Tips Diet Sehat dengan Terapi Functional Food

Apa itu Functional Food?

Bahan makanan yang telah diolah menjadi bahan makanan tertentu sehingga memberikan kandungan gizi

Kelebihan Terapi Functional Food:

  1. Memiliki kandungan gizi yang ada alami dari bahan makanan
  2. Kandungan gizinya telah terbukti secara ilmiah mampu mencegah atau mengobati suatu penyakit
  3. Functional food bisa diperoleh dari semua bahan makanan

Kunjungi Klinik Katarina Pusat Anti Obesitas dan Kesehatan Holistik untuk mengetahui kondisi kebugaran yang didukung oleh Tim Medis yang profesional.

Artikel terkait: https://pantirapih.or.id/rspr/klinik-anti-obesitas/

 

🏥 Kunjungi Klinik Katarina Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

📲 Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 0274-514004, 514006, 521009 (24 jam)

Mengenal Radiologi Intervensi

Radiologi Intervensi adalah sub-spesialisasi radiologi yang memanfaatkan prosedur minimal invasif untuk mendiagnosa dan mengobati penyakit pada hampir semua organ tubuh dengan menggunakan panduan gambar/foto yang dihasilkan dari alat-alat radiologi (USG, CT Scan, MRI, Fluoroskopi).

Secara garis besar, radiologi intervensi dapat dibagi menjadi Radiologi Intervensi Vaskuler dan Non vaskuler. Radiologi intervensi vaskuler: berhubungan atau melalui pembuluh darah, sedangkan radiologi intervensi non vaskuler: tidak melalui atau berhubungan dengan pembuluh darah.

Keuntungan yang diperoleh pada prosedur radiologi intervensi adalah dengan meminimalkan trauma fisik kepada pasien (ukuran luka operasi), tidak membutuhkan anestesi umum, mengurangi resiko infeksi, mempercepat waktu pemulihan, serta memperpendek waktu tinggal di rumah sakit.

Prosedur yang dilakukan radiologi intervensi sebagian besar menggunakan kateter melalui sayatan sepanjang kurang dari 0.5 cm, dengan tindakan pembiusan lokal, jadi selama dikerjakan pasien dalam keadaan sadar.

Jenis-jenis tindakan yang dapat dilakukan intervensi radiologi vascular dapat dibedakan menjadi 2 kelompok tindakan, tindakan diagnostik (mencari penyebab penyakit) dan tindakan terapi (pengobatan). Tindakan diagnostik yang dilakukan adalah tindakan angiografi (angio : pembuluh darah, graph : gambar) yaitu prosedur membuat gambar dari pembuluh darah suatu organ. Sedangkan untuk tindakan terapi, prosedur terapi yang dilakukan prinsipnya adalah yang melancarkan pembuluh darah yang tidak lancar/tersumbat dan menambal pembuluh darah yang bocor/perlu disumbat.

Prosedur yang dapat dilakukan oleh Radiologi Intervensi Vascular

Angiografi dan Angioplasti
Prosedur ini sama dengan prosedur yang sering dilakukan oleh ahli pembuluh darah dan jantung yaitu PTCA (Percutaneus Transluminal Coronary Angioplasty) dalam mengintervensi penyakit jantung koroner. Namun perbedaannya, radiologi intervensi bisa dilakukan di pembuluh darah yang lain untuk mengatasi sumbatan pada arteri tersebut. Angioplasty merupakan suatu prosedur yang dilakukan untuk memperlebar diameter pembuluh darah secara mekanik dengan menggunakan balon dan dapat dilanjutkan dengan pemasangan stent untuk mempertahankan diameter yang telah diperbaiki. Pasien yang memerlukan angioplasty biasanya adalah pasien dengan penyempitan pembuluh darah yang disebabkan oleh diabetes, aterosklerosis atau hal lain.

Embolisasi
Prosedur embolisasi dapat digunakan untuk mengatasi dan menghentikan pendarahan, biasanya pada saluran cerna. Tindakan yang dilakukan adalah menyumbat pembuluh darah yang mengalami kebocoran (embolisasi) baik menggunakan coil ataupun embolan lainnya. Embolisasi juga dilakukan pada kasus CCF (Carotid Cavernous Fistula), AVM (Arteri Venous Malformation) dan Aneurysma.

Prosedur ini juga dapat digunakan untuk terapi kanker dengan metoda TACE (Transarterial Chemoembolisasi),
prosedur yang dilakukan dengan pemberian obat kemoterapi melalui kateter ke pembuluh darah yang memberi makan tumor, setelah itu dapat dilanjutkan dengan menutup (embolisasi) pembuluh darah tersebut, sehingga diharapkan tumor akan mati / mengecil. Prosedur ini juga sering dilakukan pada pasien dengan Mioma uteri dan pembesaran prostat (PAE: Prostate Arterial Embolization).

Intraarterial Trombolisis (Injeksi Clot-Lysing Agent) / Intra Arterial Flushing
Metode ini dilakukan dengan menginjeksikan suatu bahan yang dapat melarutkan gumpalan bekuan darah yang berisiko menyumbat pembuluh darah. Trombolisis biasanya ampuh untuk mengatasi kasus CHD (Coronary Heart Disease) akibat bekuan darah maupun stroke. Masih banyak tindakan atau prosedur lain yang dapat dilakukan oleh radiologi intervensi vaskuler. Sedangkan radiologi intervensi non vaskuler banyak dipakai untuk melakukan biopsi dengan panduan USG, CT Scan ataupun modalitas lainnya. Selain itu dengan panduan USG CT Scan juga, dapat melakukan terapi kanker dengan metode Radio Frequency, ethanolisasi dan lain-lain.

Radiologi intervensi non vascular juga dapat membantu melakukan punctie pleura, punctie ascites, drainase bilier. Perkembangan terakhir ektraksi batu ductus choledochus sudah dapat dilakukan dengan metoda radiologi intervensi.

Di Indonesia khususnya RSCM, Radiologi Intervensi mulai berkembang tahun 1992. Transfer teknologi/ilmu dari Jepang, Norwegia, Australia, Singapura, Italia, Belanda, Inggris, USA. Prosedur IVR pada awalnya ada di Jakarta, Bandung, Semarang, Jogja, Surabaya dan Makasar. Saat ini sudah lebih meluas lagi seiring dengan pembangunan Rumah Sakit yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana Cathlab.

RS Panti Rapih yang sudah memiliki sarana dan prasarana yang sangat modern & canggih, diantaranya Cathlab, MRI 1.5 Tesla, CT Scan 64 Slice, USG 4D, dan computed radiografi, RS Panti Rapih berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk para sejawat yang membutuhkan tindakan radiologi intervensi.

Artikel terkait: https://pantirapih.or.id/rspr/instalasi-radiologi/

 

Artikel ditulis oleh: Unit Radiologi Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta

🏥 Kunjungi Instalasi Radiologi Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 1 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

📲 Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 0274-563333, 514014, 514845 (hunting)

Serba-Serbi Vaksinasi COVID-19

Apa itu Vaksin?

Vaksin adalah produk biologi yang berisi antigen berupa mikroorganisme atau bagiannya atau zat yang dihasilkannya yang telah diolah sedemikian rupa sehingga aman, yang apabila diberikan kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu, sehingga apabila suatu saat terpapar dengan penyakit tersebut makan tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan.

Siapa sasaran penerima Vaksinasi COVID-19?

Kelompok prioritas penerima vaksin adalah penduduk yang berdomisili di Indonesia yang berusia ≥ 18 tahun dan dilaksanakan di puskesmas, puskesmas pembantu, klinik rumah sakit dan /atau unit pelayanan kesehatan di kantor kesehatan pelabuhan (KKP ), Calon penerima Vaksin COVID-19 akan mendapatkan SMS-Blast untuk melakukan registrasi ulang dan memilih tempat dan waktu pelayanan vaksinasi COVID-19, pemberian vaksinasi dilakukan oleh dokter, perawat, atau bidan yang memiliki kompetensi.

Siapa yang melakukan Vaksinasi Covid-19? Pemberian vaksinasi COVID-19 dilakukan oleh dokter, perawat atau bidan yang memiliki kompetensi.

Siapa saja yang boleh dan tidak boleh divaksinasi COVID-19?

Vaksin diberikan hanya untuk mereka yang sehat.

Ada beberapa kriteria inidvidu atau kelompok yang tidak boleh di imunisasi Covid-19 :

  • Orang yang sedang sakit, tidak boleh menjalani vaksinasi
  • Jika sedang sakit, peserta harus sembuh terlebih dahulu sebelum divaksin. Memiliki penyakit penyerta. Orang dengan penyakit penyerta yang tidak terkontrol seperti diabetes atau hipertensi disarankan tidak menerima vaksin. Oleh karena itu, sebelum pelaksanaan vaksinasi, semua orang akan dicek kondisi tubuhnya terlebih dahulu. Mereka yang memiliki penyakit komorbid harus dalam kondisi terkontrol untuk mendapat persetujuan vaksinasi dari dokter yang merawat.
  • Tidak sesuai usia Sesuai anjuran pemerintah, orang yang mendapat vaksin COVID-19 adalah kelompok usia 18+ tahun. Artinya, mereka yang diluar kelompok tersebut seperti anak-anak, belum boleh menerima vaksin.
  • Memiliki riwayat autoimun
  • Penyintas COVID-19
  • Wanita hamil

Apakah vaksinasi COVID-19 ini wajib?

Masyarakat yang mendapatkan pemberitahuan melalui Short Message Service (SMS) Blast wajib mengikuti pelaksanaan Vaksinasi COVID-19.

Apakah manfaat dari Vaksin COVID-19?

Sebagaimana manfaat dari vaksin lainnya, Vaksin COVID-19 bermanfaat untuk memberi perlindungan tubuh agar tidak jatuh sakit akibat COVID-19 dengan cara menimbulkan atau menstimulasi kekebalan spesifik dalam tubuh dengan pemberian vaksin.

Manfaat vaksin jauh lebih besar dibandingkan risiko sakit karena terinfeksi bila tidak divaksin.

Apakah setelah divaksin kita pasti kebal terhadap COVID-19?

Vaksin tidak 100% membuat kita kebal dari COVID-19. Namun, akan mengurangi dampak yang ditimbulkan jika kita tertular COVID-19. Untuk itu, meskipun sudah divaksin,  masyarakat harus tetap menerapkan 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas).

Apa itu KIPI (Kejadian Ikutan Paska Imunisasi)?

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) merupakan semua kejadian medik yang terjadi setelah imunisasi, menjadi perhatian dan diduga berhubungan dengan imunisasi. Misalnya demam atau nyeri pada area suntikan.

Reaksi apa yang mungkin terjadi setelah vaksinasi COVID-19?

Reaksi yang mungkin terjadi setelah vaksinasi COVID-19 hampir sama dengan vaksin yang lain.

Beberapa gejala tersebut antara lain:

  • Reaksi lokal, seperti nyeri, kemerahan, bengkak pada tempat suntikan dan reaksi lokal lain yang berat, misalnya selulitis.
  • Reaksi sistemik seperti demam, nyeri otot seluruh tubuh (myalgia), nyeri sendi (atralgia), badan lemah, dan sakit kepala.
  • Reaksi lain, seperti alergi misalnya gatal-gatal, bengkak, reaksi anafilaksis, dan syncope (pingsan)

Efek samping dari vaksinasi bersifat segera dan sementara, dan pada umumnya ringan. Untuk antisipasi, di tiap sesi vaksinasi, penerima vaksinasi akan dipantau sesuai dengan vaksin yang digunakan, sebelum bisa meninggalkan lokasi vaksinasi. Selain itu, ada pencatatan barcode per vial untuk tiap penerima vaksin, sehingga penelusuran risiko dapat dilakukan.

 

Link terkait:

https://www.instagram.com/rspantirapihyogyakarta/

https://pantirapih.or.id/rspr/cara-dan-alur-pelayanan-vaksin-di-rs-panti-rapih/

Mulai 6 Juni 2021 Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta melayani Vaksin Covid-19 untuk kelompok Pra Lansia, Lansia dan Kelompok Pelayan Publik Kota Yogyakarta. Bagi Sahabat Sehat Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta yang memenuhi ketentuan tersebut dapat melakukan Pendaftaran minimal H-1, dengan menghubungi nomor RS Panti Rapih 0274-514004, 514006 atau datang langsung ke Bagian Pendaftaran Lantai 2 Gedung Rawat Jalan Borromeus Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 0274-563333 ext 1116 (pada hari kerja)

 

 

Materi sejenis ini pernah ditayangkan di Webinar RS Panti Rapih, Hari Rabu, 20 Januari 2021, Sosialisasi Vaksinasi COVID 19,  Alur Pemberian Vaksinasi COVID-19, narasumber dr. Levina Prima R., Sp. PD

Untuk materi edukasi vaksin covid19 dapat dibuka di channel youtube RS Panti Rapih, atau pada video berikut.

#TipsPantiRapih : Tips untuk mendukung Keberhasilan Kehamilan

Kehamilan tentu sangat diidamkan bagi pasangan, mari #SahabatSehatPantiRapih kita simak bersama tips-tips yang membantu dan mendukung keberhasilan kehamilan.

  1. Menerapkan pola hidup sehat, hindari rokok, minuman beralkohol dan obat terlarang, serta hindari depresi, siapkan makanan bergizi, terutama kacang-kacangan dan biji-bijian, makanan tinggi protein dan batasi cafein
  2. Konsumsi asam folat, perempuan yang sedang merencanakan kehamilan dianjurkan mengonsumsi 400 mikrogram (mcg) asam folat per hari, setidaknya satu bulan sebelum kamu hamil sampai akhir kehamilan trimester pertama. Mengonsumsi asam folat mampu mengurangi resiko mengandung bayi cacat tabung saraf seperti spina bifida hingga 50 sampai 70 persen dan juga mencegah bayi cacat lahir
  3. Catat jadwal masa subur biasanya masa subur terjadi 12-14 hari sebelum menstruasi pertama
  4. Konsultasi ke dokter kandungan. Konsultasikan riwayat kesehatan kamu dan pasangan mulai dari penyakit genetik yang harus diantisipasi, kesehatan organ reproduksi, hingga suplemen-suplemen yang wajib dikonsumsi jelang kehamilan. Dokter kandungan juga akan merekomendasikan beberapa vaksin imunisasi seperti TORCH, untuk  mengantisipasi risiko kehamilan dengan bayi cacat lahir dan meninggal saat lahir
  5. Waspadai kemungkinan Infeksi. Buat pasangan yang sedang merencanakan kehamilan hindarilah daging dan ikan mentah, telur setengah matang dan jus yang tidak dipasteurisasi karena bisa saja mengandung bakteri salmonella atau E-coli. Makanan tersebut merupakan sarang bakteri yang menyebabkan listeriosis yaitu penyakit yang mengakibatkan keguguran atau bayi lahir mati. Pastikan untuk sering mencuci tangan saat akan menyiapkan makanan, pakailah sarung tangan saat berkebun dan membuang sampah, jauhi kucing dan hewan yang  sangat mungkin terkontaminasi toksoplasmosis, karena hal ini berbahaya bagi perkembangan janin

Itulah beberapa tips untuk mendukung keberhasilan kehamilan, untuk informasi lebih lanjut mengenai program hamil dapat mengunjungi Klinik Obgin Anna dan atau Klinik Kandungan RS Panti Rapih Yogyakarta.

Layanan Obgin RS Panti Rapih meliputi Klinik Obgin, Senam Hamil, Hypnobirthing, dan Klinik Laktasi. RS Panti Rapih selalu siap memberikan pelayanan yang prima bagi Bunda dan bayi.

Konsultasikan kesehatan kandungan dengan aman dan nyaman bersama RS Panti Rapih. Kami tunggu kedatangannya ya Bunda. Bayi sehat, ibu sehat.

Untuk mengetahui informasi layanan lain dapat mengunjungi https://www.instagram.com/rspantirapihyogyakarta/

 

🏥 Kunjungi Klinik Obgin Anna Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

📲 Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 0274-514004, 514006, 521009 (24 jam)

Tips Mencegah Cedera Saat Berolahraga

Saat berolahraga tentu kita menghindari terjadinya cedera, tips-tips berikut setidaknya membantu #SahabatSehatPantiRapih untuk menghindari terjadinya cedera selama berlatih.

  1. Lakukan pemanasan
  2. Stretching/peregangan otot
  3. Mengetahui batas tubuh
  4. Olahraga yang tepat untuk kondisi tubuh
  5. Jangan memaksakan diri
  6. Didampingi pelatih jika diperlukan
  7. Tetap beristirahat saat capek
  8. Minum air yang cukup

Demikian tips untuk mengurangi terjadinya risiko cedera saat berolahraga. Jaga kondisi tetap sehat dan bugar dengan rutin berolahraga dengan kadar yang sesuai dengan tubuh.

Jangan lupa selalu pastikan konsumsi makanan yang dimakan juga yang sehat dan bergizi, supaya tubuh kamu bugar dan prima yaaa. Selamat beraktivitas!

Jika anda mengalami masalah pada kesehatan anda segera hubungi Instalasi Rehabilitasi Medik

Rehabilitasi Medik adalah terapi yang dilakukan guna mengembalikan fungsi tubuh yang mengalami masalah. Biasanya bagi seseorang yang telah menjalani pengobatan atau paska tindakan operasi akibat cedera, stroke ataupun lainnya.

Artikel terkait: https://pantirapih.or.id/rspr/rehabilitasi-medik/

 

🏥 Kunjungi Instalasi Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 1 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

📲 Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 0274-563333