Ortopedik & Traumatologi

RS Panti Rapih melayani penggantian sendi lutut dan pinggul, pelurusan tulang belakang, serta peyambungan tulang.

Urologi

Unit bedah urologi melayani tembak batu ginjal dengan ESWL dan penanganan batu ginjal dengan metode PCNL.

Kesehatan Ibu dan Anak

Pelayanan yang bertujuan untuk mengoptimalkan luaran ibu dan bayi dengan pengamatan kehamilan berkelanjutan untuk mencapai “Healthy Mother and Healthy Baby”

testing testing
Flora Vagina
Ditulis oleh dr Danny Wiguna, SpOG   

Flora VaginaVagina wanita dewasa muda normal terdapat sekitar 109 koloni mikroba yang dipengaruhi oleh pH, suhu, sekresi dari lozomi dan immunoglobulin, tingkat nutrien
termasuk oksigen dan air, serta kemampuan adhesi bakteri. Mikroba vagina dapat mengalami perubahan berkelanjutan yang dipengaruhi oleh faktor eksternal dan
internal. Faktor internal utama yaitu perubahan hormonal sedangkan faktor eksternal yaitu higiene atau penggunaan produk kesehatan penjaga higienitas daerah kewanitaan.

 

Mikribiota vagina berperan penting dalam mencegah kolonisasi organisme patogen yang dapat menyebabkan penyakit menular seksual dan infeksi saluran kemih.
Kriteria Nugent menyatakan mikribia normal didominasi oleh Lactobacillus. Lactobacillus sp. Merupakan mikrobiota vagina dominan pada 70-80% wanita normal
asimptomatik, sedangkan pada 20-30% lainnya didominasi oleh kelompok bakteri anaerob dan fakultatif.

 

Vagina wanita usia reproduktif didominasi oleh mikroba yang memproduksi asam laktat, yang berada pada kisaran 107 lactobacilli per gram sekresi vaginal. Kadar
Lactobacillus sp pada vagina meningkai atau menurun sesuai dengan kadar estrogen sistemik. Pada wanita yang mendekati masa menopause, penurunan kadar estrogen
dapat menyebabkan atrofi vulvovagina dan 25-50% mengalami gejala seperti rasa panas saat berkemih, perdarahan post koitus, dispareunia, vaginal discharge, serta
sensasi rasa nyeri dan gatal pada kemaluan. Penurunan hormom estrogen pada menopause berkontribusi pada penurunan deposisi glikogen pada epitel vagina dan
menyebabkan berkurangnya produksi asam organik, terutama asam laktat oleh koloni bakteri vagina.

Mikrobiota Normal ketika Anak-anak dan saat Puberta
Setelah proses persalinan, estrogen maternal di sirkulasi neonatus memproduksi glikogen pada epitel vagina yang membuat mikroba memproduksi asam laktat. Hormon
gonadal dan adrenal yang belum aktif, estrogen maternal yang semakin menipis, mikroba yang memproduksi asam laktat pada neonatus menurun semua hal ini
mengakibatkan pH vagina menjadi netral atau agak alkalin. Saat memasuki pubertas fisiologi dan morfologi vulva dan vagina berubah. Seiring dengan maturasi dari gonadal
dan adrenal, siklus hormonal mulai teratur dan mulailah mentruasi.

Mikrobiota Normal saat Usia Reproduktif
Flora vagina dari wanita usia reproduktif yang normal dan tidak bergejala yaitu bakteri aerobik, fakultatif anaerobik dan anaerob abligat. Dalam ekosistem vagina ini,
bebrapa mikroorganisme menghasilkan zat asam laktat dan hidrogen peroksida yang menghambat organisme lain yang tidak normal. Asam laktat yang di produksi
mengandung kurang lebih 107 Lactobacillus per gram dari sekrsi vagina. Selama usia produktif, produksi estrogen glikogen intraselular di mukosa vagina dan peningkatan
asam laktat yang diproduksi mikroba divagina.

pH Vagina
pH vagina normal yang berkisar antara 4 dan 4,5 didapat dari estrogen usia 18 tahun dan 45 tahun yang mempengaruhi glokogen pada mukosa vagina yang menjadi
sumber nutrisi mikroorganisme yang mengalami metabolisme sehingga membentuk asam laktat, meningkatkan mikroba pengasil asam laktat, dan menstimulasi ploriferasi
epitel vagina. Bakteri lain menambah asam organik dari katabolisme protein, bakteri anaerob dari fermentasi asam amino. Glikogen yang ada dalam mukosa vagina sehat
memberi nutrisi bagi banyak spesies ekosistem di vagina dan dimetabolisme menjadi asam laktat. Karena kandungan glikogen berkurang setelah menopause, hal ini
mengarah ke peningkatan pH vagina. Jika tidak ada patogen yang dapat mengubah pH, maka pH vagina yang berkisar antara 6,0 sampai 7,5.
Estrogen menstimulasi proliferasi sel epitel vagina dan peningkatan produksi glikogen. Keasaman lingkungan vagina berperan dalam menghambat infeksi sekunder
oleh bakteri. H2O2 yang dihasilkan oleh Lactobacillus mampu menghambat terjadinya kolonisasi flora vagina lainnya.

Tabel 1

Flora Vagina pada Menopause
Epitel vagina mengandung estrogen-alpha reseptor, ketika level estrogen menurun maka epitel vagina akan mengalami atrofi, kadar glikogen menurun, penurunan
densitas laktobasilus dan produksi asam laktat, dan menyebabkan pH vagina meningkat hingga 6.0-8.0. Peningkatan pH vagina yang menyebabkan tidak terdapat bakterial
vaginosis maupun patologi vagina merupakan indikator status menopause. Setelah menopause, vagina mengandung lebih banyak spesies komensal.

Tabel 2

Flora yang berkolonisasi pertama tersering adalah flora fekal yakni Enterobacteriaceae, yang jarang ditemui pada pH < 4.5. Organisme lain yang juga dapat ditemukan pada
vagina wanita menopause seperti : G. vaginalis (27%), U. urealyticum (13%), Prevotella (33%), dan dancolioform (41%). Lactobacillus spp. menjadi flora vagina
yang dominan pada setiap tahap transisi menopause. Pada fase pre-menopause terdapat 83%, perimenopause 83%, dan post-menopause menurun hingga 54% menunjukkan hubungan terhadap atrofi vagina.

Perubahan Flora
Perubahan unsur ekologi pada vagina dapat mengubah prevalensi berbagai spesies. Sebagai contoh, wanita pasca menopause dan wanita muda memiliki prevalensi
yang lebih rendah dari spesies Lactobacillus dibandingkan dengan wanita yang berusia reproduktif. Perubahan transien dari flora terhadap siklus menstruasi terutama selama
hari-hari pertama siklus menstruasi. Cairan menstruasi juga dapat berfungsi sebagai sumber nutrisi bagi beberapa spesies bakteri, yang mengakibatkan pertumbuhan
berlebih.

Peran Asam Laktat
Lingkungan yang asam pada vagina ini merupakan lingkungan yang tidak baik untuk mikroorganisme patogen. Keasaman vagina dipertahankan oleh adanya
metabolisme glikogen. Glikogen dimetabolisme menjadi asam laktat oleh Lactobacillus yang mana menyebabkan pH vagina menurun dan membantu
pertumbuhan Lactobacillus. Sel epitel vagina juga berkontribusi terhadap keasaman vagina dengan sekresi langsung ion hidrogen oleh mekanisme sensitif estrogen.

Peran Probiotik
Penggunaan probiotik dapat menurunkan bakteri patogen di vagina, menurunkan pH vagina dan meningkatkan jumlah Lactobacillus pada vagina.
Suplementasi probiotik selama hamil memiliki peran protektif terhadap pre-eklampsia, diabetes gestasional dan infeksi terutama bakterial vaginosis. Penggunaan probiotik
juga dapat mencegah terjadinya necrotizing enterocolitis pada bayi.

Infeksi pada vagina
Wanita yang kekurangan Lactobacillus lebih berisiko tinggi untuk terkena infeksi vaginosis bakterialis dan vaginitis aerobik meningkatkan risiko transmisi
penyakit menular seksual dan kelahiran pre-term. Vaginitis aerobik adalah gangguan yang disebabkan oleh kurangnya spesies Lactobacillus dan berlebihnya bakteri aerobik
seperti Escherichia coli, Staphylococcus spp. dan Streptococcus group ß spp. Biasa disebabkan oleh ascending infections yang berasal dari saluran kemih. Eksposur
terhadap cairan semen yang bersifat basa, penggunaan tampon, sabun, pakaian, kondom dan obat-obatan tertentu juga mempengaruhi tingkat kejadian ini.

Asam laktat secara langsung mencegah infeksi Chlamydia trachomatis dan membantu mencegah infeksi HSV-2 dan HIV in vitro bila suasana di sekitar vagina
mencapai pH <4. Asam laktat membantu menjalankan fungsi imun tubuh dengan aktivasi proses inflamasi, mengeluarkan mediator dari sel epitelial vagina dan memicu
respon antiviral dengan memproduksi growth factor-1ß. Komposisi flora vagina tidak konstan, bergantung pada faktor internal dan eksternal seperti siklus menstruasi,
kehamilan, penggunaan alat kontrasepsi, frekuensi hubungan seksual, penggunaan produk higienitas dan konsumsi obat-obatan dengan kemampuan imunosupresan.
Vagina sendiri memiliki beberapa sel imun dan reseptor seperti toll like receptors (TLR) dan dectin-1 receptor untuk memantau lingkungan mikroba di sekitarnya. Apabila terjadi aktivitas mikrobiota yang berlebihan, reseptor akan menginisiasi proses imun dengan aktivasi sitokin kemokin dan sekresi interleukin. sel NK (natural killers), makrofag, CD+4 helper, sel T dan CD+8, sel T sitotoksik dan limfosit B akan teraktivasi dan proses eliminasi patogen akan segera berjalan.

Mannose binding lectin (MBL), vaginal anti microbial peptide (AMPs) dan imunoglobulin A dan G juga berperan dalam mencegah infeksi pada vagina. MBL akan berikatan dengan manosa, N-asetilglukosamin dan karbohidrat fukosa menyebabkan sel lisis dan/atau memberi tanda target bagi sel imun tubuh sehingga dapat diserang. Imunoglobulin A dan G mencegah perlengketan sel epitel vagina dan menetralkan serta membunuh patogen dari vagina. AMPs menginisiasi reaksi imun kemotaksis atau proses anti-endotoksin. AMPs menghasilkan defesin yang membantu dalam mencegah infeksi HIV, herpes simpleks dan HPV.

 

==============================
Kontributor
dr. Danny Wiguna, SpOG
IG : dans.mecareyou

 

Jadwal Praktek:
Minggu  08.00 - 10.00
Senin   08.00 - 10.00
Selasa  10.00 - 12.00 & 17.00 - 19.00
Rabu    10.00 - 12.00
Kamis   08.00 - 10.00 & 17.00 - 19.00
Jumat   10.00 - 12.00 & 17.00 - 19.00
Sabtu   08.00 - 12.00
 

Informasi Dokter

TELAH BERGABUNG
DI RS PANTI RAPIH

Dr. dr. Heru Pradjatmo, M.Kes., Sp.OG(K)Onk

Dokter Spesialis Kandungan

Jadwal Praktek

Senin pukul 16:00 - 18:00

Rabu pukul 16:00 - 18:00

Jumat pukul 07:00 - 08:00

Ruang 312 - Lantai 3 Rawat Jalan

Iklan

Pendaftaran Online

Iklan

Informasi Kamar

Iklan

Polling

Menurut Anda bagaimanakah pelayanan di RS Panti Rapih?
 

Katering Gizi

Iklan
Iklan
Iklan

Rumah Sakit Panti Rapih, Rumah Sakit Yogyakarta, Rumah Sakit Jogja, Rumah Sakit Terbaik Yogyakarta, Rumah Sakit Unggulan Indonesia, Rumah Sakit Terbaik Indonesia, Peringkat Rumah Sakit Terbaik Yogyakarta, Peringkat Rumah Sakit Terbaik Indonesia, Rumah Sakit Panti Rapih, Sahabat Untuk Hidup Sehat, Bedah Urologi terbaik Indonesia, Bedah Urologi Terbaik Jawa, Bedah Urologi Terbaik Yogyakarta dan Jawa Tengah, Bedah Tulang Ortopedi terbaik Indonesia, Bedah Tulang Ortopedi Terbaik Jawa, Bedah Tulang Ortopedi Terbaik Yogyakarta dan Jawa Tengah, Rumah Sakit Klinik Ibu dan Anak, Rumah Sakit Klinik Ibu dan Anak Terbaik, Rumah Sakit Klinik Ibu dan Anak Terbaik Yogyakarta, Rumah Sakit Klinik Ibu dan Anak Terbaik Indonesia, Rumah Sakit Murah, Rumah Sakit dengan Pelayanan Terbaik, Rumah Sakit Yogyakarta Pelayanan Terbaik, Rumah Sakit Keluarga, Rumah Sakit Tipe A, Rumah Sakit Terakreditasi A, Rumah Sakit Unggulan Masyarakat, Rumah Sakit Unggulan Masyarakat Indonesia, Rumah Sakit Unggulan Yogyakarta, Onder de Bogen

www.pantirapih.or.id