E.S.W.L (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) Cetak
Ditulis oleh dr. Dwi Djuwantoro SpU   
Senin, 17 Juni 2013 09:46

Ginjal ESWLE.S.W.L (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy)
oleh dr. Dwi Djuwantoro SpU

SubBagian Urologi, SMF Bedah, R.S. Panti Rapih

E.S.W.L. merupakan teknologi canggih penatalaksanaan batu saluran kemih. E.S.W.L merupakan  prosedur yang non-invasif, sehingga banyak digunakan dan bersifat relatif lebih aman. Efek pemecahan batu memberikan hasil yang efektif pada 80-85% kasus batu simple. E.S.W.L bekerja melalui transmisi energi ke batu melalui jaringan hingga batu dihancurleburkan sehingga fragmen-fragmen batu dapat keluar spontan bersamaan kencing.

Indikasi-indikasi E.S.W.L :

  • Batu ginjal simple dengan stone burden < 2 cm.
    Batu yang berukuran lebih dari 2 cm kurang ideal untuk E.S.W.L, karena klirens turun dari 90% untuk batu 1 cm menjadi 63%, sehingga E.S.W.L perlu diulangi. Angka risiko mengalami kolik juga lebih besar pada E.S.W.L batu ginjal yang berukura lebih dari 2 cm.
  • Batu ureter dengan diameter < 1 cm. Pada batu ureter 1/3 bagian atas, dapat dilakukan manipulasi pendorongan batu ke ginjal dan selanjutnya dilakukan E.S.W.L Bilamana manipulasi ini gagal, dilakukan E.S.W.L in situ. E.S.W.L in situ dapat dipertimbangkan jika penderita menginginkan anestesi yang minimal dan mau menerima tindakan E.S.W.L ulang bila mana masih ada sisa batu.

 

Kontraindikasi-kontraindikasi:

  1. Obesitas. Obesitas akan mengurangi daya transmisi energi ke batu, sehingga mengurangi daya fragmentasi batu.
  2. Kelainan pembekuan darah (bila belum dikoreksi).
  3. Obstruksi saluran kemih di sebelah distal (bawah) batu.
  4. Infeksi saluran kemih yang aktif atau sepsis.
  5. Kehamilan.
  6. Aneurisma aorta atau arteri renalis.
  7. Batu cystine atau brushite (kontraindikasi relatif).

Mekanisme Penghancuran Batu oleh Mesin E.S.W.L.:

Bila gelombang kejut mengenai batu dengan perbedaan impedansi akustik bila dibanding dengan air, sebagian gelombang kejut direfleksikan. Gelombang kejut yang melalui batu direfleksikan kembali pada perbedaan akustik kedua antara batu dan cairan disekitarnya. Refleksi gelombang kejut inilah yang menghasilkan fragmentasi batu. Fragmentasi batu didapatkan melalui mekanisme erosi dan penghancuran. Karena tidak ada perbedaan impedansi akustik antara air dengan jaringan lunak di sekitarnya, maka gelombang kejut tidak ada/sedikit sekali yang direfleksikan, atau dengan kata lain diteruskan, sehingga tidak ada efek fragmentasi terhadap jaringan lunak di sekitarnya

Mekanisme ESWL

Efek E.S.W.L terhadap Jaringan:

Efek mikrojet dapat menimbulkan cedera jaringan, terutama pembuluh darah yang berdinding tipis. Hal ini mengakibatkan perdarahan/kencing darah, biasanya dalam waktu sementara 1-2 hari. Jejas jaringan menimbulkan reaksi radang. Diperlukan masa pemulihan 1-2 minggu.

Komplikasi-komplikasi yang Dapat Terjadi pada ESWL:

  1. Perdarahan/hematom.
  2. Kencing darah.
  3. Steinstrasse
  4. Infeksi
  5. Nefritis litotripsi

Dokter Bedah Saluran Kencing (Urologist Surgeon) Rumah Sakit Panti Rapih

  • dr. Sungsang R, Sp.U
  • dr. Trisula Utomo, Sp.U
  • dr. Indrawarman, Sp.U
  • dr. Dwi Djuwantoro, Sp.U
Pemutakhiran terakhir pada Jumat, 02 Juni 2017 09:19