Faringitis Akut Cetak
Ditulis oleh Humas   
Selasa, 08 Maret 2011 07:06

Tenggorokan terasa kering……

Terasa gatal…..

Terasa nyeri…...

Waspadai nyeri telan yang tak membaik selama beberapa hari….

 

Faringitis (pharyngitis) Akut, adalah suatu penyakit peradangan tenggorok (faring) yang sifatnya akut (mendadak dan cepat memberat). Umum disebut radang tenggorok. Radang ini menyerang lapisan mukosa (selaput lendir) dan submukosa faring.

Disebut faringitis kronis bila radangnya sudah berlangsung dalam waktu lama dan biasanya tidak disertai gejala yang berat.

Epidemiologi

  • Angka kejadian pada anak &dewasa:anak, rata-rata terdapat 5 kali infeksi saluran pernafasan bagian atas dan pada orang dewasa hampir separuhnya
  • Kasus Faringitis akut  di Rumah Sakit Panti Rapih tahun 2010 sebesar 5.305 kasus.

Penyebab

  • Radang ini bisa disebabkan oleh virus atau kuman.
  • Biasanya disebabkan oleh bakteri streptokokus grup A. Namun bakteri lain seperti N. gonorrhoeae, C. diphtheria, H. influenza juga dapat menyebabkan faringitis.
  • Apabila disebabkan oleh infeksi virus biasanya oleh Rhinovirus, Adenovirus, Parainfluenza virus dan Coxsackie virus.
  • Faringitis juga bisa timbul akibat iritasi udara kering, merokok, alergi, trauma tenggorok (misalnya akibat tindakan intubasi), penyakit refluks asam lambung, jamur, menelan racun, tumor.

Perjalanan Penyakit

Penularan dapat terjadi melalui udara (air borne disease) maupun sentuhan.

Droplet  masuk melalui saluran napas atau mulut kemudian masuk ke lapisan faring. Faring bereaksi terhadap proses infeksi tersebut, terjadilah radang.

Gejala dan tanda

Yang sering muncul pada faringitis adalah:

  1. Nyeri tenggorok dan nyeri menelan
  2. Tonsil (amandel)  membesar
  3. Mukosa yang melapisi faring mengalami peradangan berat atau ringan dan tertutup oleh selaput yang berwarna keputihan atau mengeluarkan pus (nanah).
  4. Demam, bisa mencapai 40ºC.
  5. Pembesaran kelenjar getah bening di leher.

Setelah bakteri atau virus mencapai sistemik maka gejala-gejala sistemik akan muncul,

  1. Lesu dan lemah, nyeri pada sendi-sendi otot, tidak nafsu makan dan nyeri pada telinga.
  2. Peningkatan jumlah sel darah putih.

Diagnosis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

  • Pemeriksaan fisik:

o   Kemerahan dan peradangan dinding belakang mukosa mulut.

o   Pembengkakan mukosa

o   Adanya selaput, bintik-bintik, nanah pada mukosa

o   Dengan menggunakan penilaian tertentu atas gejala dan tanda, bisa diprediksi penyebab faringitis apakah viral atau bakterial

Jenis faringitis

Faringitis Virus

Faringitis Bakteri

Biasanya tidak ditemukan nanah di tenggorokan

Sering ditemukan nanah di tenggorokan

Demam, biasanya tinggi.

Demam.

Jumlah sel darah putih normal atau agak meningkat

Jumlah sel darah putih meningkat ringan sampai sedang

Kelenjar getah bening normal atau sedikit membesar

Pembengkakan ringan sampai sedang pada kelenjar getah bening

Tes apus tenggorokan memberikan hasil negatif

Tes apus tenggorokan memberikan hasil positif untuk strep throat

Pada biakan di laboratorium tidak tumbuh bakteri

Bakteri tumbuh pada biakan di laboratorium

Pemeriksaan penunjang

  • Pemeriksaan terhadap apus tenggorok.
  • Skrining terhadap bakteri Streptokokus.
  • Darah rutin menunjukkan peningkatan jumlah lekosit.
  • Kultur dan uji resistensi bakteri bila diperlukan.

Tata Laksana

  • Untuk mengurangi nyeri tenggorok dapat diberikan obat antinyeri (analgetik) seperti asetaminofen, obat hisap atau berkumur dengan larutan garam hangat. Aspirin tidak boleh diberikan kepada anak-anak dan remaja yang berusia dibawah 18 tahun karena bisa menyebabkan sindroma Reye.

  • Untuk menghindari iritasi lebih lanjut pada saluran faring, pada pasien dapat dianjurkan untuk mengurangi makanan yang berminyak dan panas, juga dianjurkan untuk istirahat sebanyak mungkin agar metabolisme lebih dikhususkan untuk memperbaiki daya tahan tubuh. Jika demam tidak turun dengan pemberian obat dapat dibantu dengan menggunakan kompres dan masukan cairan yang cukup (air putih), hindari minuman yang terlalu dingin dan bersoda. Hindari asap rokok, debu, polutan lainnya. Madu dapat membantu mempercepat

penyembuhan.

 

  • Jika disebabkan virus maka pengobatan bersifat simtomatik (hanya mengobati gejala), tidak diberikan antibiotika. Bisa dibantu dengan obat-obatan imunomodulator.

 

  • Jika diduga penyebabnya adalah bakteri, diberikan antibiotika. Penting bagi penderita untuk meminum obat antibiotik sampai habis sesuai anjuran dokter, agar tidak terjadi resistensi pada kuman penyebab faringitis.

 

Prognosis (Perjalanan Penyakit)

  • Umumnya baik, tingkat kesembuhan tinggi.

Komplikasi yang mungkin timbul

  • Sumbatan jalan napas (pada peradangan yang berat)
  • Abses di tonsil atau dinding belakang mukosa faring.
  • Infeksi bakteri Streptococcus bisa berlanjut ke infeksi telinga, sinusitis,  Demam rematik (Penyakit katup jantung akibat infeksi), abses tonsil, peradangan ginjal, dll.

Kapan Anda Harus menghubungi Petugas Kesehatan:

  • Saat Anda menderita nyeri telan yang tidak membaik selama beberapa hari.
  • Saat Anda menderita demam tinggi, pembengkakan kelenjar getah bening leher.
  • Segera mencari pertolongan bila Anda menderita nyeri telan dan gangguan pernapasan.

(Sumber: Art of Theraphy, 2008.FK UGM)

KAMUS KITA

 

Epidemiologi

 

:

 

Ilmu yang mempelajari hubungan antara berbagai faktor yang menentukan frekuensi dan distribusi penyakit pada komunitas manusia.

Droplet

:

Partikel cairan yang dikeluarkan dari mulut pada waktu kita batuk, bersin, atau berbicara, yang mungkin membawa infeksi untuk yang lain melalui udara.

Resistensi

:

Perlawanan

Metabolisme

 

:

:

Semua proses fisik dan kimia untuk memproduksi energi dan mengubah energi.

Immunomodulator

:

Penyesuaian respon kekebalan hingga suatu tingkat yang dikehendaki.

Abses

:

Kumpulan nanah setempat dalam rongga yang terbentuk akibat kerusakan jaringan.

Sinusitis

:

Peradangan sinus

Pemutakhiran terakhir pada Sabtu, 02 April 2011 07:52