Flu Singapore Cetak
Ditulis oleh dr. Ferryna   
Rabu, 16 Maret 2011 12:24

Seminggu yang lalu, saya bertemu dengan teman lama saya, di rumah sakit. Teman saya itu membawa anaknya berobat. Dia bilang menurut dokter anaknya menderita Flu Singapore.  Saya lihat di telapak tangan anak itu tampak bintik-bintik merah, mulutnya ada sariawan di beberapa tempat.

Flu Singapore? Apakah itu?

Flu Singapore sebenarnya adalah penyakit yang di dunia kedokteran dikenal sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau dalam bahasa Indonesia Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut (PKTM). Penyakit ini sesungguhnya sudah lama ada di dunia. Di indonesia sendiri sebenarnya penyakit ini bukan penyakit baru.

Istilah “Flu Singapore” muncul karena saat itu terjadi ledakan kasus dan kematian akibat penyakit ini di Singapura.  Gejala penyakit ini mirip flu, dan saat itu terjadi kejadian luar biasa di Singapura (dan kemudian juga terjadi di indonesia), banyak media cetak yang membuat istilah “Flu Singapore”.

PKTM ini merupakan penyakit akut akibat infeksi virus. Virus yang dapat menyebabkan PKTM adalah Coxsackie A virus, Coxsackie B virus, Echovirus dan  Enterovirus.  Infeksi Enterovirus 71 sering menimbulkan PKTM yang berat bahkan berkomplikasi.

Penyakit ini sangat menular dan sering terjadi dalam musim panas. PTKM adalah penyakit yang kerap terjadi pada kelompok masyarakat yang padat dan menyerang anak-anak usia 2 minggu sampai 5 tahun ( kadang sampai 10 tahun ).
Orang dewasa umumnya lebih kebal terhadap enterovirus, walau bisa jugaterkena.

Penularan PKTM sama seperti penularan flu, bisa melalui udara, batuk, bersin, air liur, ingus, cairan tubuh lainnya. Dari tangan yang tidak cuci tangan, handuk, peralatan makan pun bisa menularkan penyakit ini.

Ketika seseorang terkena PTKM dia akan mengalami demam, umunya demamnya tidak tinggi, diikuti keluhan tenggorokan (mungkin nyeri menelan atau terasa kering), badan terasa tidak enak, nafsu makan menurun, pilek, pegal-pegal. Kemudian timbul plentingan berair yang mudah pecah di lidah, gusi, pipi bagian dalam, yang terasa nyeri. Di telapak tangan dan kaki timbul bercak-bercak merah sampai plentingan berair yang tidak gatal. Penyakit ini umumnya akan membaik sendiri dalam 7-10 hari, dan tidak perlu dirawat dirumah sakit. Bila ada gejala yang cukup berat, barulah penderita perlu dirawat di rumah sakit.

Komplikasi yang bisa terjadi: radang selaput otak, radang otak, radang otot jantung, lumpuh layu akut, bahkan kematian.

Diagnosis pasti penyakit ini didapatkan dengan pemeriksaan deteksi keberadaan virus. Pemeriksaan darah rutin tidak memberikan diagnosis yang pasti.

PTKM adalah infeksi virus, dan infeksi virus ini bersifat self limited disease, artinya bisa pulih dengan sendirinya. Berat ringannya gejala sangat ditentukan oleh jenis virus yang menginfeksi serta tingkat imunitas tubuh. Semakin rendah tingkat imunitas tubuh, maka gejala yang Nampak dapat semakin berat dan mudah mengalami komplikasi.

Manajemen PTKM meliputi istirahat yang cukup, makan makanan bergizi, bila perlu dengan suplemen vitamin, pengobatan spesifik tidak ada, jadi hanya diberikan pengobatan sesuai gejala yang menyertai. Bila demam, maka diberikan obat anti-demam. Diberikan juga obat untuk luka di daerah mulut untuk mengurangi kesakitan.

 

(dari berbagai sumber)

Pemutakhiran terakhir pada Selasa, 16 Juli 2013 11:37