Preservasi Fertilitas pada Wanita Cetak
Ditulis oleh dr Danny Wiguna, SpOG   
Kamis, 24 Januari 2019 13:07

WomanMenurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), preservasi memiliki arti memelihara atau menjaga. Tidak jauh berbeda dari KBBI, kamus medis Merriam-Webster mendefinisikan preservasi sebagai tindakan menjaga atau mempertahankan sesuatu yang khusus atau spesifik. Dengan demikian, preservasi fertilitas memiliki arti menjaga atau mempertahankan keadaan fertil (kesuburan) pada wanita dan pria.

Preservasi Fertilitas pada Wanita

Wanita dilahirkan dengan ±2 juta sel telur di dalam ovarium. Jumlah ini akan terus berkurang seiring berjalannya waktu karena wanita tidak memproduksi sel telur lagi setelah lahir. Saat ini, penyebab kematian kedua terbanyak pada wanita adalah kanker, yaitu sebesar 14%. Berkembangnya terapi onkologi menyebabkan tingkat kesuksesan terapi kanker (kemoterapi, radiasi, dan transplantasi sum-sum tulang) meningkat dan juga meningkatkan kesadaran akan dampak jangka panjang dari terapi tersebut. Salah satu dampak jangka panjang yang sering terjadi adalah gangguan pada gonad. Selain itu, terapi kanker dapat menyebabkan menopause dini, rentang waktu kesuburan yang memendek akibat penuaan dini ovarium, dan juga dapat mengurangi kualitas sel telur. Kerusakan ovarium akibat terapi kanker berkorelasi dengan usia pasien saat terapi, jenis dan dosis, serta durasi terapi. Untuk terapi kanker yang menggunakan radiasi, dipengaruhi juga letak ovarium pada lapang radiasi. Oleh karena itu, penting untuk mencari cara mengatasi atau mencegah terjadi efek samping akibat terapi kanker.

 

Preservasi kesuburan bertujuan untuk mempertahankan jaringan reproduksi untuk kegunaan di masa depan, terutama bagi wanita yang mendapatkan terapi yang gonadotoksik, operasi destruktif pada organ reproduksi, wanita dengan kelainan genetik yang menyebabkan kegagalan ovarium prematur, ataupun wanita yang tidak menderita kanker tetapi ingin menunda memiliki anak karena alasan sosial. Beberapa metode preservasi kesuburan wanita telah tersedia untuk wanita dengan kanker. Metode preservasi tersebut adalah kriopreservasi embrio, oosit, atau jaringan ovarium, dan juga pendekatan bedah atau medis lain untuk mengurangi dampak kemoterapi atau radiasi terhadap ovarium.

 

Indikasi untuk Melakukan Preservasi Fertilitas

Indikasi fertilitas secara garis besar dibagi menjadi tiga, yaitu adanya keganasan yang menggunakan obat sitotoksik sebagai modalitas terapi, kondisi-kondisi lain yang bukan merupakan keganasan serta alasan pribadi seperti usia dan keinginan menunda memiliki keturunan. Hal-hal yang disebutkan di atas dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

 

tabel fertilitas pada wanita

Ovarium sangat sensitif terhadap obat-obatan sitotoksik, terutama alkylating agents yang akan menyebabkan disfungsi gonad. Radioterapi pelvis juga dikenal menyebabkan premature ovarian insufficiency karena paparan 5- 10 Gy bersifat toksik pada oosit. Kemungkinan terjadinya premature ovarian insuffiency setelah kemoterapi atau radioterapi berhubungan dengan cadangan ovarium (ovarian reserve). Selain itu, preservasi fertilitas juga dapat dianjurkan pada perempuan dengan beberapa kondisi yang berisiko menyebabkan premature ovarian insuffiency, seperti adanya tumor bilateral pada ovarium, severe atau recurrent endometriosis, dan recurrent torsio ovarium.

Beberapa cara untuk mempertahankan kesuburan pada wanita, secara garis besar dapat dibagi menjadi proteksi ovarium dan assisted reproductive technologies (ART). Perkembangan dari teknologi belakangan ini membuat pasien dengan kanker pun memiliki kesempatan untuk mempertahankan kesuburannya, seperti menggunakan obat-obat pelindung ovarium untuk mengatasi efek gonadotoksik dari obat-obatan anti kanker dan transposisi ovarium saat diindikasikan. Cryopreservation (pembekuan) terhadap oosit, embrio atau jaringan ovarium sebelum inisiasi obat anti kanker juga dapat dipakai sebagai pilihan.

Kesimpulannya, saat ini mulai banyak dilakukan preservasi fertilitas pada wanita, khususnya pada pasien-pasien kanker karena terapi kanker yang dapat menyebabkan infertilitas. Selain terapi penyakit kanker, infertilitas juga banyak terjadi karena faktor gaya hidup yang tidak sehat dan faktor pekerjaan. Gangguan infertilitas dapat terjadi pada gangguan ovulasi, gangguan pelvis dan tuba, dan juga pada uterus. Sebelum melakukan preservasi fertilitas, perlu dilakukan pemeriksaan untuk menentukan infertilitas dan indikasi yang jelas dari dilakukannya preservasi fertilitas tersebut. Pelaksanaan preservasi fertilitas dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu dengan terapi anti gonadotoksik, transposisi ovarium, cryopreserving oosit, embrio, dan ovarium.

 

jadwal dr danny wiguna

Pemutakhiran terakhir pada Kamis, 24 Januari 2019 13:19