Mengatasi Anak Susah Makan

Salah satu masalah yang kerap dialami orangtua adalah anak susah makan. Hal ini akan memunculkan rasa khawatir berlebihan karena asupan nutrisi seimbang sangat dibutuhkan pada masa perkembangan si kecil. Banyak sekali masalah yang sering terjadi misalnya anak menolak makan, gerakan tutup mulut, hanya ingin mengkonsumsi makanan tertentu atau picky eater.

Lalu bagaimana cara mengatasinya?

1. Berikan makanan keluarga dengan tekstur lunak
2. Kenalkan aneka ragam bahan makanan sesuai umur. Variasikan jenis bahan makanan yang diberikan
3. Porsi disesuaikan dengan kebutuhan anak, porsi kecil tapi sering dan makanan bervariasi supaya anak tidak cepat bosan
4. Jadwal makan harus teratur, tapi luwes
5. Berikan makanan pada saat anak tidak lelah
6. Bila mencoba makanan yang baru, tunggu hingga anak lapar dan berikan bersama dengan makanan kesukaannya
7. Berikan susu secukupnya tidak berlebihan. Jangan memberikan susu sebelum jam makan, agar anak tidak kenyang oleh susu
8. Makanan selingan tidak berlebihan, tidak terlalu manis dan asin. Ganti dengan makanan lain atau buah yang bergizi lengkap

 

Bagaimana caranya meningkatkan nafsu makan pada anak?

1. Suasana menyenangkan, penuh kasih sayang dan jangan ada paksaan
2. Tambahkan hal-hal yang disukai anak seperi mainan, musik, TV atau dongeng
3. Ada teman seumuran yang menemani makan
4. Makan bersama di meja makan
5. Biarkan anak belajar makan sendiri dan tetap lakukan pengawasan
6. Jika ada penyakit tertentu segera konsultasi ke dokter
7.  Berikan pujian atau reward jika anak menghabiskan makanan
8. Tempatkan makanan di wadah menarik, kombinasikan warna dan bentuk anak supaya anak tertarik

Selalu perhatikan gizi anak anda terpenuhi ya moms supaya anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.

 

🏥 Kunjungi Klinik Tumbuh Kembang Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

📲 Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 0274-514004, 514006, 521009 (24 jam)

 

 

 

Mencegah Stunting pada Anak

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting. Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.

Berikut tips untuk mencegah anak stunting:

  1. Memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil
  2. Beri ASI Eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan
  3. Dampingi ASI Eksklusif dengan MPASI sehat
  4. Terus memantau tumbuh kembang anak
  5. Selalu jaga kebersihan lingkungan
  6. Konsultasikan kesehatan anak anda ke dokter spesialis anak

Semoga bermanfaat yaa Ayah dan Bunda. Selalu perhatikan tumbuh kembang anak bersama RS Panti Rapih.

 

🏥 Kunjungi Klinik Klinik Tumbuh Kembang Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

📲 Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 0274-514004, 514006, 521009 (24 jam)

Panduan Memberikan ASI Kepada Bayi Bagi Ibu dengan Positif COVID-19

Ibu menyusui yang positif terinfeksi COVID-19 masih tetap boleh memberikan ASI untuk buah hatinya. Namun, yang perlu diperhatikan adalah saat memberikan ASI, ibu harus tetap melakukan protokol kesehatan ketat dan tidak mengalami gejala yang berat, jadi ibu masih bisa menyusui langsung.

Yang perlu ibu lakukan agar dapat menyusui langsung secara aman yaitu:

  • Selalu memakai masker saat menyusui dan merawat bayi
  • Mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang bayi
  • Membersihkan dan mendisinfeksi permukaan dan benda yang sering disentuh Ibu dan bayi
  • Menyusui dengan aman. IMD dan menyusui eksklusif membantu tumbuh kembang bayi secara optimal
  • Melakukan IMD. Kontak kulit dengan kulit saat Ibu dan bayi dalam keadaan stabil
  • Rawat gabung bersama bayi pasca melahirkan
  • Jika Ibu tidak kuat menyusui langsung, berikan ASI perah (ASIP) pada bayi
  • Pastikan kebersihan saat memerah ASI
  • Gunakan cangkir bermulut lebar untuk memberikan ASIP pada bayi
  • Gunakan wadah dengan tutup untuk menyimpan ASI perah

Ibu juga harus memperhatikan kualitas ASI perah dengan penyimpanan yang baik dan benar supaya tetap aman dan tidak rusak.

Lalu bagaimana cara menyimpan ASI perah yang tepat?

  1. Jika ASI Perah disimpan dalam lemari pendingin bawah dengan suhu 4 derajat hingga 5 derajat Celsius maka ASI akan mampu bertahan selama 3-4 hari
  2. Bila menggunakan Ice Pack dengan suhu 15 derajat Celsius maka ASI akan mampu bertahan selama 24 jam
  3. Dalam suhu kamar/ruang ASI bertahan selama 3-4 jam
  4. Jika di dalam Freezer dengan suhu -18 derajat Celsius dan -20 derajat Celsius maka ASI akan mampu bertahan selama 4 bulan

Semoga tips diatas dapat membantu ibu dalam memberikan yang terbaik bagi buah hati. Tetap semangat mengASIhi yaa moms.

Shelter Syantikara Sehat Untuk Indonesia – CB Peduli COVID-19

Yogyakarta, 20 Juli 2021 – Shelter Syantikara lahir atas keprihatinan Bapak Uskup Keuskupan Agung Semarang (KAS), Mgr. Robertus Rubiyatmoko yang resah dengan merebaknya pasien yang terjangkit. Rumah Sakit serta pelayanan kesehatan kewalahan menampung pasien. Banyak pasien kesulitan mendapatkan akses dalam pelayanan kesehatan karena sedemikian cepat menjalarnya virus Covid 19 ini di masyarakat. Mgr. Robertus Rubiyatmoko mengajak para pimpinan Kongregasi dan Tarekat di KAS untuk menanggapi keprihatinan ini.

Sr. Yustiana, CB sebagai Provinsial Kongregasi CB segera bertindak dan memutuskan Rumah Pembinaan Carolus Borromeus (RPCB) Syantikara dijadikan shelter untuk menampung pasien-pasien yang kesulitan mendapatkan tempat untuk isolasi mandiri maupun mereka yang seharusnya dirawat di rumah sakit. Sr. Yustiana, CB kemudian menggandeng Pimpinan Yayasan Panti Rapih (YPR), Bp. Ir. Ambrosius Koesmargono, dan Pimpinan Yayasan Syantikara (YS) Bp. Drs. P. Didit Krisnadewara dan Sr. Krispiani Sukarwati, CB untuk mewujudkan harapan ini.
Bersama para Pimpinan Unit Karya RS di bawah naungan Yayasan Panti Rapih dibentuklah Panitia dengan Drg. Triputro Nugroho, M.Kes (Dirut RS Panti Rapih) dan dr Y. Agus Wijanarko, M.Kes (Dir. RS Panti Rini) sebagai ketua I dan II. Para suster CB dan para pimpinan unit karya YPR dan YS segera bertindak dan menyiapkan RPCB Syantikara sebagai shelter untuk isolasi mandiri.

Tanggal 1 Agustus 2021, ditetapkan sebagai awal penerimaan pasien yang akan isolasi mandiri di Shelter Syantikara. Persiapan shelter tersebut diawali dengan ibadat singkat pada tanggal 20 Juli 2021 yang dipimpin oleh Romo Vikep. Yogyakarta Timur, Romo Adrianus Maradiyo, Pr serta tamu undangan terbatas. Tujuan dari Shelter Syantikara adalah untuk memisahkan warga yang sehat dan yang sakit, mengurangi beban rumah sakit dan anggaran negara, diutamakan tenaga kesehatan yang memerlukan tempat isolasi mandiri dalam lingkung jejaring Rumah Sakit CB di DIY dan masyarakat sekitar yang memiliki keterbatasan fasilitas/sarana/prasarana untuk isolasi mandiri di rumah, keterbatasan sosial ekonomi dan yang berkesesakan hidup.

Shelter Syantikara yang berlokasi di Jalan Kolombo CT VII/001 Kecamatan Depok Kabupaten Sleman DIY, berkapasitas 82 kamar. Bp. Drs. P. Didit Krisnadewara, selaku penanggung jawab shelter, mengatur penggunaan kamar tidur bisa digunakan untuk 2 orang. Sirkulasi udara masing-masing paviliun cukup baik, dilengkapi dengan fasilitas kamar mandi, area mencuci dan menjemur pakaian, alat pemantau kesehatan mandiri berupa pengukur tekanan darah digital, termometer dan oksimeter termasuk pemenuhan asupan dan gizi. Peserta/Pasien isolasi mandiri tidak dipungut biaya. Pasien bisa berkonsultasi pada penanggung jawab layanan melalui WhatsApp.

Ketua Gugus Tugas Shelter Syantikara, drg V. Triputro Nugroho, M.Kes berharap agar keberadaan Shelter Syantikara tersebut dapat menjawab kebutuhan tempat isolasi mandiri yang aman, penanganan yang lebih baik bagi pasien terkonfirmasi positif COVID-19 tanpa gejala dan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 dengan gejala ringan yang masih bisa beraktivitas secara normal. Sejak dibentuk pada awal Juli 2021, Tim Gugus Tugas Shelter Syantikara telah melakukan koordinasi dengan beberapa pihak terkait antara lain Padukuhan Sagan, Padukuhan Samirono, Puskesmas Depok, Koramil Depok, Kapolsek Bulaksumur, Kecamatan Depok dan Kelurahan Caturtunggal.

Shelter ini sudah mendapatkan ijin dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. Pasien yang akan menghuni Shelter Syantikara diharapkan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas Depok 1, Puskesmas Depok 2 atau Puskesmas Depok 3 karena Shelter berada di wilayah kecamatan Depok. Jika hasil pemeriksaan menyatakan bahwa pasien termasuk Orang Tanpa Gejala (OTG) atau bergejala ringan dan masih beraktivitas normal, mengalami kendala dan keterbatasan isolasi mandiri di rumah, maka pihak puskesmas akan menghubungi Shelter Syantikara. Jika terjadi penurunan kondisi selama menjalani isolasi mandiri, pasien akan dirujuk ke Rumah Sakit Rujukan COVID-19 untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Minimal waktu menjalani isolasi mandiri selama sepuluh hari dan atau sudah dinyatakan oleh dokter berupa penerbitan Surat Keterangan Selesai Isolasi.

Untuk menunjang pelayanan yang baik dan aman, Shelter Syantikara juga mengundang para relawan untuk bergabung dan menjalankan misi belarasa ini dengan melibatkan jejaring CB yang ada. Para relawan yang secara pribadi bergabung ini berasal dari berbagai institusi jejaring CB yaitu Srikandi Lintas Iman, Gusdurian, Solidaritas Perempuan, UIN, UNY, UAJY, USD, dan Para Alumni. Pada tahap pertama terdapat 108 orang relawan. Mereka disatukan dalam keprihatinan yang sama untuk berbelarasa dan ambil bagian untuk Indonesia Sehat. Supaya dapat memberikan pelayanan dengan baik dan aman, Tim Gugus Tugas dan relawan menerima pembekalan serta bimbingan teknis secara luring dan daring yang dilakukan secara maraton selama empat hari sejak 15 Juli 2021. Pembekalan dilakukan oleh RS Panti Rapih Yogyakarta dan SONJO.

 

Link terkait: http://cb.berbagiberkat.org/newsite/

 

Ditulis oleh : Sr. Birgitta Diah Juliati, CB.
Bidang Kesekretariatan Shelter Syantikara

 

 

Area depan Rumah Pembinaan Carolus Borromeus Syantikara yang akan digunakan sebagai Shelter Isolasi Mandiri

 

Lingkungan di dalam Shelter Syantikara

 

Paviliun Fransiskus

 

Fasilitas Tempat Setrika di Paviliun Fransiskus

 

Paviliun Yohanes

 

Kamar di Paviliun Yohanes

 

 

 

Ketahui Cara COVID-19 Dapat Menularkan

Cara COVID-19 dapat menularkan dapat melalui: 

  1. Ruangan tertutup
  2. Interaksi jarak dekat
  3. Keramaian
  4. Pertemuan panjang (lebih dari 15 menit)
  5. Tidak memakai masker
  6. Aktivitas dengan bernafas kuat (misalnya: bernyanyi, berbicara, tertawa)

Kegiatan tersebut dapat berpotensi menyebabkan kita tertular COVID-19. Jika ingin terhindar dari COVID-19 sebaiknya kita menerapkan protokol kesehatan 5M.

Apa saja itu 5M?

  1. Memakai masker dengan benar
  2. Mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer
  3. Menjaga jarak aman
  4. Menghindari kerumunan
  5. Mengurangi mobilitas

Agar kita dapat terhindar dari COVID-19 lebih baik melakukan kegiatan di rumah saja. Meski kita membutuhkan kegiatan yang mengharuskan kita keluar rumah, tetap patuhi dan terapkan protokol kesehatan dimanapun berada. Lindungi diri Anda dan keluarga yaa.

Tips Kelola Limbah Masker Habis Pakai

#TipsPantiRapih mengenai pengelolaan limbah masker habis pakai yang harus Sahabat Sehat RS Panti Rapih perhatikan supaya tidak menimbulkan dampak berbahaya pada kesehatan tubuh kita.

  1. Kumpulkan Masker Bekas Pakai
  2. Desinfeksi. Lakukan desinfeksi dengan cara rendam masker yang telah digunakan pada larutan desinfektan/klorin pemutih
  3. Ubah Bentuk. Kumpulkan masker dengan wadah/plastik yang aman. Untuk masker individu rusak talinya dan robek tengah sehingga tidak digunakan ulang
  4. Buang ke Tempat Sampah Domestik
  5. Cuci Tangan dengan Sabun. Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir/gunakan hand sanitizer bila tidak ada sarana cuci tangan

Yuk mulai dari sekarang kita kelola limbah masker dengan benar untuk mengurangi risiko kesehatan dan menjaga kebersihan bumi kita.

 

Artikel terkait: https://pantirapih.or.id/rspr/ketentuan-isolasi-mandiri/

Ketentuan Isolasi Mandiri

Jangan abaikan ketentuan yang harus dilakukan selama Isolasi Mandiri untuk menjaga diri anda, keluarga, dan orang di sekitar anda.

Yuk simak #TipsPantiRapih selama menghadapi Isolasi Mandiri:

  1. Ventilasi dan pencahayaan yang baik
  2. Kamar mandi terpisah, tetapi jika tidak tersedia lakukan disinfeksi rutin permukaan yang sering disentuh
  3. Gunakan alat tersendiri (makan/minum/mandi)
  4. Kamar tidur terpisah
  5. Pemantauan harian gejala
  6. Berkoordinasi dengan Puskesmas
  7. Jika muncul gejala atau semakin parah segera lapor ke petugas
  8. Orang yang merawat harus memperhatikan protokol kesehatan 3M
  9. Hindari kontak dengan orang lain serta tidak berpergian dan tidak menerima tamu
  10. Gunakan masker dengan benar
  11. Cuci tangan dengan sabun
  12. Jaga jarak
  13. Disinfektan/bersihkan permukaan dengan disinfektan berkala
  14. Tangani sampah dengan hati-hati

Selalu perhatikan protokol kesehatan dimanapun Anda berada dan cegah penyebaran COVID-19.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda di Telemedicine RS Panti Rapih Yogyakarta. Informasi & pendaftaran dapat menghubungi 0813 9304 5068.

 

Artikel terkait:

https://pantirapih.or.id/rspr/konsultasi-online-isolasi-mandiri/

https://pantirapih.or.id/rspr/tips-kelola-limbah-masker-habis-pakai/

Cara Pakai Masker 2 Lapis

Ditengah situasi pandemi saat ini, mari kita bersama cegah penularan COVID-19 salah satunya dengan menggunakan masker.

Cara penggunaan masker yang benar:

  1. Gunakan masker medis terlebih dahulu (pemakaian di dalam)
  2. Kemudian gunakan masker kain (pemakaian di luar)
  3. Pastikan penggunaan masker tidak mengganggu pandangan dan tetap bisa mudah bernapas

Cara penggunaan masker yang salah:

  1. Menggunakan masker medis ganda
  2. Menggunakan masker kain ganda
  3. Menggunakan masker N95 + masker lainnya

Yuk mulai sekarang gunakan masker 2 lapis (masker medis + medis kain) dengan cara yang tepat.

Apa Itu Mikrodermasi?

Mikrodermabrasi/micropeel adalah prosedur mengangkat lapisan sel kulit mati/kering pada wajah dengan cara menggosokkan butiran kristal mikro pada permukaan kulit wajah.

Manfaat mikrodermabrasi :

  • Mencerahkan kulit
  • Menyamarkan pori-pori & bercak bekas jerawat
  • Menghaluskan kulit
  • Mengatasi komedo
  • Peremajaan kulit

Klinik ini menyediakan layanan konsultasi dokter, berbagai tindakan medis seperti chemical peeling, mikrodermabrasi, laser, microneedling, yang akan direkomendasikan oleh dokter Sp.KK sesuai dengan kebutuhan tiap pasien.

Penanganan dilakukan oleh Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dibantu oleh tenaga tenaga perawat yang terlatih.

Yuk konsultasikan masalah kesehatan kulit anda ke RS Panti Rapih Yogyakarta.

Link terkait: https://pantirapih.or.id/klinikestetika/

 

🏥 Kunjungi Klinik Estetika Lucia
Berlokasi di lantai 5 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

📲 Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi 0274-514004, 514006, 521409 ext 1409