Ortopedik & Traumatologi

RS Panti Rapih melayani penggantian sendi lutut dan pinggul, pelurusan tulang belakang, serta peyambungan tulang.

Urologi

Unit bedah urologi melayani tembak batu ginjal dengan ESWL dan penanganan batu ginjal dengan metode PCNL.

Kesehatan Ibu dan Anak

Pelayanan yang bertujuan untuk mengoptimalkan luaran ibu dan bayi dengan pengamatan kehamilan berkelanjutan untuk mencapai “Healthy Mother and Healthy Baby”

testing testing
Aktifitas Fisik Selama Kehamilan
Ditulis oleh dr Danny Wiguna, SpOG   
Kamis, 15 November 2018 11:51

Senam Hamil

A. AKTIFITAS FISIK SELAMA KEHAMILAN
Pada kehamilan tanpa komplikasi, disarankan untuk melakukan olahraga seperti aerobik sebelum, selama dan setelah melahirkan. Namun, dokter harus mengevaluasi wanita dengan komplikasi medis maupun kehamilan sebelum membuat rekomendasi untuk melakukan olahraga. Rekomendasi durasi olahraga yang memberikan keuntungan adalah olahraga dengan intensitas sedang selama 30 menit setiap hari atau olah raga intensitas berat 20 menit tiap 3 atau 4 hari per minggu.

 

a. Perubahan pada tubuh yang mempengaruhi rutinitas olahraga
1. Sendi

 

Hormon selama kehamilan membuat jaringan perekat yang menyangga persendian menjadi lebih relaks. Hal ini akan menyebabkan sendi menjadi lebih mudah bergerak dan menimbulkan resiko untuk terjadi cedera menjadi lebih besar.

2. Keseimbangan
Pada saat kehamilan terjadi penambahan berat badan pada bagian depan tubuh dan mempengaruhi titik gravitasi tubuh. Hal ini akan menyebabkan penambahan beban pada sendi dan otot terutama pada bagian pinggul dan punggung bawah. Perubahan titik keseimbangan tersebut menyebabkan tubuh menjadi lebih mudah kehilangan keseimbangan dan resiko untuk jatuh menjadi lebih tinggi.

3. Sistem pernapasan
Pada saat berolahraga kebutuhan oksigen ibu hamil menjadi meningkat. Saat perut makin membesar, napas menjadi lebih pendek dan lebih mudah sesak karena peningkatan tekanan rahim pada rongga dada.


4. Aliran darah
Saat kehamilan akan terjadi peningkatan jumlah darah, denyut jantung dan curah jantung. Olahraga yang tidak bergerak seperti beberapa posisi yoga dapat membuat aliran darah balik pembuluh darah dari seluruh tubuh ke jantung menjadi menurun dan menimbulkan penurunan tekanan darah. Maka olah raga dengan posisi berbaring yang terlalu lama harus dihindari.


B. Resiko yang terjadi saat berolahraga

1. Peningkatan Suhu Tubuh
Berolahraga selama kehamilan menyebabkan suhu tubuh lebih meningkat daripada normal. Jika suhu tubuh ibu lebih dari 39,2 oC pada 12 minggu pertama kehamilan, dapat mempengaruhi pertumbuhan dan menyebabkan kecacatan pada janin. Untuk mengurangi resiko tersebut maka disarankan:
o Minum banyak air sebelum dan selama berolahraga
o Jangan memaksakan diri terutama pada 12 minggu awal kehamilan
o Hindari berolahraga pada iklim yang panas dan lembab

2. Penurunan Tekanan Darah
Berbaring terlentang pada tempat yang rata, dapat menekan pembuluh darah utama sehingga darah yang dipompa keluar ke seluruh tubuh menjadi berkurang dan menyebabkan penurunan tekanan darah atau biasa disebut dengan hipotensi. Hal ini biasa terjadi setelah minggu ke 16 dari kehamilan, oleh karena itu disarankan untuk
menghindari olahraga yang membutuhkan berbaring rata dengan punggung, terutama setelah memasuki usia kemahilan 16 minggu.


3. Luka fisik
Selama kehamilan, otot dan sendi menjadi lebih mudah digerakkan. Untuk mengurangi resiko terjadinya luka, maka ibu hamil disarankan untuk :
o Melakukan pemanasan sebelum berolahraga dan pendinginan setelahnya
o Jika melakukan aerobik, jangan tiba-tiba merubah arah gerakan tubuh
o Pertimbangkan memakai “pelvic support belt” selama olahraga


4. Kekurangan Oksigen
Pada dataran tinggi, aliran darah ke rahim akan menurun sehingga janin menerima oksigen lebih sedikit. Jika wanita berolahraga di dataran tinggi, maka oksigen yang diterima janin akan lebih sedikit lagi sehingga dapat terjadi kekurangan oksigen pada janin yang dikandungnya. Untuk mencegah hal tersebut, maka disarankan untuk menghindari berolahraga pada dataran tinggi yaitu lebih dari 2500 meter diatas permukaan laut.


5. Kadar gula darah
Ibu memiliki diabetes mellitus sebelumnya ataudiabetes melitus gestasional (diabetes yang hanya terjadi pada saat kehamilan) disarankan untuk berolahraga tidak lebih dari 45 menit dalam satu waktu, maka beberapa hal harus lebih diperhatikan pada saat berolahraga yaitu dengan memonitor gula darah secara rutin, makan teratur, dan istirahat teratur.


c. Tanda bahaya olahraga

  1. Perdarahan dari jalan lahir
  2. Kontraksi rahim yang nyeri dan terjadi secara teratur
  3. Rembesan cairan ketuban
  4. Sesak napas sebelum memulai olahraga
  5. Pusing
  6. Nyeri kepala
  7. Nyeri dada dan berdebar debar
  8. Nyeri pada bagian perut, punggung atau area kemaluan
  9. Kelemahan otot yang mempengaruhi keseimbangan
  10. Nyeri pada betis atau bengkak pada kaki.
  11. Keram otot
  12. Gerakan janin dirasakan berkurang


d. Anjuran program yang dilakukan saat memulai aktifitas olahraga saat hamil

  1. Saat baru mulai program untuk olahraga, mulailah secara perlahan dan berhati hati serta tidak memaksakan diri. Pertimbangkan prenatal yoga yang secara spesifik didesain untuk wanita hamil.
  2. Perhatikan tanda-tanda dari tubuh. Tubuh akan secara alami memberikan signal atau tandatanda untuk mengurangi beban olahraga yang sedang dilakukan, misalnya napas terasa berat.
  3. Jangan pernah berolahraga sampai kelelahan dan sesak napas, karena ini merupakan tanda bahwa bayi dan ibu tidak mendapatkan oksigen yang cukup.
  4. Gunakan alas kaki yang nyaman sehingga dapat menyangga pergelangan kaki dengan baik
  5. Beristirahatlah secara teratur, dan cukupi kebutuhan cairan selama berolahraga
  6. Hindari berolahraga pada suhu yang sangat panas
  7. Hindari jalanan yang tidak rata dan berbatu saat berlari atau berepeda karena dapat menimbulkan cidera sendi
  8. Olahraga yang menggunakan kontak tubuh seperti taekwondo harus dihindari selama kehamilan
  9. Olahraga yang menggunakan beban dapat meningkatkan kekuatan otot terutama bagian atas tubuh dan bagian perut. Namun hindari mengangkat beban sampai atas kepala dengan menggunakan beban yang membuat otot punggung bawah menjadi tegang.
  10. Selama trimester 2 dan 3, hindari olahraga yang menyebabkan tubuh berbaring rata karena dapat menurunkan aliran darah ke rahim.
  11. Sebelum dan setelah berolahraga harus melakukan peregangan dan pemanasan.
  12. Makan makanan yang sehat yang meliputi buah, sayur serta karbohidrat kompleks seperti nasi atau roti.
e. Olahraga saat hamil
Olah raga yang dapat menjadi pilihan selama kehamilan antara lain:
  1. Berjalan
  2. Lari : Lari atau jogging yang aman pada ibu hamil dapat mengikuti “the talk rule”. Dimana ibu hamil dan pasangan dapat berbicara dengan nyaman selama berolah raga.
  3. Yoga: Pada olah raga yoga diperlu adanya pendamping yang profesional karena terdapat beberapa pose dan peregangan yang tidak boleh dilakukan untuk wanita hamil terutama posisi yang dapat menyebabkan resiko tinggi untuk jatuh.
  4. Sepeda statis: Menggunakan sepeda statis merupakan salah satu olah raga yang aman dilakukan selama kehamilan. Ibu hamil diharapkan dapat mengendalikan kecepatan yang sesuai dan pastikan untuk tetap duduk karena jika berdiri dapat meningkatkan resiko jatuh.
  5. Angkat beban: Angkat beban dapat dilakukan oleh ibu hamil dengan menggunakan beban yang sesuai. Berat yang dianjurkan pada ibu hamil adalah 2.270 gram atau sekitar 2.5 kilogram.
  6. Berenang : Berenang dapat membantu menahan berat tubuh, menghilangkan stress, tegang pada kaki dan punggung dan juga mencegah potensi jatuh saat melakukan olahraga lain.

Olahraga yang harus dihindari selama kehamilan
  • Olah raga yang menggunakan kontak fisik seperti taekwondo
  • Resiko jatuh yang tinggi seperti bersepeda
  • Scubadiving
  • Sky diving
f. Efek olahraga pada kehamilan
  1. Olah raga yang baik diharapkan dapat membantu selama proses persalinan dan mengurangi komplikasi selama persalinan tersebut.
  2. Membantu menjaga peningkatan berat badan selama kehamilan dan menurunkan resiko diabetes gestational pada wanita hamil dengan obesitas
  3. Meningkatkan kesehatan psikologis ibu hamil seperti mengurangi stress, kecemasan dan depresi yang dapat mengganggu selama prose kehamilan.
  4. Menghilangkan kelelahan dan nyeri punggung bawah yang biasa menjadi keluhan banyak ibu selama kehamilan.
  5. Mengurangi risiko terjadinya pembesaran pembuluh darah di kaki dan bengkak pada kaki selama kehamilan
  6. Mengurangi terjadinterjadinya susah buang air besar atau konstipasi dan rasa begah pada perut
  7. Dapat meningkatkan kekuatan otot yang membantu menyangga peningkatan berat bedan selama kehamilan dan meningkatkan kelenturan otot sebagai persiapan persalinan
  8. Meningkatkan kualitas tidur.
  9. Mencegah kondisi medis yang dapat terjadi selama kehamilan diantaranya seperti diabetes mellitus gestational, hipertensi, dan preeklampsia
  10. Selain bermafaat bagi ibu, olahraga juga bermanfaat bagi janin dalam kandungan yaitu dapat mencegah terjadinya komplikasi pada sistem organ janin dibandingkan dengan ibu yang tidak melakukan olahraga.
==============================
Kontributor
dr. Danny Wiguna, SpOG
IG : dans.mecareyou

 

Jadwal Praktek:
Minggu  08.00 - 10.00
Senin   08.00 - 10.00
Selasa  10.00 - 12.00 & 17.00 - 19.00
Rabu    10.00 - 12.00
Kamis   08.00 - 10.00 & 17.00 - 19.00
Jumat   10.00 - 12.00 & 17.00 - 19.00
Sabtu   08.00 - 12.00
 

Informasi Dokter

TELAH BERGABUNG
DI RS PANTI RAPIH

Dr. dr. Heru Pradjatmo, M.Kes., Sp.OG(K)Onk

Dokter Spesialis Kandungan

Jadwal Praktek

Senin pukul 16:00 - 18:00

Rabu pukul 16:00 - 18:00

Jumat pukul 07:00 - 08:00

Ruang 312 - Lantai 3 Rawat Jalan

Iklan

Pendaftaran Online

Iklan

Informasi Kamar

Iklan

Polling

Menurut Anda bagaimanakah pelayanan di RS Panti Rapih?
 

Katering Gizi

Iklan
Iklan
Iklan

Rumah Sakit Panti Rapih, Rumah Sakit Yogyakarta, Rumah Sakit Jogja, Rumah Sakit Terbaik Yogyakarta, Rumah Sakit Unggulan Indonesia, Rumah Sakit Terbaik Indonesia, Peringkat Rumah Sakit Terbaik Yogyakarta, Peringkat Rumah Sakit Terbaik Indonesia, Rumah Sakit Panti Rapih, Sahabat Untuk Hidup Sehat, Bedah Urologi terbaik Indonesia, Bedah Urologi Terbaik Jawa, Bedah Urologi Terbaik Yogyakarta dan Jawa Tengah, Bedah Tulang Ortopedi terbaik Indonesia, Bedah Tulang Ortopedi Terbaik Jawa, Bedah Tulang Ortopedi Terbaik Yogyakarta dan Jawa Tengah, Rumah Sakit Klinik Ibu dan Anak, Rumah Sakit Klinik Ibu dan Anak Terbaik, Rumah Sakit Klinik Ibu dan Anak Terbaik Yogyakarta, Rumah Sakit Klinik Ibu dan Anak Terbaik Indonesia, Rumah Sakit Murah, Rumah Sakit dengan Pelayanan Terbaik, Rumah Sakit Yogyakarta Pelayanan Terbaik, Rumah Sakit Keluarga, Rumah Sakit Tipe A, Rumah Sakit Terakreditasi A, Rumah Sakit Unggulan Masyarakat, Rumah Sakit Unggulan Masyarakat Indonesia, Rumah Sakit Unggulan Yogyakarta, Onder de Bogen

www.pantirapih.or.id