Ortopedik & Traumatologi

RS Panti Rapih melayani penggantian sendi lutut dan pinggul, pelurusan tulang belakang, serta peyambungan tulang.

Urologi

Unit bedah urologi melayani tembak batu ginjal dengan ESWL dan penanganan batu ginjal dengan metode PCNL.

Kesehatan Ibu dan Anak

Pelayanan yang bertujuan untuk mengoptimalkan luaran ibu dan bayi dengan pengamatan kehamilan berkelanjutan untuk mencapai “Healthy Mother and Healthy Baby”

testing testing
Kerot (Bruxism)

Kita akan merendahkan  volume bicara dan gerakan yan gmenimbulkan suara jika buah hati kita sedang tidur.  Kegiatan ini otomatis kita lakukan dengan maksud buah hati kita bisa tidur nyenyak, tidak terganggu oleh aktivitas kita.

Karena tidur merupakan salah satu kebutuhan penting dalam masa tumbuh kembangnya.  Tetapi bisa terjadi yang berisik adalah buah hati kita sendiri.  Pada saat tidur giginya mengeluarkan suara gemererak seperti sedang mengunyah.  Apa yang sebenarnya terjadi?  Berikut ini drg. Julie Christine, Sp.KGA yang berkarya di RS Panti Rapih Yogyakarta memberikan informasi menarik.
Kerot atau dalam bahasa kedokteran gigi disebut bruxism adalah aktivitas rongga mulut yang menggeretak dan menggrinding gigi, yang biasa terjadi saat tidur malam hari.  Sekitar 15-33 persen anak-anak mempunyai kebiasaan buruk bruxism ini, yang jika berlangsung dalam waktu lama akan berakibat buruk tidak hanya pada gigi geligi, tetapi juga pada jaringan penyangga gigi dan pertumbuhan wajah.

 

Penyebab bruxism yang pasti sulit untuk diketahui.

Beberapa ahli menyatakan penyebabnya antara lain :

  1. Faktor lokal, yaitu karena adanya ketidaksesuaian gigitan akibat tambalan gigi yang terlalu tinggi
  2. Faktor sistemik, misal karena penyakit epilepsy, meningitis dan gangguan pada lambung
  3. Faktor psikologis, disebabkan karena kondisi cemas dan stress. Faktor inilah yang dianggap oleh banyak ahli merupakan penyebab paling mendasar dari terjadinya bruxism.  Pada anak-anak kondisi fisik dan psikisnya masih sangat labil sehingga mudah mengalami perubahan karena pengaruh lingkungan.  Saat keinginan anak tidak terwujud muncul rasa frustasi dan marah.  Perasaan ini harus disalurkan agar anak merasa nyaman.  Pada masa bayi rongga mulut merupakan sumber pertama untuk mencari kepuasan, sehingga dalam keadaan marah anak akan melampiaskan dengan menggigit sesuatu.  Bruxism merupakan kebiasaan buruk yang merupakan mekanisme untuk mendapatkan kepuasan tersebut.  Bruxism sering terjadi pada anak-anak yang mudah marah dan biasanya diikuti dengan kebiasaan buruk lain seperti menghisap ibu jari, menggigit kuku.

Beberapa akibat yang timbul dari kebiasaan bruxism yang dilakukan dalam waktu lama adalah :

  1. Gigi geligi aus yang berakibat gigi sering linu
  2. Gigi retak akibat tekanan yang kuat pada bruxism
  3. Jaringan penyangga gigi rusak, akibatnya gigi dapat terlepas
  4. Sakit kepala
  5. Nyeri pada otot-otot pipi
  6. Tulang rahang membesar / menonjol karena fungsi yang berlebihan
  7. Posisi gigi yang tidak normal, disebabkan posisi menutup mulut untuk menghindari rasa nyeri akibat kontak dengan gigi yang aus.  Tarikan otot yang cenderung pada satu sisi rahang sehingga gigitan silang sering terjadi.
  8. Gangguan pada sendi rahang akibat penyimpangan aktifitas otot-otot penggerak rahang

Terkadang orangtua tidak menyadari bahwa bruxism merupakan kebiasaan buruk yang membutuhkan perawatan.  Orangtua dapat membawa buah hatinya ke dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak untuk mendapatkan penjelasan lebih detil.  Perawatan yang dapat dilakukan pada penderita kebiasaan ini adalah :

  1. Psikoterapi, yang bertujuan untuk menghilangkan emosi anak yang tidak stabil.  Memberitahu orangtua anak bahwa salah satu penyebab dasar bruxism adalah factor psikologis dan bersama mereka mencermati hal-hal yang mungkin menjadi penyebab ketegangan psikis tersebut
  2. Menghilangkan ketidaksesuaian gigitan dengan menghilangkan tonjol-tonjol gigi yang menyebabkan hal tersebut
  3. Membuatkan alat yang dapat melindungi gigi dari keausan.  Alat tersebut menutupi permukaan gigi pada rahang atas
  4. Pada gigi yang terlanjur aus dilakukan penambalan, pembuatan jaket atau selubung logam

Karena kebiasaan buruk ini disebabkan oleh multifactor, maka dalam perawatan dan penanggulangannya dibutuhkan kerjasama antara dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak. Psikoterapis, dokter keluarga dan orangtua, yang tidak dilupakan adalah memberikan rasa aman dan nyaman pada anak selama menjalani perawatan ini.

 

Add comment


Security code
Refresh

Informasi Dokter

TELAH BERGABUNG
DI RS PANTI RAPIH

dr. YF. Galuh Retno Anggraeni, Sp.JP

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

Jadwal Praktek

Senin pukul 08:00 - 10:00

Rabu pukul 08:00 - 10:00

Kamis pukul 17:00 - 19:00

Jumat pukul 17:00 - 19:00

Ruang 316 - Lantai 3 Rawat Jalan


dr. Gunadi, Ph.D, Sp.BA

Spesialis Bedah Anak

Jadwal Praktek

Kamis pukul 15:00 - 16:00

Sabtu pukul 10:00 - 11:00

Ruang 217 - Lantai 2 Rawat Jalan


Iklan

Polling

Menurut Anda bagaimanakah pelayanan di RS Panti Rapih?
 
Iklan

Katering Gizi

Iklan

Rumah Sakit Panti Rapih, Rumah Sakit Yogyakarta, Rumah Sakit Jogja, Rumah Sakit Terbaik Yogyakarta, Rumah Sakit Unggulan Indonesia, Rumah Sakit Terbaik Indonesia, Peringkat Rumah Sakit Terbaik Yogyakarta, Peringkat Rumah Sakit Terbaik Indonesia, Rumah Sakit Panti Rapih, Sahabat Untuk Hidup Sehat, Bedah Urologi terbaik Indonesia, Bedah Urologi Terbaik Jawa, Bedah Urologi Terbaik Yogyakarta dan Jawa Tengah, Bedah Tulang Ortopedi terbaik Indonesia, Bedah Tulang Ortopedi Terbaik Jawa, Bedah Tulang Ortopedi Terbaik Yogyakarta dan Jawa Tengah, Rumah Sakit Klinik Ibu dan Anak, Rumah Sakit Klinik Ibu dan Anak Terbaik, Rumah Sakit Klinik Ibu dan Anak Terbaik Yogyakarta, Rumah Sakit Klinik Ibu dan Anak Terbaik Indonesia, Rumah Sakit Murah, Rumah Sakit dengan Pelayanan Terbaik, Rumah Sakit Yogyakarta Pelayanan Terbaik, Rumah Sakit Keluarga, Rumah Sakit Tipe A, Rumah Sakit Terakreditasi A, Rumah Sakit Unggulan Masyarakat, Rumah Sakit Unggulan Masyarakat Indonesia, Rumah Sakit Unggulan Yogyakarta, Onder de Bogen

www.pantirapih.or.id