Paronikia Cetak
Ditulis oleh dr. Okto Prasetyo M., Sp.B   
Selasa, 31 Mei 2011 11:56

Paronikia atau cantengen adalah infeksi jaringan lunak yang terdapat di sekitar kuku. Infeksi tersebut terdapat pada perionikium atau lipatan kulit yang menggantung pada sisi-sisi kuku. Kasus ini sering terjadi pada anak-anak yang memiliki kebiasaan suka menggigit kuku atau menghisap jari. Paronikia dibedakan menjadi akut dan kronik tergantung dari berapa lama infeksi terjadi.

Paronikia akut bisa menimbulkan nanah yang kebanyakan disebabkan oleh kuman Staphylococcus walaupun sering juga dijumpai campuran flora aerob dan anaerob. Sedangkan paronikia kronik lebih sering disebabkan oleh jamur.

Patofisiologi

Paronikia terjadi karena terbukanya barrier pelindung antara kuku dengan lipatan kuku. Infeksi dimulai dari tepi lipatan kuku. Apabila terjadi trauma pada lipatan kuku memberi jalan pada kuman masuk ke dalam tubuh menembus barrier kulit. Infeksi meluas hingga ke seluruh batas kulit di sekitar kuku karena terjadi pemisahan kuku dengan perionikium. Lama-kelamaan timbul nanah yang sulit hilang apabila dibiarkan.

Frekuensi

Paronikia merupakan infeksi tangan yang paling sering dijumpai, meliputi 35% dari seluruh infeksi tangan di Amerika Serikat. Kelainan ini lebih sering terjadi pada wanita dengan perbandingan 3:1.

 

Gejala Klinis

Pasien datang dengan riwayat memotong kuku terlalu pendek, pernah trauma, memiliki kebiasaan menggigit kuku, menghisap jari atau sering terendam air. Pasien yang memiliki penyakit diabetes akan lebih sulit perawatannya. Keluhan tersering adalah pasien merasa nyeri dan bengkak di sekitar kuku. Kekambuhan yang berulang-ulang harus dicurigai infeksi jamur bahkan suatu keganasan.

  1. Paronikia akut

Dari pemeriksaan akan tampak pinggir kuku kemerah-merahan, bengkak, nyeri di pinggir kuku. Pada saat kuku ditekan bisa keluar nanah.

  1. Paronikia kronik

Pasien dengan gejala lebih dari 6 minggu perlu dicurigai sebagai paronikia kronik. Kuku cenderung kering, bengkak dan kemerahan tidak begitu nyata pada paronikia kronik  Kuku tampak menebal dan berwarna pucat dan bisa terpisah sehingga tampak ada ruang diantara kuku dengan nail bed.

Paronikia akut. Bengkak dan kemerahan pada tepi kuku disebabkan oleh penumpukan nanah di bawah kulit.

Penyebab

Paronikia akut biasanya disebabkan oleh kuman Staphylococcus aureus dan Streptococcus. Infeksi campuran berbagai kuman biasanya ditemukan pada penderita diabetes. Paronikia kronik sering disebabkan oleh jamur Candida albicans.

Diagnosis banding

Diagnosis banding adalah penyakit lain yang menyerupai paronikia diantaranya adalah herpes, kandidiasis, dermatitis, selulutis bahkan keganasan.

Komplikasi

Komplikasi yang mungkin terjadi ialah infeksi yang makin meluas, bila kuman masuk ke dalam aliran darah bisa menimbulkan sepsis yang sukar ditangani, walaupun hal ini jarang terjadi. Kuman dapat menembus tulang menimbulkan infeksi tulang atau osteomyelitis.

Penanganan

Penanganan harus dibedah atau tidak, tergantung dari luas infeksi. Pada paronikia akut, apabila masih ringan dan tidak bernanah bisa dilakukan penanganan dengan obat-obatan. Basuh dengan air hangat 3-4 x sehari atau kompres dengan Rivanol. Apabila sudah timbul nanah maka kuku harus diambil supaya mudah dibersihkan. Pada paronikia kronik, obat-obatan anti jamur mungkin diperlukan.

Pembedahan

Pembedahan dilakukan apabila dengan obat-obatan tidak kunjung membaik atau jika sudah timbul nanah. Bila nanah masih ringan bisa dilakukan drainase kemudian dicuci bersih. Bila infeksi terjadi hanya pada satu sisi dapat dilakukan Roser plasty (RP) atau memotong separuh kuku pada sisi yang mengalami kelainan. Bila infeksi sudah meluas dan melibatkan kedua sisi maka dilakukan Naegele extraction (NE) atau mengangkat kuku seluruhnya.

Pencegahan

Hindari trauma pada kuku seperti memotong kuku terlalu pendek maupun trauma langsung misalnya kejatuhan benda keras, hilangkan kebiasaan menggigit kuku, menghisap jari dan memakai sepatu terlalu ketat. Selalu menjaga kebersihan kuku.

Pemutakhiran terakhir pada Rabu, 01 Juni 2011 12:21