh: MG. Endah SW, Amk
Ingin mengetahui informasi ini lebih lanjut dapat menghubungi:
Klinik Kandungan Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus
RS Panti Rapih
Pendaftaran : (0274) 514004, 514006, 521409 (24 jam)

Petunjuk Diet Jantung

Apakah Tujuan Diet Jantung?
1. Memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan pekerjaan jantung
2. Menurunkan berat badan bila penderita terlalu gemuk
3. Mencegah/ menghilangkan penimbunan garam / air

Bagaimana Syarat-Syarat Diet Jantung?
1. Kalori rendah, terutama bagi penderita yang terlalu gemuk
2. Protein dan lemak sedang
3. Cukup vitamin dan mineral
4. Mudah dicerna

Bahan Makanan Apa Yang Boleh Diberikan?
1. Sumber Hidratarang
Beras, bulgur, singkong, tales, kentang, makaroni, mie, bihun, roti, biskuit, tepung-tepungan
2. Sumber Protein Hewani
Daging ayam, daging sapi kurus, bebek, ikan, putih telur, susu skim
3. Sumber Protein Nabati
Kacang-kacangan kering maksimum 25 gram sehari, tahu, tempe, oncom
4. Sumber lemak
Minyak, margarine, mentega, sedapat mungkin tidak digunakan untuk menggoreng: kelapa, santan encer dalam jumlah terbatas
5. Sayuran
Sayuran yang tidak mengandung gas: baya, kangkung, buncis, kacang panjang, tauge, labu siam, oyong, tomat, wortel, dsbnya

Bahan Makanan Apa Yang Tidak Boleh Diberikan?
1. Sumber Hidratarang
Kue-kue yang terlalu manis dan gurih seperti: cake, tarcis, dodol, dsbnya
2. Sumber Protein Hewani
Semua daging berlemak, jerohan, sosis, ham
3. Sumber Lemak
Goreng-gorengan, santan kental
4. Sayuran
Sayuran yang menimbulkan gas seperti: kol, sawi, lobak
5. Bumbu
Cabe dan bumbu lain yang merangsang
6. Minuman
Kopi, teh kental, minuman yang mengandung soda dan alkohol

Bagaimana Cara Memasak Yang Terbaik?
1. Cara memasak yang baik adalah : menumis, memanggang, membakar, mengungkep, merebus dan mengukus
2. Minyak digunakan dalam jumlah terbatas dan pilihlah dari jenis lemak tak jenuh, seperti: minyak jagung, minyak kedelai, minyak zaitun dll
3. Hindarkan menggoreng

Hal-hal Lain Apakah Yang Perlu Diperhatikan?
1. Untuk mengimbangi diet yang anda jalani, dianjurkan melakukan olahraga ringan jenis aerobik menurut petunjuk dokter
2. Batasi pekerjaan yang terlalu banyak membutuhkan tenaga dan melelahkan
3. Cukup istirahat
4. Hindari kebiasaan merokok
5. Usahakan untuk melakukan medical check up secara rutin, untuk mengetahui perkembangan Anda

Ingin mengetahui informasi ini lebih lanjut dapat menghubungi:
RS Panti Rapih
Pendaftaran : (0274) 514004, 514006, 521409 (24 jam)

Pekan Imunisasi Dunia

Sabtu, 16 April 2022 menandai dimulainya Pekan Imunisasi Dunia 2022, di tengah pandemi COVID-19 yang masih terus meningkat di beberapa wilayah. Dengan tema ‘Vaksin membawa kita lebih dekat’  (vaccines bring us closer), momentum ini menunjukkan bagaimana vaksinasi menghubungkan kita dengan banyak orang, tujuan, dan membantu meningkatkan kesehatan semua orang, dimana pun sepanjang hidup.

Pada hari tersebut juga diluncurkan rencana baru yang berani, yaitu Agenda Imunisasi 2030, yang merupakan strategi global baru yang ambisius, untuk memaksimalkan dampak penyelamatan nyawa manusia dengan vaksin. Jika dilaksanakan sepenuhnya, Agenda Imunisasi 2030 dapat mencegah lebih dari 50 juta kematian selama dekade berikutnya.
Vaksin adalah salah satu penemuan paling hebat, kuat dan transformatif dalam sejarah ilmu kedokteran. Berkat vaksin, penyakit cacar sekarang sudah ada dalam buku sejarah dan tinggal menjadi kenangan, penyakit polio telah didorong ke ambang pemberantasan, dan penyakit yang dulu ditakuti karena mematikan seperti difteri, tetanus, dan meningitis, sekarang mudah dicegah. Selain itu, jenis vaksin baru terus mampu menekan angka kejadian penyakit. Dalam 15 tahun terakhir, vaksin baru telah disetujui digunakan untuk mencegah kanker serviks, malaria dan Ebola. Dan sekarang vaksin COVID-19 yang aman dan efektif telah dikembangkan dalam sangat waktu singkat, untuk membawa kita lebih dekat dalam mengakhiri pandemi.

Pada hari Rabu, 13 April 2022 lalu Yayasan WHO meluncurkan kampanye penggalangan dana global baru yang disebut Go GiveOne, untuk memberi setiap orang kesempatan dalam memainkan peran mereka untuk membantu memvaksinasi warga dunia. Go GiveOne bertujuan untuk melibatkan 50 juta orang dalam berkontribusi, dan terbuka untuk semua orang, individu dan organisasi dari semua negara. Uang yang terkumpul akan disumbangkan ke COVAX untuk membeli vaksin COVID-19 bagi warga dunia, dimulai dari mereka yang paling membutuhkannya.

Pada saat pandemi COVID-19 ini sekitar 60 program kampanye imunisasi ditangguhkan di 50 negara. Itu berarti sekitar 228 juta anak saat ini menjadi rentan terhadap penyakit mematikan non COVID-19, yang sebenarnya dapat dicegah dengan vaksin seperti campak, demam kuning, dan polio. Program kampanye campak adalah yang paling terpengaruh, mencapai 23 program kampanye yang ditunda, bahkan selama lebih dari satu tahun. Selain program kampanye yang ditargetkan untuk mencegah atau menanggapi pandemi COVID-19, layanan imunisasi rutin anak juga terus terganggu di lebih dari sepertiga negara pada kuartal pertama tahun 2021. Gangguan ini merupakan peningkatan yang signifikan dari tahun lalu dan kesenjangan dalam cakupan vaksinasi sudah memiliki konsekuensi serius di dunia nyata. Wabah campak yang mematikan telah terjadi di beberapa negara, termasuk Republik Demokratik Kongo, Pakistan dan Yaman. Dan risiko wabah campak meningkat di tempat lain, karena semakin banyak anak yang kehilangan vaksin yang sangat mereka butuhkan.

WHO, UNICEF, Gavi, dan mitra lainnya bekerjasama dengan berbagai negara untuk memastikan bahwa layanan imunisasi rutin harus dipulihkan dengan cepat dan aman. Namun demikian, kita tidak boleh lupa bahwa sebelum pandemi COVID-19, hampir 20 juta anak kehilangan kesempatan mendapatkan vaksin yang menyelamatkan jiwa setiap tahun. Dengan demikian kita tidak hanya harus mengembalikan layanan imunisasi kembali ke jalurnya, tetapi melakukan lebih baik dari sebelumnya.

Agenda Imunisasi 2030 adalah strategi global baru yang ambisius untuk memaksimalkan dampak penyelamatan nyawa dengan vaksin selama dekade berikutnya. Tujuannya adalah untuk mempertahankan hasil yang diperoleh dengan susah payah dalam program imunisasi, menghindari kemunduran, dan mencapai lebih banyak lagi, dengan tidak meninggalkan seorang anakpun, dalam situasi apapun atau pada tahap kehidupan apapun. Jika dilaksanakan sepenuhnya, Agenda Imunisasi 2030 dapat mencegah lebih dari 50 juta kematian selama dekade berikutnya, 75 persen di antaranya terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah.

Terdapat 4 hal penting yang hartus dilakukan. Pertama, meminta para pemimpin dunia, komunitas kesehatan, dan pembangunan global untuk membuat komitmen baru yang berani untuk memajukan strategi ini. Kedua, menyerukan kepada semua negara untuk mengembangkan dan mengimplementasikan rencana nasional yang sejalan dengan Agenda Imunisasi 2030, dan meningkatkan investasi untuk membuat imunisasi dapat diakses oleh semua warga negara. Ketiga, meminta lembaga donor dan pemerintah untuk meningkatkan investasi dalam penelitian, pengembangan, dan pengiriman vaksin, yang berfokus pada kebutuhan populasi yang kurang terlayani. Dan keempat, menyerukan kepada industri vaksin dan ilmuwan untuk terus mempercepat penelitian dan pengembangan, memastikan pasokan vaksin yang terjangkau secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan global, dan menerapkan pelajaran dari pandemi COVID-19 ke penyakit menular lain.

Pandemi COVID-19 telah mengakibatkan cakupan imunisasi rutin lengkap di Indonesia menjadi rendah. Untuk mengejar kekurangan cakupan tersebut pemerintah menyelenggarakan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) dalam rangka Pekan Imunisasi Dunia 2022.

Sekitar 800 ribu anak di seluruh Indonesia berisiko lebih besar tertular penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin seperti difteri, tetanus, campak, rubella, dan polio. Berdasarkan data rutin terbaru Kementerian Kesehatan RI cakupan imunisasi dasar lengkap telah menurun secara signifikan sejak awal pandemi COVID-19, dari 84,2% pada tahun 2020 menjadi 79,6% pada tahun 2021.

Penurunan cakupan imunisasi rutin baru-baru ini disebabkan oleh berbagai faktor termasuk gangguan rantai pasokan, aturan pembatasan kegiatan, dan berkurangnya ketersediaan tenaga kesehatan, yang menyebabkan penghentian sebagian layanan vaksinasi pada puncak pandemi COVID-19.

Agenda Imunisasi 2030 telah dikembangkan oleh WHO, UNICEF, Gavi dan banyak mitra lainnya, dapat menutupi kekurangan dalam program layanan imunisasi rutin, mendukung pemulihan global dari pandemi COVID-19, dan memastikan tidak ada anak yang terlewat, untuk menerima kehebatan vaksin yang mampu menyelamatkan nyawa anak di sekitar kita.

Sumber: https://dokterwikan.com/

Baca juga link terkait: https://pantirapih.or.id/rspr/klinik-anak-terpadu/
https://pantirapih.or.id/rspr/layanan-klinik-ibu-dan-anak-rs-panti-rapih/

Artikel ini ditulis oleh: DR. dr. FX. Wikan Indrarto, Sp.A
(Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

🏥 Kunjungi Klinik Klinik Tumbuh Kembang Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

📲 Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 0274-514004, 514006, 521009 (24 jam)

4 Upaya Mencegah Kanker Serviks Pada Perempuan

HABIS VAKSINASI TERBITLAH PEREMPUAN SEHAT DAN TANGGUH

Memperingati Hari Kartini setiap tanggal 21 April, perjuangan untuk semua perempuan mempunyai bagian yang sama dalam membangun bumi tercinta.

Setiap perempuan adalah unik, berbeda  dengan seorang laki-laki, terutama dalam organ reproduksinya, bagaimana seorang perempuan mempunyai organ rahim untuk mengandung seorang bayi selama kurang lebih 9 bulan dan melahirkannya. Seorang perempuan dengan tangguh menjaga agar rahimnya tetap sehat supaya bisa memberikan kebahagiaan selalu dalam keluarga, suami dan calon bayi generasi penerus yang akan datang.

Setiap perempuan dari berbagai usia punya resiko untuk terkena kanker rahim (terutama kanker servik – Ca cerviks) terlebih jika sudah mulai dewasa dan menikah atau melakukan hubungan suami-istri. Oleh karena itu, perlu upaya pencegahan agar rahim selalu sehat.

Upaya yang perlu dilakukan adalah:

1. Medical Check Up pada semua perempuan secara reguler.
2. Screening dini atau pemeriksaan dini jika tak ada keluhan dengan pemeriksaan Pap Smear rutin, metode tes LBC – Liquid Base Cytologi atau metode tes IVA – Inspeksi Visual Asam asetat pada perempuan yang telah menikah atau sudah mempunyai anak.
3. Deteksi dini atau pemeriksaan dini jika ada keluhan yang berkaitan dengan organ reproduksi seperti gatal, lecet, luka, keluar cairan yang tak seperti biasanya; nanah atau darah atau timbul bau yang tidak nyaman serta ada timbul benjolan, dapat dengan dokter umum atau dokter spesialis.
4. Vaksinasi dengan vaksin HPV – Human Papilloma Virus. Virus HPV ini menginfeksi pada membran mukosa dan sel epithel kulit sehingga bisa memicu terjadinya kanker. Pada area kulit kelamin dapat timbul kutil kelamin atau kanker di area rahim, vagina, anus dan penis (pada laki-laki).

IDAI 2020 merekomendasikan vaksinasi HPV pada,

  • Anak perempuan umur 9 – 14 tahun, sebanyak 2 kali dengan rentang jadwal 6 hingga 15 bulan, atau pada saat program BIAS Bulan Imunisasi Anak Sekolah saat kelas 5 dan 6 SD
  • Anak umur 15 tahun ke atas, sebanyak 3 kali dengan rentang jadwal 0, 1, 6 bulan (vaksin bivalent) atau  0, 2, 6 bulan (vaksin quadrivalent)


PAPDI
merekomendasikan vaksinasi HPV pada,

  • Perempuan dewasa, sebanyak 3 kali dengan rentang jadwal 0, 1 atau 2, 6 bulan (vaksin bivalent / vaksin quadrivalent)

Kanker serviks merupakan momok bagi seorang perempuan, tetapi kanker serviks ini dapat dicegah dan disembuhkan selama terdeteksi dini dan dilakukan terapi pengobatan dini yang efektif.

Strategi global WHO untuk tahun 2030 tentang eliminasi kanker serviks adalah agar di setiap negara termasuk Indonesia: semua anak perempuan di bawah 15 tahun sudah tercakup vaksinansi HPV sebesar 90%, 70% perempuan usia dewasa telah dilakukan screening dan 90% perempuan terdiagnosa dilakukan perawatan yang dini dan efektif.

Jika ini terjadi maka akan banyak perempuan Indonesia yang sehat dan tangguh, semakin bermartabat dalam keluarga dan semakin hebat dalam mengisi dan menyempurnakan pembangunan negara tercinta, jauh dari kesakitan dan kematian karena kanker rahim.

Selamat Hari Kartini Bagi Perempuan Indonesia.

Baca juga link terkait:
https://pantirapih.or.id/rspr/medical-check-up/
https://pantirapih.or.id/rspr/?s=hpv

Artikel ini ditulis oleh: dr. Tandean Arif Wibowo, MPH

(Dokter Umum – Medical Check Up – Home Care  Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dan Dosen Pembimbing Manajemen Bencana STIKes Panti Rapih)

🏥 Kunjungi Medical Check Up RS Panti Rapih Yogyakarta
Senin – Sabtu pukul 07.00-14.00. Hari Minggu & Tgl Merah Tutup
Lantai 2 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

Pelayanan Geriatrik di RS Panti Rapih

Geriatri adalah ilmu yang mempelajari masalah kesehatan pada usia lanjut. Menurut UU RI no 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lansia menyebutkan bahwa individu usia lanjut adalah seseorang yang berumur  ≥ 60 tahun.

Pada usia lanjut disamping mempunyai berbagai penyakit degeneratif juga dampak proses menua semakin nyata pada tingkat organ, sistem, dan status fungsional. Pelayanan geriatrik meliputi 2 hal yaitu, pelayanan kesehatan (medical services) dan pelayanan aspek sosial (social services). Tujuan pelayanan geriatrik meliputi memperpanjang kehidupan (quantity of life) mempertahankan atau meningkatkan kualitas hidup (quality of life), dan mengantar pasien pada akhir kehidupan yang bermartabat (death in dignity).

Karakteristik Pasien Geriatrik
Pasien usia lanjut tidak sama dengan pasien geriatrik. Multipatologik (penyakit kronik multipel) yang kadang tumpang tindih dengan kondisi akut, polifarmasi yang berakibat kondisi medik kompleks, gejala penyakit tidak spesifik, hubungan perbaikan parameter klinik dengan perbaikan status fungsional yang tidak linier, mutlak perlu rehabilitasi mental dan fisik, terkadang ada masalah etiko–legal seperti kondisi setting limit, edukasi berita buruk (bad news), edukasi prognosis pasien. Kesemua ciri diatas adalah karakteristik pasien geriatrik.

Paradigma Pelayanan Geriatrik
Ada beberapa aspek penting yang disebut sebagai paradigma pelayanan geriatrik yaitu:
● Multidisiplin dengan pendekatan interdisiplin
● Setting priority artinya prioritas masalah dari kondisi klinik kompleks yang mengancam jiwa (life treatning), mengancam status fungsional (potential morbidity), dan pilihan pasien
● Lebih memperhatikan kualitas hidup dari pada kuantitas hidup
● Perawatan lanjutan dan berkesinambungan
● Elaborasi masalah etiko–legal

Aplikasi Klinik Praktis
Dalam pelayanan geriatrik di Rumah Sakit, aplikasi klinik dari aspek praktisnya adalah:
● Perlu kerjasama dengan disiplin lain dalam mengatasi problem klinik atau geriatrician melakukan pendekatan multidimensi sehingga tujuan (goals) perawatan geriatrik yang rasional
● Perlu dikembangkan jenis pelayanan lain seperti day car, homecare, chronic care, disamping jenis pelayanan konvensional yang sudah ada seperti poli klinik, rawat inap, dan intensive care
● Dalam beberapa kesempatan perlu adanya diskusi medika – etiko – legal untuk menyelesaikan problem yang kompleks misalnya: informasi penyakit kanker
dan lain-lain, kondisi setting limit, pemahaman dan penguatan keluarga dalam perawatan di rumah
● Perlu perkumpulan pasien lansia yang rutin tiap bulan di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dalam rangka edukasi dan mengisi waktu luang

Baca juga link terkait:
https://pantirapih.or.id/rspr/klinik-geriatri/
https://pantirapih.or.id/rspr/telemedicine/

Artikel ini ditulis oleh: dr. Ida I Dewa Putu Pramantara Setiabudi, Sp.PD.,K.Ger

🏥 Kunjungi Klinik Golden Care RS Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 1 Gedung Lukas
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223
📲 Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 0274-563333 ext 292

Tips Aman dan Sehat Merayakan Liburan saat Lebaran

Meskipun angka COVID-19 di bulan-bulan terakhir ini mulai menurun dibandingkan angka kejadian di tahun lalu. Tetap waspada dan hati-hati akan lebih baik, untuk mengurangi risiko penularan terhadap diri kita, keluarga atau komunitas di sekitar kita

AMAN

  1. Mengetahui aturan /regulasi /himbauan yang dikeluarkan oleh Pemerintah, Satgas Covid-19 atau Dinas Kesehatan setempat tentang aturan saat liburan di saat tahun baru (setiap daerah mungkin akan berbeda regulasinya, disesuaikan kondisi daerahnya)
  2. Cari dan pelajari, aturan / himbauan tentang COVID -19 yang digunakan di tempat destinasi Anda tuju, baik tempat wisata, tempat kuliner atau tempat belanja atau tempat berkumpul pilihan Anda
  3. Siapkan dokumen identitas diri, dan juga aplikasi PelindungLindungi diri anda yang minimal berisi bahwa anda sudah divaksinasi lengkap dan booster, lebih praktis jika diprint di atas kertas untuk mempermudah jika di minta atau ketika pemeriksaan
  4. Membawa cadangan masker dan handsanitizer saat berpergian keluar rumah
  5. Persiapkan surat bukti Swab antigen atau Swab PCR yang masih berlaku, sekiranya diminta sebagai persyaratan perjalanan atau persyaratan kunjungan.
  6. Bekali dengan no telp pelayanan kesehatan terdekat / klinik / rumah sakit dengan tempat yang dikunjungi / tempat mudik / pulang kampung dan maps / peta wilayah setempat atau no HP /WA dokter keluarga untuk konsultasi pada saat ada masalah kesehatan
  7. Membawa kantong obat pertolongan pertama atau kantong obat pribadiyang harus selalu diminum

Tips,  jika datang ke tempat liburan / wisata atau ke pusat perbelanjaan / mall

  1. Pastikan bahwa tempat aman (lebih baik ditempat terbuka, ventilasi yang baik), mematuhi aturan pemerintah dan satuan tugas COVID-19 setempat dan protokol kesehatan
  2. Wajib memakai masker
  3. Jaga jarak aman 1-2 meter dengan pengunjung lain
  4. Cari tahu lokasi tempat untuk mencuci tangan atau kamar mandi / toilet, saat anda memasuki dan keluar dari tempat tersebut, untuk mencuci tangan sekiranya menggunakan alat bersamaan dengan pengunjung lain. Jika memungkinkan membawa handsanitizer sendiri untuk sering-sering cuci tangan
  5. Hindari menggunakan alat makan bersama seperti sendok prasmanan, tempat minum yang diambil bersama-sama, sebaiknya menggunakan piring, sendok dan gelas yang sekali dipakai atau porsi makan minum yang sendiri-sendiri, berjarak makan 1-2 meter di saat membuka mulut bersamaan tanpa masker atau membawa bekal makanan dan peralatan makan dari rumah

Jika merasa tidak fit atau merasa badan sakit dan belum divaksin yang pertama, sebaiknya tinggal di rumah saja. Demikian juga untuk anak-anak di bawah 12 tahun untuk menghindari risiko penularan. Buatlah agenda acara kebersamaan di rumah dengan membuat hiburan bersama keluarga di rumah. Tujuannya agar liburan Lebaran sebelum dan sesudah liburan Anda, pasangan dan keluarga tetap Aman dan Sehat.

SEHAT

  1. Pastikan bahwa Anda dan keluarga sudah divaksin Covid-19 lengkap (vaksin 1 dan vaksin 2) dan lebih baik jika sudah dibooster (vaksin ke 3)
  2. Patuhi protokol kesehatan dengan benar 3 M, memakai masker setiap bertemu dengan tamu atau orang lain yang berkunjung atau dikunjungi tamu/ orang lain yang belum tahu pasti status vaksinnya. Gunakan masker ganda / dobel untuk berkunjung di daerah atau tempat yang dirasa berpotensi risiko Covid-19 besar. Sebaiknya hindari area yang berkumpul banyaknya orang, dalam waktu yang lama, jarak berdekatan dan di ruangan dengan ventilasi yang minim. Sering cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan handsanitizer
  3. Segera mandi, membersihkan diri dan membersihkan dengan antiseptik peralatan yang mungkin di bawa. Gantilah pakaian, rendam dan dicuci dengan air sabun dan buanglah masker ditempat yang aman dan tertutup, yang sebelumnya sudah dipotong atau dirusak
  4. Tetap selalu jaga stamina dan imunitas tubuh yang baik, makan-minum yang sehat dan bergizi seimbang, istirahat dan tidur yang cukup. Olahraga dan aktivitas yang rutin dan membuat bugar. Jika diperlukan silakan minum vitamin terutama vitamin C dan vitamin D
  5.  Jika tetap di rumah, bersama membuat acara hiburan sukacita bersama keluarga dan pasangan anda. Jangan lupa berdoa dan bersyukur atas apa yang telah diperoleh sampai hari ini

Selamat berlibur, semoga kita selalu Aman dan Sehat setelah Lebaran.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022. Mohon maaf lahir batin.  Semoga di Lebaran ini, kita semua diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan berlimpah rezeki. Selalu sehat, sukses dan bahagia.

Artikel ini ditulis oleh: dr. Tandean Arif Wibowo, MPH

(Dokter Umum – Medical Check Up – Home Care  Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dan Dosen Pembimbing Manajemen Bencana STIKes Panti Rapih)

🏥 Kunjungi Medical Check Up RS Panti Rapih Yogyakarta
Senin – Sabtu pukul 07.00-14.00. Hari Minggu & Tgl Merah Tutup
Lantai 2 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

📲 Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 0274-563333 ext 1135

Pelatihan Pelatih Tenaga Keperawatan

Pelatihan Pelatih Tenaga Keperawatan bertujuan untuk peningkatan keterampilan para perawat di RS Panti Rapih. Wujud nyata kepedulian kami terhadap pasien sebagai "Tamu Ilahi". Pelatihan dipimpin oleh Sr. Yosefine Kusuma Hastuti, CB, MSN selaku Direktur Keperawatan. Sesuai dengan slogan RS Panti Rapih yaitu Sahabat Untuk Hidup Sehat, kami selalu update ilmu demi kesehatan masyarakat.

Nyeri Pinggang

Nyeri pinggang adalah gejala yang sering dirasakan namun sering pula diremehkan. Padahal nyeri pinggang dapat menjadi pertanda awal adanya suatu penyakit yang serius. Nyeri pinggang seringkali berhubungan dengan penyakit pada saluran kemih, diantaranya adalah batu saluran kemih, sumbatan pada saluran kemih bagian atas, dan infeksi ginjal (Pielonefritis). Selain itu, penyakit saluran cerna (gangguan usus, kandung empedu, pankreas), penyakit kandungan (kehamilan ektopik, kista ovarium yang terpuntir) dan penyakit saraf juga dapat memberikan gejala nyeri pinggang. Risiko seseorang mengalami BSK sepanjang hidupnya adalah sekitar 5-10%, dimana kejadian pada laki-laki lebih tinggi dari wanita (3:1). Beberapa faktor yang diketahui meningkatkan kejadian terbentuknya BSK antara lain riwayat keluarga dengan BSK, riwayat hipertensi, penyakit hiperparatiroid, penyakit asam urat, adanya kelainan anatomi yang menyebabkan gangguan aliran urin, bekerja di tempat yang panas, minum yang kurang dan konsumsi obat-obatan tertentu.

Deskripsi Kolik Ureter
Keluhan tersering dari BSK adalah nyeri kolik. Nyeri kolik adalah nyeri mendadak yang bersifat tajam, terasa melilit, hilang timbul, tidak berkurang dengan perubahan posisi, serta kadang disertai mual dan muntah. Nyeri kolik seringkali dirasakan sebagai rasa sakit yang berat, sehingga mengganggu aktivitas dan kualitas hidup dari penderitanya. Nyeri kolik yang diakibatkan sumbatan pada ureter cenderung bersifat hilang timbul, sedangkan nyeri yang diakibatkan pelebaran dari kapsul ginjal dapat bersifat terus-menerus. Lokasi nyeri tergantung dari organ yang terlibat. Nyeri kolik ginjal umumnya terlokalisasi di pinggang. Nyeri kolik ureter dapat menjalar dari pinggang hingga ke perut bawah. Jika lokasi batu terletak pada ureter bagian bawah, nyeri dapat menjalar sampai ke lipat paha. Selain keluhan nyeri pinggang, gejala BSK dapat berupa nyeri saat buang air kecil (BAK), sulit BAK, dan BAK berdarah. Jika terjadi komplikasi seperti infeksi, dapat timbul demam.

Pemeriksaan/Evaluasi
Nyeri pinggang/kolik ureter merupakan salah satu manifestasi klinis yang penting batu ginjal atau batu ureter. Pemeriksaan yang umumnya dilakukan pada pasien dengan kecurigaan BSK adalah pemeriksaan darah (darah lengkap dan fungsi ginjal), urin (urinalisis), dan pemeriksaan radiologi. Pemeriksaan radiologi memegang peranan penting untuk mengkonfirmasi adanya BSK, ukuran batu, jumlah batu dan lokasinya. Pemeriksaan radiologi yang dapat dilakukan adalah foto polos abdomen (BNO) + ultrasonografi (USG), intravenous pyelography (IVP), atau CT-Scan.
Pemeriksaan IVP biasanya menunjukkan dimana batu berada, dan apakah batu kemungkinan tersangkut dan menyebabkan obstruksi. Hal ini dikecualikan untuk batu yang terbuat dari asam urat dan cystine. Batu yang terbuat dari asam urat bersifat radiolusen, dan tidak terlihat pada foto rontgen polos, tetapi dapat menunjukkan acoustic shadow pada ultrasonografi dan terlihat pada CT scan.

Penanganan Kolik Ureter
1. Penanganan Simptomatik
Tujuan pengobatan simptomatik adalah:
a. Menghilangkan rasa nyeri
b. Menghilangkan spasme otot polos
Pada pengobatan simptomatik dapat diberikan
a. Analgetik yang kuat, bilamana perlu morfin atau petidin. Bahaya morfin: adiksi; bahaya petidin: adiksi dan ileus paralitik
b. NSAIDs/spasmolitik. Bahaya spasmolitik: ileus paralitik

2. Penanganan kausal/penyebab
Dalam tulisan ini kausal dibatasi untuk batu saluran kemih. Terapi BSK secara umum terbagi menjadi dua, konservatif dan intervensi aktif. Pilihan cara penanganan BSK tergantung dari beberapa faktor, antara lain lokasi batu, ukuran batu, dan adanya komplikasi seperti gagal ginjal atau infeksi

a. Terapi Konservatif
Ukuran dan lokasi batu merupakan faktor penting untuk menentukan besarnya kemungkinan batu keluar secara spontan. Sebagian besar batu dengan ukuran kurang dari 5 mm memiliki kemungkinan untuk keluar dari saluran kemih secara spontan. Pada pasien yang diharapkan batu dapat keluar secara spontan, terapi konservatif dapat dicoba sebelum melakukan intervensi aktif. Prinsip terapi konservatif adalah mengusahakan batu keluar secara spontan.
Terapi konservatif yang dianjurkan untuk pasien dengan BSK meliputi :
(1) anjuran minum yang cukup hingga produksi urin 2 liter/hari,
(2) pemberian obat anti nyeri (untuk mengatasi nyeri kolik), dan
(3) pemberian obat golongan alfa blocker (untuk memperlebar diameter ureter). Batas maksimal dilakukannya terapi konservatif adalah selama 6 minggu. Jika setelah 6 minggu batu tidak keluar secara spontan, pasien harus dirujuk untuk dilakukan intervensi aktif.

b. Intervensi Aktif
Pilihan terapi pada intervensi aktif ada beberapa macam yaitu, ESWL, URS, PCNL, dan bedah terbuka, tergantung lokasi dan ukuran batu

ESWL
Gelombang kejut dihantarkan melalui air. Berbagai tipe litotriptor menghasilkan gelombang kejut, dan gelombang ini difokuskan dengan sinar X atau skaner ultrasonografi. Gelombang kejut memecahkan batu menjadi fragmen-fragmen yang cukup kecil untuk lewat melalui ureter. Karena gelombang kejut dihantarkan
melalui air/urine, maka efisiensi ESWL juga ditentukan oleh interface yang melingkupi batu, selain densitas dan ukuran batu. Bagaimanapun batu dipecahkan, fragmen-fragmen kecil harus berjalan turun melalui ureter. Di ureter fragmen-fragmen ini dapat menyebabkan obstruksi temporer – steinstrasse – NSAIDs perlu diberikan untuk kolik ureter. Tetapi dengan asupan cairan yang banyak steinstrasse biasanya bersih dalam waktu beberapa hari. Kadang- kadang ESWL perlu diulang beberapa kali, sesuai dengan densitas batu.

PCNL
PCNL dapat dilakukan pada batu ginjal. PCNL dilakukan dengan menusuk jarum, lalu luka tusukan jarum dilebarkan hingga luka 1 cm untuk memasukkan
nefroskop dan alat pemecah batu serta fragmen batu dikeluarkan. Termasuk operasi invasif minimal dan membutuhkan waktu istirahat di rumah sakit yang lebih singkat. Komplikasi-komplikasi yang dapat timbul selama tindakan: perdarahan, perforasi, urinoma, hematom, hematuria (kencing darah), infeksi, demam, reaksi kontras media, sisa batu, batu tidak berhasil ditemukan atau tidak dapat dikeluarkan, gangguan keseimbangan elektrolit, cedera insidental organ sekitarnya dst.

Ureteroskopi
Ureteroskopi dapat dimasukkan ke dalam ureter untuk melihat interior ureter, serta memecahkan dan mengeluarkan batu kecil yang tersangkut dalam ureter. Pada tindakan ureteroskopi kadang- kadang dilakukan pemasangan DJ stent.

Operasi Terbuka
Operasi terbuka dewasa ini dicadangkan pada batu yang berukuran besar dan jumlah banyak. Jenis operasi tergantung pada ukuran, lokasi dan jumlah batu.

Baca juga link terkait:
https://pantirapih.or.id/rspr/operasi-pengangkatan-batu-ginjal-minim-sayatan-dengan-metode-pcnl-percutaneous-nephrolithotomy-di-rs-panti-rapih/
https://pantirapih.or.id/rspr/extracorporeal-shock-wave-lithotripsy-eswl/
https://pantirapih.or.id/rspr/apakah-extracorporeal-shock-wave-lithotripsy-eswl-itu/

Ingin mengetahui informasi ini lebih lanjut dapat menghubungi:
RS Panti Rapih
Pendaftaran : (0274) 514004, 514006, 521409 (24 jam)

Asam Lambung Naik Saat Puasa? Ini Yang Harus Dilakukan

Maag sering kali kambuh di masa puasa. Hal ini disebabkan oleh naiknya asam lambung. Naiknya asam lambung karena kondisi perut kosong dan menahan lapar sehingga tidak ada asupan makanan atau minuman yang diolah selama kurang lebih 12 jam. Ketika asam lambung muncul, hal yang biasanya dirasakan adalah rasa perih dan nyeri di bagian perut.

 

Jika maag kambuh, berikut 5 hal yang dapat dilakukan untuk mengatasinya: 

1. Menghindari minuman berkafein dan bersoda

Penderita asam lambung umumnya sensitif terhadap minuman berkafein dan bersoda seperti kopi, teh, soda, dan minuman berkarbonasi lainnya. Hal ini disebabkan minuman berkafein dan bersoda dapat memicu peningkatan produksi asam dan peradangan pada lambung. Kafein juga membuat cincin pada kerongkongan rileks pada bagian bawah sehingga asam lambung dapat naik sampai ke kerongkongan, seperti pada penderita refluks asam lambung (GERD).

2. Tidak merokok

Tidak merokok di masa puasa, selain menambah pahala juga dapat menghindari penderita asam lambung mengalami peningkatan keparahan asam lambung. Apabila keparahan asam lambung meningkat, dapat memicu terjadinya GERD. Hal ini disebabkan oleh nikotin pada rokok menyebabkan sfingter menjadi rileks sehingga asam lambung berisiko naik ke kerongkongan hingga memicu GERD.

3. Menghindari  makanan berlemak, pedas, dan asam

Makanan berlemak, pedas, dan asam sering kali memicu naiknya asam lambung bagi penderitanya. Oleh sebab itu, penderita sebaiknya menghindari makanan yang berlemak seperti gorengan, jeroan, kulit, keju, susu full cream, dan makanan bersantan. Selain itu, makanan yang kecut dan pedas seperti lemon, jeruk nipis, sambal, dan makanan pedas lainnya.

4. Tidur dengan posisi tubuh bagian atas lebih tinggi

Cara mengatasi asam lambung naik saat puasa adalah memodifikasi posisi tidur. Saat penyakit asam lambung naik, tubuh bagian atas termasuk kepala perlu disangga agar posisinya lebih tinggi ketimbang kaki. Gunakan bantal atau penyangga setinggi enam atau delapan inchi untuk menopang tubuh bagian atas. Ketinggian tersebut sudah ideal. Usahakan bantal tidak hanya menyangga kepala. Tapi bisa menopang keseluruhan tubuh bagian atas agar tidak sakit leher.

5. Minum obat asam lambung

Apabila dengan cara alami dan menghindari makanan- makanan yang memicu asam lambung masih belum dapat mengatasi asam lambung, maka cara maksimal adalah mengkonsumsi obat asam lambung. Konsultasikan ke dokter spesialis Gastronomi di  Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta  untuk mengetahui jenis yang paling tepat dan minim efek samping. Jika ada kekhawatiran terkait kondisi penyakit asam lambung yang mudah kambuh saat puasa, ada baiknya segera berkonsultasi ke dokter Gastronomi, terlebih jika kondisi kulit penderita jadi kerap pucat, berat badan turun drastis, dan tidak nafsu makan saat puasa.

Sumber: https://health.kompas.com/read/2021/04/17/042400068/8-cara-mengatasi-asam-lambung-naik-saat-puasa?page=all

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Pendaftaran: 0274 514004, 514006, 521409 (24 jam)
Atau dapat juga menggunakan Telemedicine (Konsultasi Dokter Online)

Laser Photorejuvenation Klinik Estetika Lucia di RS Panti Rapih

(Promo Sudah Selesai)

Pesatnya kemajuan teknologi di dalam dunia kesehatan dan kedokteran tentu memiliki maksud dan tujuan yang baik untuk kesehatan masyarakat. Salah satunya adalah penerapan laser untuk medis. Laser mampu mengatasi permasalahan kesehatan yang tidak / susah diatasi dengan teknik konvensional. Salah satu penerapan laser adalah untuk kesehatan kulit dan estetika. Teknologi laser Nd-YAG digunakan untuk penanganan penuaan dini dan peremajaan kulit serta kondisi-kondisi estetik lain yang sering ditemukan.

Tujuan:
Memperbaiki penampilan dan untuk peremajaan kulit.

Kegunaan:
Kegunaan terapi laser Q-Switch Nd-YAG pada berbagai masalah kulit, terutama adalah untuk:
– Rejuvenation/ peremajaan kulit,
– Penanganan hiperpigmentasi,
– Mengatasi kulit kasar dan kusam,
– Membantu menghilangkan tatto dan beberapa jenis tanda lahir.

Dapatkan potongan harga up to 7,5% selama periode 1-30 April 2022 🎉

Informasi lebih lanjut:
Klinik Lucia (Klinik Estetika & Kesehatan Kulit) Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus
Telepon: (0274) 563333
Pendaftaran: (0274) 514004, 514006, 521409 ext 1409