Ortopedik & Traumatologi

RS Panti Rapih melayani penggantian sendi lutut dan pinggul, pelurusan tulang belakang, serta peyambungan tulang.

Urologi

Unit bedah urologi melayani tembak batu ginjal dengan ESWL dan penanganan batu ginjal dengan metode PCNL.

Kesehatan Ibu dan Anak

Pelayanan yang bertujuan untuk mengoptimalkan luaran ibu dan bayi dengan pengamatan kehamilan berkelanjutan untuk mencapai “Healthy Mother and Healthy Baby”

testing testing
Kupas Tuntas Seputar Bayi Tabung

Apa itu Bayi Tabung ? Penanganan permasalahan dalam Memperoleh Buah Hati

Dokter Tan Nugroho Ciptooleh : dr. Tan Nugroho Cipto Riyanto W, Sp.OG, MCE, MObgyn, FICS, AM.
Dokter spesialis Kebidanan, Penyakit Kandungan & Pasutria (pernah berkarya di RS Panti Rapih tahun 2014)

Bayi tabung (Batab) atau teknik reproduksi berbantu atau pembuahan in vitro (bahasa Inggris: in vitro fertilisation / IVF) adalah sebuah teknik pembuahan sel telur dengan spermatozoa yang terjadi di luar tubuh wanita. TRB merupakan salah satu cara untuk mengatasi masalah kesuburan apabila cara penanganan lainnya tidak berhasil.
Teknik Batab menjadi terkenal sejak berhasilnya teknik ini dengan lahirnya bayi bernama Louise Brown yang merupakan hasil

proses Batab pertama di dunia pada tanggal 25 Juli 1978. Patrick Steptoe dan Robert Edwards, dua profesor Inggris yang berjasa dalam keberhasilan ini, yang akhirnya pada tahun 2010 mereka memperoleh penghargaan Nobel Kedokteran untuk penemuan mereka tersebut. Mereka juga mendirikan “Bourn Hall Clinic” yang terletak di Cambridge, Inggris yang merupakan klinik bayi tabung pertama di dunia, dan sampai saat ini masih terus menjadi salah satu klinik bayi tabung yang disegani di dunia.

Tokoh Bayi Tabung

Universitas Cambridge

Teknik Batab di Indonesia sudah dikenal sejak tahun 1984, ketika sekelompok dokter staf pengajar dari bagian Kebidanan dan Kandungan, Universitas Indonesia yang dikirim ke Royal Woman Hospital, Australia untuk belajar teknik ini. Pada tahun 1987, kelahiran pertama di Indonesia hasil teknik Batab dari Makmal Terpadu Imunoendokrinologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo.

Oleh karena teknik Batab ini merupakan salah satu metode penanganan masalah ketidaksuburan / kesulitan untuk memperoleh keturunan, maka sebelum saya menjelaskan lebih jauh tentang Batab ini, saya ingin membahasa sedikit tentang masalah ketidaksuburan / infertilitas terlebih dahulu.

Infertilitas didefinisikan sebagai apabila seorang wanita dalam usia reproduksi yang belum berhasil hamil setelah melakukan hubungan badan selama setahun, dengan tidak adanya faktor penyebab. Bersama‐sama dengan suami dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter.

Ada kemungkinan tidak perlu menunggu waktu 1 tahun untuk berkonsultasi apabila :

  • Istri berusia lebih dari 36 tahun
  • Terdapat penyebab dan atau faktor resiko dari infertilitas

Penyebab infertilitas dapat dibagi menjadi:

  • Faktor pada wanita, seperti kelainan saluran telur, gangguan proses pematangan sel telur (Ovulasi), serta gangguan pada rahim atau rongga perut.
  • Faktor pada laki‐laki, terutama kelainan spermatozoa
  • Tidak diketahui (unexplained infertility),sekitar 25 persen.

Sekitar 40 persen kasus kelainan terdapat pada kedua belah pihak. Oleh karena itu maka pemeriksaan dan investigasi diperlukan.

Penanganan awal:

Anamnesis

  • konseling awal meliputi :
    • Hubungan dengan usia
      • fertilitas/ kesuburan seorang perempuan dimulai ketika ia mendapat haid yang pertama (menarche). Puncak fertilitas terjadi pada usia 20‐30 tahun. Selanjutnya fertilitas akan menurun dengan penurunan yang tajam terjadi setelah usia 35 tahun dan menghilang pada saat menopause.
    • Pengaruh gaya hidup
    • Faktor yang dapat mempengaruhi :
    • frekuensi senggama
      • menurut penelitian, frekuensi senggama yang ideal dalam rangka untuk prokreasi (mendapatkan keturunan) adalah dilakukan setiap 2‐3 hari, karena pada durasi itu masih didapatkan sperma yang hidup dan bergerak aktif di dalam rahim. Apabila senggama dilakukan terlalu sering akan menurunkan kualitas sperma. Serta frekuensi senggama yang jarang (misalnya 1 minggu sekali) akan mengurangkan terjadinya kehamilan.
      • Penghitungan masa subur
      Kegemukan / obesitas Wanita dan pria dengan indeks massa tubuh (IMT) ≥ 30 lebih sulit untuk dapat mendapatkan keturunan.
      Kurus Wanita dengan IMT ≤ 19 serta dengan siklus menstruasi yang tidak teratur atau tidak menstruasi sama sekali dianjurkan untuk menaikkan berat badannya supaya dapat meningkatkan kemungkinan untuk hamil.
      obat‐obatan misalnya obat antidepresan, hormon tiroid, kemoterapi
      merokok, alkohol dapat mengurangi kesuburan
      pekerjaan pekerjaan yang terpapar dengan radiasi, bahan kimia dapat mengganggu kesuburan
      pakaian ketat pria tidak dianjurkan memakai pakaian / celana ketat karena peningkatan suhu pada daerah skrotum akan menyebabkan penurunan kualitas sperma.
      riwayat kontrasepsi
    • riwayat kehamilan dan persalinan

    pemeriksaan fisik umum: berat / tinggi badan , pemeriksaan ginekologis : inspeksi / Inspekulo

  • pemeriksaan penunjang


    suami
    Analisa sperma
    tes ini sebaiknya dilakukan terlebih dahulu karena relatif lebih simpel, mudah dan murah bila dibandingkan tes‐tes yang akan dilakukan pada pihak istri. Serta hasil daripada tes ini juga sangat berperan dalam menentukan jenis tes yang mungkin tidak perlu dilakukan pada pihak istri. Sebagai contoh apabila hasil tes ini didapatkan sperma dengan jumlah yg sangat sedikit yang memerlukan program Batab, maka tes fungsi tuba ( nanti akan saya jelas kan lebih lanjut dibawah) tidak perlu dilakukan pada pihak istri.

    istri

    1. USG : Menapis kelainan pada alat reproduksi spt mioma, kista
    2. Penilaian patensi tuba
    a) Histerosalfingografi (HSG) dilakukan dengan cara menyuntikan zat warna ke dalam rahim kemudian difoto Rontgen.
    Biasanya dilakukan daripada laparaskopi kromotubasi

    Kromotubasi

    Bila tidak ada riwayat PID / kehamilan ektopik, suspek endometriosi

    b) Laparaskopi kromotubasi
    Ini merupakan GOLD STANDAR, tetapi termasuk tindakan operasi yang memerlukan pembiusan.
    Sebagai diagnosis sekaligus terapeutik (apabila ditemukan kista, spot endometriosi, perlengketan, dapat sekalian diatasi)

    Operasi Laparaskopi

    Operasi Laparoskopi

    3. Tes hormon darah
    a) Dilakukan untuk menilai kualitas telur
    AMH
    FSH,LH,E2 hari ke2‐3 siklus haid
    4. Penilaian ovulasi
    Dilakukan dengan mengukur kadar hormon progesteron darah pada fase luteal madya (hari ke‐21 dari siklus 28 hari)
    Kunjungan berikutnya dilakukan apabila sudah terdapat semua hasil pemeriksaan diatas.

Penanganan terkini dalam pengobatan masalah kesuburan umunya terdiri dari 3 tahap, yang meliputi: tahap 1. “Timing Sexual Intercourse” (TSI), tahap 2: “Intra‐Uterine Insemination (IUI), serta tahap 3, yang terakhir yang merupakan tahap tercanggih, yaitu IVF+_ ICSI (in‐vitro fertilization +‐ Intra cytoplasmic sperm injection).
Adapun pemilihan jenis penanganan diatas tergantung dari jenis dan berat‐ringannya penyebab ketidaksuburan pasangan tersebut. Pada artikel ini saya hanya membahas tahap 3, yaitu Program Bayi Tabung.

Indikasi dilakukannya teknik bayi tabung adalah:
• Masalah penyumbatan saluran telur pada istri
• Masalah kualitas sperma yang buruk atau jumlah sangat sedikit
• Endometriosis derajat sedang sampai berat
• Unexplained infertility

Tatacara ikut program batab

Berikut adalah tahap prosedur program bayi tabung secara umum.

1. Tahap stimulasi ovarium
Proses stimulasi yang umumnya penyuntikan obat hormonal dimulai pada hari kedua menstruasi yang bertujuan untuk mendapatkan sekitar 8‐10 folikel telur yang berkembang.
2. Tahap supresi ivulasi Proses supresi dari ovulasi dengan harapan telur tidak pecah secara alami. Obat yang digunakan umumnya adalah GnRH agonist (long protocol) atau GnRH antagonist (short protocol).
3. Tahap Pengambilan telur (Ovum Pick Up)
Dilakukan saat telur telah sepenuhnya matang, telur diambil dari indung telur wanita melalui tindakan minor yaitu Ovum Pick Up (OPU). Pengambilan dilakukan dengan penyedotan telur dengan jarum melalui vagina dibawah pengawasan USG.

Ovum Pick Up

4. Tahap Persenyawaan / Inseminasi
Sel‐sel telur tersebut kemudian ditempatkan di dalam cawan laboratorium, yang kemudian dibuahi oleh sperma yang sebelumnya telah dicuci. Teknik inseminasi dapat dibagi menjadi:
-  Teknik konvensional
Yaitu sel telur diletakkan bersama sperma, sehingga diharapkan adanya persenyawaan secara alami.

Teknik Konvensional

-  Teknik ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection)
Yaitu penyuntikan satu sel sperma ke dalam satu sel telur.

Teknik ICSI Injeksi Sperma

5. Tahap Kultur
Hasil dari persenyawaan sel telur dan sperma disebut dengan embrio. Embrio ini kemudian dibiakkan dan kemudian dinilai untuk memilih embrio dengan kualitas yang baik.

Hari ke 3 embrio

6. Tahap Penanaman (Embryo Transfer)
Setelah beberapa hari, embrio dimasukan kembali ke dalam rahim, yaitu proses Embryo Transfer (ET)

Transfer Embrio

7. Tahap Pembekuan Embrio
Apabila setelah penanaman kembali terdapat sisa embrio, maka embrio‐embrio tersebut dapat disimpan beku yang nantinya dapat langsung ditanamkan kembali untuk program berikutnya tanpa melakukan dari tahap stimulasi, sehingga menghemat biaya.

Kira‐kira 2 minggu setelah tahap penanaman dilakukan tes hCG darah untuk mengetahui apakah terjadi kehamilan atau tidak.

Komplikasi / resiko program bayi tabung

  1. Kehamilan ganda / kembar
    Hal ini terjadi karena dilakukan penanaman embrio lebih dari satu. Kehamilan kembar akan meningkatkan resiko keguguran, kelahiran prematur dan segala komplikasi dari prematuritas.

  2. Ovarian Hyperstimulation Syndrome (OHSS)
    Merupakan resiko yang serius dari penggunaan obat hormon untuk stimulasi ovarium. Kejadian OHSS bervariasi antara 0,6% ‐10% dalam siklus IVF. Cara menghindarinya adalah dengan cara:
    - Memperhatikan faktor resiko terjadinya OHSS:
    Usia muda ( <30 tahun)
    Pasien dengan Polycystic Ovarian Syndrome (PCOs)
    Riwayat OHSS sebelumnya

    - Monitoring yang ketat saat tahap stimulasi ovarium dengan menggunakan USG dan pemeriksaan hormon
  3. Komplikasi ketika tahap OPU
    Karena letak ovarium berdekatan dengan organ‐organ dalam perut seperti usus, kantung kencing, ureter, serta pembuluh darah dan juga syaraf di rongga perut, maka terdapat resiko terjadinya cedera terhadap organ‐organ dalam tersebut yang dapat menyebabkan terjadinya perdarahan, infeksi karena terjadi perforasi.

  4. Gangguan psikologis terutama dikarenakan masih tingginya angka kegagalan dan juga disertai dengan mahalnya biaya program ini

  5. Resiko terhadap embrio dan atau sperma yang disimpan beku
    a. Terjadi kerusakan sel setelah dicairkan kembali
    b. Kemungkinan terjadinya kontaminasi / terinfeksi.

  6. Resiko medikolegal
    a. Meskipun setiap tahap dalam program dilakukan dengan ekstra teliti, termasuk pemberian label pada setiap spesimen (sel telur, sperma, dan embrio), masih dapat memungkinkanterjadi resiko percampuran dengan spesimen milik pasien lain sehingga mengakibatkan adanya tuntutan hukum.
    b. Semua komplikasi yang telah disebutkan diatas dapat menyebabkan pasien melakukan tuntutan hukum


    Law Legal

Satu siklus pada umumnya akan menghasilkan sejumlah sel telur yang dikumpulkan di mana tingkat fetilisasinya mencapai 70%. Selain dari itu, embrio lainnya akan terus dikultur hingga hari ke‐3 (D3) atau di‐blastocyst berdasarkan situasi klinis yang dihadapi. Kami menerapkan transfer embrio dalam jumlah sedikit, namun cukup terbiasa dengan 2 atau 3 embrio akan ditransfer dengan memberikan pengertian kepada pasangan tentang risiko kehamilan ganda.
Setelah transfer embrio, bila terdapat sisa embrio dengan kualitas terbaik kami akan lakukan pembekukan terhadap sisa embryo tersebut, untuk disimpan hingga digunakan untuk rencana mendapatkan anak berikutnya.

Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa program bayi tabung ini telah lama ada di Indonesia, yaitu tepatnya semenjak tahun 1988. Wajar saja, sebab keterbatasan informasi sehingga menimbulkan anggapan bahwa Indonesia belum mampu mengadakan program bayi tabung., yang akibatnya banyak pasangan yang melakukan inseminasi buatan ataupun program bayi tabung di Singapura, Australia, Malaysia,Vietnam maupun Thailand dengan biaya yang jauh lebih tinggi. 12 – 15 % pasangan usia subur di Indonesia (dari 15 juta pasangan), tidak memperoleh keturunan. Tapi tidak semua pasangan‐pasangan ini memilih program bayi tabung. Jelas saja, karena selain menghabiskan biaya yang tidak sedikit, program ini juga memiliki tingkat keberhasilan hanya sekitar 40 ‐ 50%. Dengan tingkat keberhasilan yang cenderung rendah dengan biaya yang mahal, tentunya akan membuat orang akan berfikir beribu kali untuk mengikuti program ini.
Kebahagiaan kehidupan sebuah pernikahan terasa belum lengkap tanpa kehadiran buah hati. Segala cara dilakukan agar bisa mendapatkan seorang momongan yang akan memeriahkan dunia pasangan suami istri. Namun, bagaimana apabila segala cara telah dilakukan dan hingga bertahun‐tahun bahkan hingga lebih dari 10 tahun masih juga tidak memiliki momongan? Program bayi tabung (inseminasi buatan) mungkin bisa menjadi solusinya.
Prosesnya terdiri dari mengendalikan proses ovulasi secara hormonal, pemindahan sel telur dari ovarium dan pembuahan oleh sel sperma dalam sebuah medium cair.
Banyak hal yang harus kita persiapkan sebelum memutuskan mengikuti bayi tabung. Fakta yang harus kita ingat betul :

  1. Biayanya sangat mahal hingga puluhan juta rupiah.
  2. Tingkat keberhasilan tidak sampai dengan 50%.
  3. Membutuhkan proses yang cukup lama, hingga butuh pertimbangan yang benar‐benar matang bagi wanita karier.

Bila hal‐hal berikut terjadi pada anda, mungkin ini saat yang tepat untuk mengikuti program bayi tabung :

  1. Anda telah menikah terlalu lama (diatas 7 tahun) dan belum mempunyai anak
  2. Sudah berkali‐kali melakukan inseminasi buatan dan masih gagal.
  3. Semakin bertambah usia, semakin tua persentase keberhasilan bayi tabung semakin kecil
  4. Keluarga sudah memberika dukungan.
  5. Anda telah mempunyai tabungan tersendiri yang khusus untuk program bayi tabung ini.
  6. Anda sudah yakin 100% untuk melakukan program bayi tabung.

Sumber: http://id.shvoong.com/medicine‐and‐health/medicine‐history/2171733‐program‐bayi‐tabung‐dan‐inseminasi/#ixzz2MAg0voSh

Injection (ICSI)
ICSI adalah prosedur mikromanipulasi di mana sperma tunggal disuntikkan ke dalam telur. Teknik ini dilakukan untuk mengatasi masalah infertilitas pada pria atau di mana sperma tidak memilki kemampuan untuk menembus dinding sel telur. Jika telur berhasil dibuahi, embrio selanjutnya dimasukkan ke dalam rahim untuk menjadi tempat berkembangnya janin sebagaimana keberadaan alaminya.

----------------------------------------------------------------------------

Sumber Pustaka
1. Fertility, Assessment and treatment for people with fertility problems, NICE Clinical guideline 156, National Institute for Health and Clinical Excellence (NHS), February 2013.
2. Soegiharto S, Bayi Tabung di Indonesia Masa Kini dan Masa Mendatang, Pidato pada Upacara Pengukuhan Sebagai Guru Besar Tetap dalam Obstetri dan Ginekologi, FK Universitas Indonesia, Jakarta, 5 Juni 2010.
3. Soegiharto S, dkk. Assisted Reproductive Technology, Dalam Rangka Memperingati 70 tahun Prof. Sudraji Sumapraja, Departemen Obstetri & Ginekologi, FK Universitas Indonesia, Jakarta, 2005.
4. Gardner DK, et al.Texbook of Assisted Reproductive Technologies, Laboratory and Clinical Perspectives. 3rd Ed. Informa Healthcare UK Ltd. 2009

Sumber : bayi tabung

 

Informasi Dokter

TELAH BERGABUNG
DI RS PANTI RAPIH

dr. Leonardo Simanjuntak, Sp.P., M.Kes.

Dokter Spesialis Paru

Jadwal Praktek

Senin pukul 16:00 - 17:00

Rabu pukul 16:00 - 17:00

Jumat pukul 16:00 - 17:00

Ruang 212 - Lantai 2 Rawat Jalan

Iklan

Polling

Menurut Anda bagaimanakah pelayanan di RS Panti Rapih?
 
Iklan

Katering Gizi

Iklan

Rumah Sakit Panti Rapih, Rumah Sakit Yogyakarta, Rumah Sakit Jogja, Rumah Sakit Terbaik Yogyakarta, Rumah Sakit Unggulan Indonesia, Rumah Sakit Terbaik Indonesia, Peringkat Rumah Sakit Terbaik Yogyakarta, Peringkat Rumah Sakit Terbaik Indonesia, Rumah Sakit Panti Rapih, Sahabat Untuk Hidup Sehat, Bedah Urologi terbaik Indonesia, Bedah Urologi Terbaik Jawa, Bedah Urologi Terbaik Yogyakarta dan Jawa Tengah, Bedah Tulang Ortopedi terbaik Indonesia, Bedah Tulang Ortopedi Terbaik Jawa, Bedah Tulang Ortopedi Terbaik Yogyakarta dan Jawa Tengah, Rumah Sakit Klinik Ibu dan Anak, Rumah Sakit Klinik Ibu dan Anak Terbaik, Rumah Sakit Klinik Ibu dan Anak Terbaik Yogyakarta, Rumah Sakit Klinik Ibu dan Anak Terbaik Indonesia, Rumah Sakit Murah, Rumah Sakit dengan Pelayanan Terbaik, Rumah Sakit Yogyakarta Pelayanan Terbaik, Rumah Sakit Keluarga, Rumah Sakit Tipe A, Rumah Sakit Terakreditasi A, Rumah Sakit Unggulan Masyarakat, Rumah Sakit Unggulan Masyarakat Indonesia, Rumah Sakit Unggulan Yogyakarta, Onder de Bogen

www.pantirapih.or.id