Ortopedik & Traumatologi

RS Panti Rapih melayani penggantian sendi lutut dan pinggul, pelurusan tulang belakang, serta peyambungan tulang.

Urologi

Unit bedah urologi melayani tembak batu ginjal dengan ESWL dan penanganan batu ginjal dengan metode PCNL.

Kesehatan Ibu dan Anak

Pelayanan yang bertujuan untuk mengoptimalkan luaran ibu dan bayi dengan pengamatan kehamilan berkelanjutan untuk mencapai “Healthy Mother and Healthy Baby”

testing testing
Leptospirosis, Bahaya Saat Banjir Datang

Kamis, 31 Maret 2011, bertempat di Rumah sakit Panti Rapih, diadakan acara sosialisasi Leptospirosis, dengan narasumber dr. Doni Priambodo, Sp. PD-KPTI. Sosialisasi tersebut terkait dengan merebaknya kasus Leptospirosis di DIY. Dari sejumlah kasus Leptospirosis, gagal ginjal merupakan komplikasi terbanyak, dan perdarahan paru merupakan komplikasi yang terfatal.

Leptospirosis itu apa?

Leptospirosis adalah penyakit  demam akut yang dapat menyerang manusia dan hewan yang  disebabkan oleh bakteri Leptospira. Pada dasarnya, Leptospirosis adalah penyakit hewan yang melompat ke manusia. Leptospirosis  banyak terdapat di daerah beriklim tropis, seperti Indonesia, terutama di daerah perkotaan, dengan kepadatan penduduk yang tinggi.

Di Indonesia Leptospirosis tersebar antara lain di Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Lampung, Sumatra Selatan, Bengkulu, Riau, Sumatra Barat, Bali, NTB, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat.

Hewan- hewan yang dapat menjadi sumber penularan Leptospirosis adalah tikus, anjing, kucing, serangga, burung, babi, sapi, kambing, domba, kuda, landak, kelelawar, tupai. Hewan-hewan ini menularkan Leptospira melalui air seni, karena Leptospira hidup di ginjal hewan-hewan ini.

 

Penularan langsung dari manusia ke manusia jarang terjadi.

 

Cara penularan?

Bakteri Leptospira, di air, tanah, lumpur, tanaman yang terkontaminasi air seni dari hewan-hewan penderita Leptospirosis,khususnya tikus, akan masuk ke tubuh manusia melalui selaput lendir mata, hidung, kulit yang lecet, kadang melalui makanan yang terkontaminasi, kemudian bakteri berkembangbiak, rata rata 10 hari (4-19hari) menimbulkan gejala dan tanda.

Yang berisiko tertular Leptospira adalah yang sering menyentuh binatang atau air, lumpur, tanah dan tanaman yang telah dicemari air kencing binatang. Beberapa pekerjaan memang lebih berbahaya misalnya pekerjaan petani, dokter hewan,karyawan pejagalan serta petani tebu dan pisang. Aneka kegemaran yang menyangkut sentuhan dengan air atau tanah yang tercemar pun bisa menularkan Leptospirosis misalnya berkemah, berkebun, berkelana di hutan, arung jeram dan olahraga air lainnya. Saat banjir, air menjadi tergenang, dan itu merupakan risiko tinggi untuk penularan Leptospirosis.

Gejalanya apa saja?

  • Fase awal:

o   Demam tinggi

o   Nyeri kelapa

o   Nyeri otot, terutama otot betis

o   Nyeri perut

o   Mual, muntah

o   Mata merah

  • Fase lanjut:

o   Gejala di atas, ditambah gejala kuning pada tubuh penderita.

o   Gagal ginjal

o   Hipotensi

o   Manifestasi perdarahan

o   Gangguan organ tubuh lainnya.

Leptospirosis yang berat disebut dengan penyakit Weil (Weil's Disease).

 

Cara diagnosisnya?


Karena gejala klinisnya mirip penyakit demam akut lainnya, maka pada setiap kasus dengan keluhan demam, fase awal leptospirosis harus dipikirkan sebagai salah satu kemungkinan, apalagi bila ada faktor risiko.

Diagnosis pasti penyakit ini adalah dengan ditemukannya bakteri Leptospira dari spesimen tubuh (darah dan cairan tubuh), atau bisa juga dengan gejala dan tanda didukung dengan pemeriksaan serologik.

 

Metode diagnosis Leptospirosis terbaru adalah menggunakan Lepto Tek Dri Dot. Alat ini dapat mendeteksi adanya infeksi Leptospirosis dengan cara yang sangat mudah dan cepat. Prinsip kerjanya adalah dengan mereaksikan reagen Leptospirosis dan darah tersangka. Dinyatakan positif bila terjadi penggumpalan , yang berarti ada antibodi (zat anti) leptospirosis dalam tubuh tersangka.


Pengobatannya apa?


  • Pada umumnya Leptospirosis diobati dengan antibiotika seperti  golongan penisilin, tetrasiklin, doksisiklin, aminoglikosida, makrolida, sefalosporin.
  • Pemberian obat demam (parasetamol).
  • Pemberian cairan dan nutrisi yang memadai.
  • Penanganan komplikasi, komplikasi yang paling sering adalah gagal ginjal.

 

Cara mencegah Leptospirosis bagaimana?


  • Pencegahan primer

Prinsip: mengendalikan agar tidak terjadi kontak Leptospira pada manusia, meliputi:

§  Pencegahan hubungan dengan air/tanah yang terkontaminasi Leptospira.
Para pekerja yang pekerjaannya menyangkut binatang:
Tutupilah luka dan lecet dengan balut kedap air.
=Pakailah pakaian pelindung misalnya sarung tangan, pelindung atau perisai mata, jubah kain dan sepatu bila menangani binatang yang mungkin terkena, terutama jika ada kemungkinan menyentuh air seninya.
=Pakailah sarung tangan jika menangani ari-ari hewan, janinnya yang mati di dalam maupun digugurkan atau dagingnya.
=Mandilah sesudah bekerja dan cucilah serta keringkan tangan sesudah menangani apa pun yang mungkin terkena.
=Jangan makan atau merokok sambil menangani binatang yang mungkin terkena. Cuci dan keringkan tangan sebelum makan atau merokok.
=Ikutilah anjuran dokter hewan kalau memberi vaksin kepada hewan.

§  Melindungi sanitasi air minum penduduk: pengelolaan air minum, filtrasi, dan deklorinasi.

§  Pemberian vaksinasi

  • Pencegahan dengan serum imun spesifik telah terbukti melindungi pekerja laboratorium.
  • Vaksinasi terhadap hewan piaraan efektif untuk mencegah Leptospirosis.

§  Pencegahan dengan antibiotika: penisilin dan doksisiklin, bagi orang-orang  yang dianggap telah terkontaminasi Leptospira.

§  Pengendalian hewan perantara Leptospira, terutama pengendalian tikus.

§  Usaha promotif, dengan edukasi kepada petani, peternak, dan masyarakat umum.

  • Pencegahan Sekunder
  • Prinsip: pengobatan untuk mencegah komplikasi.

 

Segera berobat dan laporkan bila:
Jika jatuh sakit dalam minggu-minggu setelah mungkin terkena air seni binatang atau berada di lingkungan tercemar, laporkanlah hal itu kepada dokter. Hal ini sangat berbahaya untuk dapat menjadi wabah.

 

Referensi:

Widarso. Kebijaksanaan Departemen Kesehatan Dalam Penanggulangan Leptospirosis di Indonesia. Simposium Leptospirosis,  FK- UNDIP, 3 Agustus 2002.


 

Komentar  

 
0 #1 Humas 2011-04-08 08:51
Kepada Susanti
Terima kasih info tambahannya.
Semoga berguna bagi kita semua.
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Informasi Dokter

TELAH BERGABUNG
DI RS PANTI RAPIH

dr. Kalista Yuniar, SpKK

Dokter Spesialis Kulit & Kelamin

Jadwal Praktek

Selasa pukul 07.00 - 08.00

Kamis pukul 07.00 - 08.00

Jumat pukul 07.00 - 08.00

Ruang 512 Lantai 5
Instalasi Rawat Jalan

dr. Johanes Britto Suharjo Brata Cahyono, Sp.PD-KGEH

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Jadwal Praktek

Senin pukul 09.00 - 11.00

Rabu pukul 10.00 - 12.00

Jumat pukul 09.00 - 11.00

Ruang 519 Lantai 5
Instalasi Rawat Jalan

Prof. Dr. dr. Sutaryo, Sp.A

Dokter Spesialis Penyakit Anak

Jadwal Praktek

Rabu pukul 12.00 - 14.00

Ruang 315 Lantai 3
Instalasi Rawat Jalan

dr. Vita Yanti Anggraeni, Sp.PD., Sp.JP

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Jadwal Praktek

Kamis pukul 16.00 - 17.30

Sabtu pukul 13.00 - 15.00

Ruang 514 Lantai 5
Instalasi Rawat Jalan

Iklan

Pendaftaran Online

Iklan

Informasi Kamar

Iklan

Polling

Menurut Anda bagaimanakah pelayanan di RS Panti Rapih?
 

Katering Gizi

Iklan
Iklan
Iklan

Rumah Sakit Panti Rapih, Rumah Sakit Yogyakarta, Rumah Sakit Jogja, Rumah Sakit Terbaik Yogyakarta, Rumah Sakit Unggulan Indonesia, Rumah Sakit Terbaik Indonesia, Peringkat Rumah Sakit Terbaik Yogyakarta, Peringkat Rumah Sakit Terbaik Indonesia, Rumah Sakit Panti Rapih, Sahabat Untuk Hidup Sehat, Bedah Urologi terbaik Indonesia, Bedah Urologi Terbaik Jawa, Bedah Urologi Terbaik Yogyakarta dan Jawa Tengah, Bedah Tulang Ortopedi terbaik Indonesia, Bedah Tulang Ortopedi Terbaik Jawa, Bedah Tulang Ortopedi Terbaik Yogyakarta dan Jawa Tengah, Rumah Sakit Klinik Ibu dan Anak, Rumah Sakit Klinik Ibu dan Anak Terbaik, Rumah Sakit Klinik Ibu dan Anak Terbaik Yogyakarta, Rumah Sakit Klinik Ibu dan Anak Terbaik Indonesia, Rumah Sakit Murah, Rumah Sakit dengan Pelayanan Terbaik, Rumah Sakit Yogyakarta Pelayanan Terbaik, Rumah Sakit Keluarga, Rumah Sakit Tipe A, Rumah Sakit Terakreditasi A, Rumah Sakit Unggulan Masyarakat, Rumah Sakit Unggulan Masyarakat Indonesia, Rumah Sakit Unggulan Yogyakarta, Onder de Bogen

www.pantirapih.or.id