Ortopedik & Traumatologi

RS Panti Rapih melayani penggantian sendi lutut dan pinggul, pelurusan tulang belakang, serta peyambungan tulang.

Urologi

Unit bedah urologi melayani tembak batu ginjal dengan ESWL dan penanganan batu ginjal dengan metode PCNL.

Kesehatan Ibu dan Anak

Pelayanan yang bertujuan untuk mengoptimalkan luaran ibu dan bayi dengan pengamatan kehamilan berkelanjutan untuk mencapai “Healthy Mother and Healthy Baby”

testing testing
Vaksin MMR dan Autisme Tidak Berkaitan

Ikatan Dokter Anak Indonesia telah lama memasukkan vaksin measles-mumps-rubella (MMR) pada daftar rekomendasi vaksinasi dasar untuk anak Indonesia. Sayangnya banyak juga berita miring tentang vaksin MMR yang dikatakan menyebabkan peningkatan insidensi autisme pada anak. Tuduhan terhadap vaksin MMR ini salah satunya didasarkan pada penelitian Wakefield dkk yang diterbitkan pada jurnal The Lancet tahun 1998 dengan judul “Ileal-lymphoid-nodular hyperplasia, non-specific colitis, and pervasive developmental disorder in children”.

Publikasi sensasional media atas publikasi tersebut telah menyebabkan kepanikan di seluruh dunia, menurunkan cakupan vaksin MMR, meningkatkan pembiayaan kesehatan, dan menempatkan jutaan anak pada resiko penyakit infeksi.

Jurnal ilmiah “The Lancet” tanggal 2 Februari 2010 mengumumkan penarikan terhadap jurnal ilmiah yang ditulis oleh Wakefield tersebut, sebagai respon atas keputusan UK General Medical Council’s Fitness to Practise Panel tanggal 28 Januari 2010 yang menyatakan bahwa ada ketidaksesuaian fakta yang tertulis pada jurnal tersebut. Fakta tersebut adalah bahwa kedua belas anak yang diikutsertakan dalam penelitian tersebut dirujuk berurutan kepada peneliti dan bahwa penelitian ini disetujui oleh komite etika di tempat Wakefield bekerja. Nyatanya, kedua belas anak tersebut dirujuk kepada peneliti dengan tujuan khusus, dan tidak adanya ijin terhadap pemeriksaan penunjang invasif terhadap anak-anak tersebut.

Seorang wartawan bernama Brian Deer pada tahun 2004 pernah mendapatkan fakta bahwa kedua belas anak tersebut tidak dirujuk berurutan kepada peneliti, melainkan dikirim oleh pengacara kelalaian medis yang diminta untuk membantu beberapa orang tua yang hendak menuntut dokter atas “kecacatan” yang terjadi akibat vaksin MMR. Deer pernah mengajukan permohonan kepada The Lancet atas temuan ini namun ditolak. Investigasi independen juga menemukan adanya imbalan dengan sejumlah uang tertentu pada saat pengambilan sampel tersebut, dan adanya kontribusi keuangan pihak yang merujuk kepada peneliti atas hasil pemeriksaan peneliti terhadap anak-anak tersebut.

Wakefield sendiri dalam publikasi asli penelitian tersebut mengemukakan bahwa dia dan koleganya mengamati beberapa anak yang setelah tumbuh normal kehilangan kemampuan komunikasi, disertai denagn keluhan saluran cerna berupa nyeri perut, diare, kembung, dan sedikit intoleransi makanan. Wakefield dkk dalam diskusinya juga menuliskan bahwa penelitian ini tidak bermaksud menghubungkan kumpulan gejala tadi dengan vaksin MMR. Walau demikian, peneliti menekankan fakta bahwa autisme berkaitan langsung dengan virus rubela dan ensefalitis karena virus, dan vaksin polivalen MMR juga berhubungan dengan sindrom tersebut.

Dalam sebuah konferensi pers, Wakefield juga menyarankan pemberian ketiga vaksin secara terpisah dengan interval satu tahun tanpa dasar ilmiah yang jelas. Pernyataan inilah yang dianggap menyebabkan adanya “kepercayaan palsu” terhadap hubungan vaksin MMR dan autisme di seluruh dunia. Akibatnya, cakupan vaksin menurun, dan measles (campak) kembali terjadi khususnya di Eropa dan mengakibatkan kerusakan yang signifikan.

Penelitian Smeeth dkk tahun 2004 telah membuktikan bahwa tidak ada hubungan antara vaksin MMR dengan gangguan perkembangan pervasif. Penelitian ini melibatkan 1294 kasus dan 4469 kontrol dengan desain penelitian case-control menggunakan data sekunder dari UK General Practice Research Database terhadap semua orang yang lahir dari tahun 1973 dan datang ke pusat pelayanan kesehatan primer dengan gangguan perkembangan tahun 1987 sampai dengan 2001. Penelitian secara terbatas juga dilakukan pada mereka yang menerima vaksinasi MMR sebelum usia tiga tahun dan mereka yang terpapar informasi media mengenai efek MMR terhadap autisme  dengan hasil akhir yang serupa.

Apa yang kemudian bisa kita pelajari dari kasus ini?

Pertama, saya ingin mengutip Helen Bedford dan David Elliman yang intinya mengkritik para profesional yang tanggapannya hangat-hangat kuku terhadap pemberitaan media yang sangat sensasional terhadap dugaan akibat negatif vaksin MMR terhadap perkembangan mental anak. Apapun resikonya (pernah ada ancaman pembunuhan pada seorang peneliti Amerika) dan setidak nyaman apapun, para profesional termasuk pada pemberi pelayanan langsung harus terus mengadvokasi apa yang penting bagi kesehatan anak-anak kita, bahkan jika itu bertentangan dengan pilihan pasien maupun orang tua.

Kedua, sebagai tenaga  profesional di bidang kesehatan, harus ada langkah signifikan untuk mengembalikan kepercayaan para orang tua terhadap vaksinasi MMR. Ini mencakup orang tua anak yang telah menerima vaksin dan masih memendam kekhawatiran terhadap efek negatif vaksin tersebut maupun kepada para orang tua yang masih ragu-ragu dan takut terhadap akibat negatif vaksin tersebut kepada anak mereka yang belum divaksinasi. Caranya hanya satu, yaitu dengan menyediakan informasi yang akurat tidak hanya mengenai manfaat dan resiko vaksin namun juga resiko penyakit-penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin tersebut. Kesempatan berkomunikasi dengan orang tua pasien adalah pintu awal yang baik untuk mengembangkan kepercayaan terhadap vaksin MMR ini.

Penarikan publikasi tersebut dari jurnal The Lancet berkontribusi positif pada perkembangan ilmu pengetahuan, dan membuat kita banyak belajar. Hasil pembelajaran inilah yang seharusnya menjadi pemacu kita untuk berbuat lebih bagi para pasien kita. Salam! (RAD)

 

Add comment


Security code
Refresh

Informasi Dokter

TELAH BERGABUNG
DI RS PANTI RAPIH

dr. Kalista Yuniar, SpKK

Dokter Spesialis Kulit & Kelamin

Jadwal Praktek

Selasa pukul 07.00 - 08.00

Kamis pukul 07.00 - 08.00

Jumat pukul 07.00 - 08.00

Ruang 512 Lantai 5
Instalasi Rawat Jalan

dr. Johanes Britto Suharjo Brata Cahyono, Sp.PD-KGEH

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Jadwal Praktek

Senin pukul 09.00 - 11.00

Rabu pukul 10.00 - 12.00

Jumat pukul 09.00 - 11.00

Ruang 519 Lantai 5
Instalasi Rawat Jalan

Prof. Dr. dr. Sutaryo, Sp.A

Dokter Spesialis Penyakit Anak

Jadwal Praktek

Rabu pukul 12.00 - 14.00

Ruang 315 Lantai 3
Instalasi Rawat Jalan

dr. Vita Yanti Anggraeni, Sp.PD., Sp.JP

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Jadwal Praktek

Kamis pukul 16.00 - 17.30

Sabtu pukul 13.00 - 15.00

Ruang 514 Lantai 5
Instalasi Rawat Jalan

Iklan

Pendaftaran Online

Iklan

Informasi Kamar

Iklan

Polling

Menurut Anda bagaimanakah pelayanan di RS Panti Rapih?
 

Katering Gizi

Iklan
Iklan
Iklan

Rumah Sakit Panti Rapih, Rumah Sakit Yogyakarta, Rumah Sakit Jogja, Rumah Sakit Terbaik Yogyakarta, Rumah Sakit Unggulan Indonesia, Rumah Sakit Terbaik Indonesia, Peringkat Rumah Sakit Terbaik Yogyakarta, Peringkat Rumah Sakit Terbaik Indonesia, Rumah Sakit Panti Rapih, Sahabat Untuk Hidup Sehat, Bedah Urologi terbaik Indonesia, Bedah Urologi Terbaik Jawa, Bedah Urologi Terbaik Yogyakarta dan Jawa Tengah, Bedah Tulang Ortopedi terbaik Indonesia, Bedah Tulang Ortopedi Terbaik Jawa, Bedah Tulang Ortopedi Terbaik Yogyakarta dan Jawa Tengah, Rumah Sakit Klinik Ibu dan Anak, Rumah Sakit Klinik Ibu dan Anak Terbaik, Rumah Sakit Klinik Ibu dan Anak Terbaik Yogyakarta, Rumah Sakit Klinik Ibu dan Anak Terbaik Indonesia, Rumah Sakit Murah, Rumah Sakit dengan Pelayanan Terbaik, Rumah Sakit Yogyakarta Pelayanan Terbaik, Rumah Sakit Keluarga, Rumah Sakit Tipe A, Rumah Sakit Terakreditasi A, Rumah Sakit Unggulan Masyarakat, Rumah Sakit Unggulan Masyarakat Indonesia, Rumah Sakit Unggulan Yogyakarta, Onder de Bogen

www.pantirapih.or.id