Ortopedik & Traumatologi

RS Panti Rapih melayani penggantian sendi lutut dan pinggul, pelurusan tulang belakang, serta peyambungan tulang.

Urologi

Unit bedah urologi melayani tembak batu ginjal dengan ESWL dan penanganan batu ginjal dengan metode PCNL.

Kesehatan Ibu dan Anak

Pelayanan yang bertujuan untuk mengoptimalkan luaran ibu dan bayi dengan pengamatan kehamilan berkelanjutan untuk mencapai “Healthy Mother and Healthy Baby”

testing testing
Diet Vegan Mengurangi Risiko Diabetes

Penelitian terakhir the Adventist Health Study memperlihatkan penurunan risiko terkena DM yg signifikan pada kelompok vegan jika dibandingkan pada kelompok pemakan daging (nonvegan). Dari populasi ~60 000 pria dan wanita pengikut diet vegan yg diteliti dalam penelitian tsb ditemukan prevalensi diabetes lebih-kurang sepertiga dari prevalensi DM pada nonvegan (2.9% vs 7.6%), sementara kelompok lakto-ovo vegetarian (vegan yg masih makan telur dan produk susu), pesco-vegetarian (vegan. yg juga makan ikan), dan  semivegetarian (vegan yg makan ikan atau unggas kurang dari sekali seminggu), memiliki prevalensi DM di antaranya, yaitu masing2 sebesar 3.2%, 4.8%, and 6.1%.

Mengapa demikian ?

Ada beberapa hipotesis yg dikemukakan utk menjelaskan hasil penelitian di atas. Dalam hal ini makanan vegan yg dimaksud berupa makanan alami yg tdd biji2an utuh dan sereal sbg sumber KH, kacang2an sbg sumber protein, sayur dan buah. Jadi bukan tepung gandum, roti atau mie dan makanan olahan lain termasuk gluten dari tepung terigu yg dijadikan bahan pangan pengganti daging.

Hipotesis tsb a.l.

1. Kelompok vegan memiliki profil lipid yg lebih baik daripada nonvegan mengingat makanan vegan tidak mengandung kolesterol (yg menjadi ciri lemak hewani krn senyawa sterol dlm nabati adalah fitosterol atau sitosterol yg justeru mampu menurunkan kadar kolesterol darah) tapi kaya akan serat. Sebaliknya makanan hewani kaya akan kolesterol tapi tidak mengandung serat.

Gangguan pada profil lipid (dislipidemia) ternyata meningkatkan risiko terkena gangguan metabolisme KH yg kita kenal sbg penyakit DM.

2. Serat solubel dalam makanan vegan bukan hanya menurunkan indeks glisemik makanan (IG mengukur berapa besar kenaikan kadar gula darah setelah seseorang makan makanan tertentu dibandingkan gula glukosa) tetapi juga menghambat kerja enzim termasuk alfa-glikosidase yg memfasilitasi penyerapan gula di dalam usus.

Asupan serat yg tinggi juga memperlambat pengosongan lambung dan menurunkan kadar gula darah sesudah makan di samping mengurangi pula respons insulin (mencegah hipoglikemia pada pasien DM).

3. Kelompok vegan ternyata memiliki tubuh yg lebih ramping daripada nonvegan. Dalam penelitian di atas, indeks massa tubuh (BMI atau body mass index) pada vegan rata-rata sebesar   23.6 (di bawah nilai 25 yg menjadi batas kegemukan pada orang barat) sedangkan BMI rata2 pada nonvegan adalah 28.8 (di atas nilai 25). Orang yg gemuk memiliki risiko terkena pradiabetes (sindrom metabolik) dibandingkan orang yg tubuhnya normal yaitu BMI antara 18 dan 25.

4. Senyawa heme yg banyak dalam daging ternyata dapat menjadi radikal bebas yg merusak sel beta penghasil insulin dalam pankreas. Sebaliknya heme atau zat besi organik dalam sayuran dan kacang2an yg berwarna merah (bit merah, bayam merah dan kacang polong) tidak sebanyak daging shg mengurangi bahaya radikal bebas di dalam tubuh.

5. Daging sering mengandung nitrosamin yg merupakan hasil penguraian bahan pengawet daging sodium nitrit ketika daging itu dibakar atau digoreng. Nitrosamin bukan hanya menyebabkan kanker tapi juga dapat merusak sel beta.

Nitrosamin ditemukan bersifat toksik bagi sel beta pankreas dan meningkatkan risiko DM tipe 1 dan tipe 2 pada percobaan binatang dan risiko DM tipe 1 pada beberapa penelitian epidemiologi.

6. Makanan nabati umumnya kaya akan magnesium krn kandungan klorofilnya. Ingat, hemoglobin dan mioglobin dalam sel darah merah dan otot/daging memiliki inti zat besi yg membuatnya berwarna merah sementara klorofil dalam sayuran hijau dan kacang hijau memiliki inti magnesium yg membuatnya berwarna hijau.

Korelasi terbalik antara risiko DM dan asupan magnesium mungkin disebabkan oleh efeknya pada sensitivitas insulin, kerja insulin, dan metabolisme glukosa.

Sumber referensi:

Kate Marsh, PhD; Jennie Brand-miller, PhD,
Vegetarian Diets and Diabetes,  Am J Lifestyle Med. 2011;5(2):135-143. © 2011 Sage Publications, Inc.

Andryhart

 

Informasi Dokter

TELAH BERGABUNG
DI RS PANTI RAPIH

dr. Leonardo Simanjuntak, Sp.P., M.Kes.

Dokter Spesialis Paru

Jadwal Praktek

Senin pukul 16:00 - 17:00

Rabu pukul 16:00 - 17:00

Jumat pukul 16:00 - 17:00

Ruang 212 - Lantai 2 Rawat Jalan

Iklan

Polling

Menurut Anda bagaimanakah pelayanan di RS Panti Rapih?
 
Iklan

Katering Gizi

Iklan

Rumah Sakit Panti Rapih, Rumah Sakit Yogyakarta, Rumah Sakit Jogja, Rumah Sakit Terbaik Yogyakarta, Rumah Sakit Unggulan Indonesia, Rumah Sakit Terbaik Indonesia, Peringkat Rumah Sakit Terbaik Yogyakarta, Peringkat Rumah Sakit Terbaik Indonesia, Rumah Sakit Panti Rapih, Sahabat Untuk Hidup Sehat, Bedah Urologi terbaik Indonesia, Bedah Urologi Terbaik Jawa, Bedah Urologi Terbaik Yogyakarta dan Jawa Tengah, Bedah Tulang Ortopedi terbaik Indonesia, Bedah Tulang Ortopedi Terbaik Jawa, Bedah Tulang Ortopedi Terbaik Yogyakarta dan Jawa Tengah, Rumah Sakit Klinik Ibu dan Anak, Rumah Sakit Klinik Ibu dan Anak Terbaik, Rumah Sakit Klinik Ibu dan Anak Terbaik Yogyakarta, Rumah Sakit Klinik Ibu dan Anak Terbaik Indonesia, Rumah Sakit Murah, Rumah Sakit dengan Pelayanan Terbaik, Rumah Sakit Yogyakarta Pelayanan Terbaik, Rumah Sakit Keluarga, Rumah Sakit Tipe A, Rumah Sakit Terakreditasi A, Rumah Sakit Unggulan Masyarakat, Rumah Sakit Unggulan Masyarakat Indonesia, Rumah Sakit Unggulan Yogyakarta, Onder de Bogen

www.pantirapih.or.id